Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Berangkat Mancing Tak Pulang, Bocah Ditemukan Tak Bernyawa 
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Berangkat Mancing Tak Pulang, Bocah Ditemukan Tak Bernyawa 

Korban diketahui berinisial MAS dan masih berusia 9 tahun. Bocah tersebut ditemukan warga di wilayah Desa Sipak, Kecamatan Jasinga, dalam kondisi tergeletak di area terbuka.

Nugroho P.
Last updated: Juni 7, 2026 9:37 pm
By Nugroho P.
5 Min Read
Share
ilustrasi pengamanan oleh polisi.
SHARE

BACAAJA, BOGOR – Warga Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, dibuat geger oleh penemuan jasad seorang bocah laki-laki yang ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di area rerumputan, Minggu siang. Peristiwa ini cepat menyita perhatian publik setelah video penemuan korban beredar luas di media sosial.

Korban diketahui berinisial MAS dan masih berusia 9 tahun. Bocah tersebut ditemukan warga di wilayah Desa Sipak, Kecamatan Jasinga, dalam kondisi tergeletak di area terbuka.

Kabar penemuan itu langsung menyebar di kalangan warga sekitar. Banyak masyarakat mendatangi lokasi setelah mendengar adanya seorang anak yang ditemukan meninggal dunia di kawasan tersebut.

Dalam video yang beredar, terlihat sejumlah warga berada di sekitar lokasi sambil memperhatikan kondisi korban. Jasad bocah itu tampak berada di atas rerumputan dengan posisi telungkup.

Rekaman lain menunjukkan proses evakuasi yang dilakukan petugas gabungan. Polisi bersama personel TNI terlihat membawa korban menggunakan kendaraan patroli untuk penanganan lebih lanjut.

Kapolsek Jasinga, Agus Hidayat, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurutnya, korban memang ditemukan dalam keadaan meninggal dunia oleh warga yang melintas di sekitar lokasi.

Informasi awal yang diterima aparat menyebutkan korban sebelumnya sedang memancing di area sekitar tempat kejadian. Namun hingga kini, polisi masih mendalami seluruh informasi yang berkembang.

Dugaan yang beredar di tengah masyarakat menyebut korban kemungkinan diserang anjing pemburu babi. Meski demikian, aparat menegaskan bahwa informasi tersebut masih perlu dibuktikan melalui proses penyelidikan.

Polisi belum mengambil kesimpulan terkait penyebab pasti kematian korban. Semua keterangan yang beredar saat ini masih dalam tahap verifikasi melalui pemeriksaan saksi dan pengumpulan fakta di lapangan.

Penemuan jasad korban pertama kali dilaporkan warga sekitar pukul 11.30 WIB. Saat ditemukan, kondisi korban sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan.

Petugas yang menerima laporan langsung menuju lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal. Area sekitar lokasi juga diamankan guna memudahkan proses penyelidikan.

Dari hasil pengamatan awal, korban ditemukan mengalami luka pada bagian kepala. Bentuk luka tersebut menjadi salah satu fokus yang sedang didalami oleh penyidik.

Menurut keterangan polisi, luka yang ditemukan tidak mengarah pada penggunaan senjata tajam. Namun penyebab pastinya masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.

Saat petugas tiba di lokasi kejadian, tidak ditemukan keberadaan anjing yang disebut-sebut warga. Karena itu, polisi masih mencari informasi tambahan untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi.

Sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi mulai dimintai keterangan. Polisi berharap kesaksian mereka dapat membantu mengungkap aktivitas terakhir korban sebelum ditemukan meninggal dunia.

Penyidik juga berupaya menyusun kronologi lengkap berdasarkan informasi dari keluarga, teman korban, serta warga yang pertama kali menemukan jasad bocah tersebut.

Kasus ini mendapat perhatian serius dari jajaran kepolisian setempat. Koordinasi dengan unit terkait juga telah dilakukan untuk mempercepat proses penyelidikan.

Selain itu, informasi mengenai korban yang disebut sedang memancing sebelum kejadian turut menjadi bagian penting yang sedang ditelusuri aparat.

Warga sekitar mengaku terkejut dengan peristiwa tersebut. Selama ini kawasan itu dikenal cukup tenang sehingga kabar penemuan jasad anak kecil membuat banyak orang merasa prihatin.

Di media sosial, berbagai spekulasi bermunculan setelah video penemuan korban viral. Namun polisi mengimbau masyarakat untuk tidak terburu-buru menarik kesimpulan sebelum hasil penyelidikan resmi diumumkan.

Aparat juga meminta masyarakat tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi karena dapat menimbulkan kesalahpahaman dan mengganggu proses penyidikan.

Saat ini fokus utama petugas adalah mengumpulkan fakta-fakta di lapangan. Pemeriksaan terhadap saksi serta penelusuran aktivitas korban sebelum kejadian masih terus berlangsung.

