Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: BMKG Sebut Kemarau 2026 Punya Pola Tak Biasa
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

BMKG Sebut Kemarau 2026 Punya Pola Tak Biasa

Kalau belakangan cuaca terasa bikin bingung, pagi terik, sore hujan, ternyata bukan cuma perasaan. BMKG menyebut musim kemarau tahun ini di Jateng memang punya karakter yang berbeda.

T. Budianto
Last updated: Juli 23, 2026 8:47 am
By T. Budianto
3 Min Read
Share
WADUK MENGERING: Dampak kemarau panjang di Waduk Botok, Kedawung, Sragen, Jateng beberapa waktu lalu. (Foto: Ist)
WADUK MENGERING: Dampak kemarau panjang di Waduk Botok, Kedawung, Sragen, Jateng beberapa waktu lalu. (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG– Musim kemarau 2026 di Jateng dipastikan tidak berjalan seperti biasanya. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang menyebkemarinut kemarau tahun ini datang lebih awal dibandingkan kondisi normal, namun tidak berarti seluruh wilayah langsung berubah menjadi kering.

Prakirawan BMKG Ahmad Yani Semarang, Farita Rachmawati, menjelaskan secara umum curah hujan memang mulai berkurang dan jumlah hari tanpa hujan semakin meningkat. Meski begitu, beberapa daerah di Jateng masih berpeluang diguyur hujan ringan hingga sedang.

“Musim kemarau tahun 2026 untuk wilayah Jateng memang lebih awal dibandingkan kondisi normalnya. Secara umum musim kemarau tahun ini ditandai dengan berkurangnya curah hujan secara bertahap dan meningkatnya hari tanpa hujan atau kondisi kering,” kata Farita dalam di salah satu stasiun radio di Semarang, kemarin.

Baca juga: BMKG Prediksi Kemarau 2026 Lebih “Kering dari Biasanya”

Menurutnya, masyarakat tidak perlu heran jika masih menjumpai hujan di tengah musim kemarau. Sebab, kondisi cuaca di Jateng masih dipengaruhi berbagai faktor atmosfer berskala lokal maupun regional.

“Masih ada beberapa wilayah di Jateng yang berpeluang mengalami hujan dengan intensitas ringan maupun sedang karena faktor-faktor skala lokal maupun regional. Oleh karena itu masyarakat diimbau tetap mengikuti informasi cuaca terkini dari BMKG,” ujarnya.

Di balik karakter kemarau yang unik tersebut, BMKG juga mengingatkan adanya ancaman yang perlu diwaspadai, terutama potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Paling Rentan

Wilayah utara dan timur Jateng disebut menjadi kawasan yang paling rentan mengalami karhutla karena kondisi vegetasi mulai mengering selama musim kemarau.

Farita menegaskan, penyebab kebakaran bukan hanya faktor cuaca. Aktivitas manusia masih menjadi pemicu terbesar, mulai dari pembukaan lahan dengan cara dibakar, membakar sampah tanpa pengawasan, hingga membuang puntung rokok sembarangan.

Untuk memantau perkembangan musim kemarau, BMKG terus mengamati berbagai parameter meteorologi seperti curah hujan, jumlah hari tanpa hujan, suhu udara, kelembapan, arah dan kecepatan angin, kondisi atmosfer, hingga sebaran titik panas (hotspot).

Baca juga: BMKG: Cuaca Jateng Aman, Kasih Lampu Hijau Masuk Jateng

Data tersebut menjadi dasar penyusunan prakiraan cuaca dan peringatan dini yang digunakan pemerintah dalam mengambil langkah mitigasi bencana.

Informasi BMKG juga menjadi acuan pemerintah daerah untuk memperkuat patroli di kawasan rawan kebakaran, menyiapkan cadangan air, meningkatkan koordinasi lintas instansi, hingga memberikan edukasi kepada masyarakat sebelum risiko bencana meningkat.

Farita berharap masyarakat rutin memantau informasi resmi BMKG agar bisa menyesuaikan aktivitas dengan kondisi cuaca yang terus berubah.

“Selalu memantau informasi resmi BMKG mengenai prakiraan cuaca dan peringatan dini agar risiko kebakaran hutan dan lahan maupun dampak musim kemarau dapat diminimalkan,” pungkasnya.

Musim memang punya jadwal, tetapi alam tak selalu patuh pada kalender. Jadi, jangan buru-buru menyimpan payung hanya karena namanya sudah musim kemarau. Kadang yang lebih berbahaya bukan hujannya, melainkan rasa terlalu yakin bahwa hujan sudah selesai. (tebe)

You Might Also Like

Strategi Pemprov Jateng Urai Macet Mudik Lebaran: Andalkan CCTV dan Posko

Jateng Siap “Kunci” Lahan Pertanian Lewat Perda

Ekonomi Jateng On Fire: Duit Muter, Pabrik Tumbuh

Cicuit dkk Pecah Dominasi, Jadi Raja Clash Squad Semarang

PKL Simpang Lima Direlokasi Enam Bulan, Katanya Mau Ditata Ulang

TAGGED:bmkgheadlinejatengkekeringankemarau
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article TURNAMEN FREE FIRE - Komunitas e-sport RIKAS bersama Warmindo Mayoritas kembali menggelar turnamen Free Fire Clash Squad 4v4, dengan kuota terbatas hanya 64 tim. Slot Cuma 64 Tim, Turnamen Free Fire di Warmindo Mayoritas Kembali Dibuka
Next Article 1,2 Juta NIK Diduga Bocor, Pemprov Bilang Aman: “Belum Ada Korban”

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Bidak Mutiara Cari Ratu Baru, Pecatur Perempuan Jadi Target Regenerasi

MTQ Datang, Festival Kota Lama Diperpanjang

Kafilah MTQ Dapat Tiket dan Jemputan

Jateng Sudah 615 Kali Kebakaran, Pemprov Siagakan Relawan Kebencanaan

MTQ Tinggal Hitungan Hari, Tinggal Bikin Simpang Lima Kinclong

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ilustrasi BPJS Kesehatan.
Info

Iuran BPJS Mau Naik, Siapa yang Kena? Ini Kata Menterinya

Februari 25, 2026
Info

Virus Tikus Diam-Diam Muncul, Kemenkes Mulai Pasang Alarm Kewaspadaan

Mei 9, 2026
Keseruan Meet & Greet Densus di SMAN 6 Semarang, Selasa (10/2/2026). Acara seperti ini menjadi langkah penting untuk sosialisasi pencegahan intoleransi dan radikalisme anak-anak di Jawa Tengah.
Info

Meet & Greet Densus, Siswa SMAN 6 Siap Jadi Penyebar ‘Virus Baik’ Cegah Radikalisme

Februari 10, 2026
Ilustrasi aksi demonstrasi.. Polisi Tangkap 7 Pemilik Akun Medsos Diduga Provokasi Demo Ricuh. (grafis/tera).
Politik

Rakyat Selalu Bertaruh Nyawa saat Coba Bersuara, Jejak Demo Berdarah di Indonesia

September 7, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: BMKG Sebut Kemarau 2026 Punya Pola Tak Biasa
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?