Keluarga korban pun tengah mendapat pendampingan setelah menerima kabar duka tersebut. Suasana haru menyelimuti lingkungan tempat tinggal korban yang kehilangan seorang anak di usia sangat muda.

Hingga Minggu sore, penyebab pasti kematian MAS masih belum diumumkan secara resmi. Polisi menegaskan bahwa seluruh kemungkinan masih terbuka dan akan diteliti berdasarkan hasil pemeriksaan.

Publik kini menunggu hasil penyelidikan yang sedang dilakukan aparat. Sementara itu, peristiwa yang menimpa bocah 9 tahun di Jasinga ini meninggalkan duka mendalam sekaligus tanda tanya besar yang masih menunggu jawaban. (*)

You Might Also Like

Dosen dan Ketua BEM SCU Bikin Buku Panduan Demo: Jangan Asal Turun Jalan!

14 Daerah Jateng Siaga Kekeringan, BPBD Siapkan 129 Juta Liter Air Bersih

TKD Prabowo-Gibran Ngaku Gak Kenal, Gus Yazid: Klaim Kerja Orang, Dapat Jabatan

Krisna Jhon Pilih Tetap Bersama PSIS

Rekening Pejabat Makin Gendut! Presiden Teken Perpres Kenaikan Gaji Pejabat, ASN, dan TNI-Polri

TAGGED:bocah mancingjasadmeninggal
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Fortuner Dikepung Warga, Aksi Pecah Kaca Hebohkan Sore Tanah Abang
Next Article GELEDAH RUMAH--Petugas Imigrasi menggeledah rumah di kawasan perumahan elit Anjasmoro, Semarang, yang diduga jadi markas sindikat love scamming. (ist) Rumah Elit di Semarang Jadi Markas Penjual Janji Manis Internasional

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

1,2 Juta NIK Diduga Bocor, Pemprov Bilang Aman: “Belum Ada Korban”

WADUK MENGERING: Dampak kemarau panjang di Waduk Botok, Kedawung, Sragen, Jateng beberapa waktu lalu. (Foto: Ist)

BMKG Sebut Kemarau 2026 Punya Pola Tak Biasa

TURNAMEN FREE FIRE - Komunitas e-sport RIKAS bersama Warmindo Mayoritas kembali menggelar turnamen Free Fire Clash Squad 4v4, dengan kuota terbatas hanya 64 tim.

Slot Cuma 64 Tim, Turnamen Free Fire di Warmindo Mayoritas Kembali Dibuka

KEMBALIKAN MAHAR--Kades Kayen, Agus Riyanto (baju batik dan berpeci) menjelaskan pengembalian mahar seleksi perangkat desa, saat bersaksi dalam sidang dugaan korupsi Bupati Pati nonaktif Sudewo di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (22/7/2026). (bae)

Seusai OTT Sudewo, Kades di Pati Bergegas Kembalikan Mahar Seleksi Perangkat Desa

RUWATAN - Massa Jateng Guyub meruqyah atau meruwat Kantor Gubernur Jawa Tengah, sebagai simbol tolak bala atas matinya nurani pemerintah.

Massa Jateng Guyub Kantor Gubernur, Tabur Bunga dan Dupa di 8 Penjuru

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Anggota Komisi X DPR RI Ferdiyansah menyoroti predikat WTP Kementerian Pendidikan di tengah skandal korupsi Croombook kementerian. Foto: dok/ist
Pendidikan

Ironi: Kementerian Pendidikan Dapat Predikat WTP di Tengah Kasus Korupsi

Juli 19, 2025
KIAI CABUL--Tampang Achmad Fauzi alias Abah Khan, pengasuh ponpes di Kota Semarang yang cabuli santriwatinya, mengenakan kaus 'Ngopeni Nglakoni' saat digelandang ke kantor Kejari Kota Semarang, Rabu (24/6/2026). (ist)
Hukum

Abah Khan Kiai Cabul Semarang Diseret ke Pengadilan, Sidang Digelar Tertutup

Juli 21, 2026
SAMPAIKAN KETERANGAN PERS - Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto, memberikan keterangan pers kepada awak media. (dul)
Hukum

Perempuan Ngaku Anak Polisi Diduga Bikin Konten Rasis Viral, Lagi Diselidiki Polda Jateng

Mei 19, 2026
Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) kritik keras subsidi motor listrik yang dianggap tak tepat sasaran di tengah krisis daya beli.
Ekonomi

Subsidi Motor Listrik Dinilai Salah Sasaran, MTI Desak Pemerintah Alihkan Dana ke Angkutan Umum

September 10, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Berangkat Mancing Tak Pulang, Bocah Ditemukan Tak Bernyawa 
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?