BACAAJA, SEMARANG- Festival Kota Lama (FKL) XV 2026 kini digelar lebih panjang untuk menyambut ribuan kafilah dan tamu MTQ Nasional XXXI yang berlangsung di Semarang pada 11-20 September 2026.
Sekda Jateng, Sumarno mendukung langkah tersebut. Menurutnya, kedatangan peserta MTQ dari berbagai daerah menjadi momentum untuk mengenalkan Kota Lama sekaligus menggerakkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
“Harapannya ini akan membawa dampak lebih besar lagi,” kata Sumarno saat mewakili Gubernur dalam Opening Ceremony FKL XV 2026 di Fasad Gedung Yayasan Kanisius, Kawasan Kota Lama Semarang, Jumat (4/9/2026).
Baca juga: Catat! Festival Kota Lama 2026 Digelar 4-20 September, Ada Musik hingga Kuliner Nostalgia
Sekitar 7.000 orang diperkirakan hadir dalam rangkaian MTQ Nasional. Jumlah tersebut dinilai menjadi peluang bagi Jawa Tengah untuk memberikan pengalaman wisata tambahan bagi para tamu.
Kota Lama dipilih bukan tanpa alasan. Kawasan bersejarah ini merupakan salah satu ikon wisata Semarang yang kini tak hanya menawarkan bangunan heritage, tetapi juga menjadi ruang berbagai kegiatan seni, budaya, komunitas, hingga ekonomi kreatif. “Kami dari Pemprov Jateng sangat mengapresiasi Festival Kota Lama. Kota Lama ini peninggalan sejarah yang harus kita jaga,” ujar Sumarno.
Jadwal Padat
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan, perpanjangan FKL dilakukan setelah melihat padatnya jadwal MTQ Nasional. “Saya lihat jadwal MTQ ini rapat banget. Wah, kapan ini bisa jalan-jalan lihat Festival Kota Lama?” kata Agustina.
Karena itu, rangkaian festival diperpanjang hingga hampir bersamaan dengan penutupan MTQ Nasional pada 20 September. Agustina menyebut Kota Lama sejak dulu menjadi ruang perjumpaan berbagai kalangan.
Konsep “Unity in Diversity” yang diusung FKL XV 2026 pun dianggap cocok dengan karakter kawasan tersebut. “Kota Lama ini bukan hanya ikon Hindia Belanda. Tetapi juga sudah merangkum seluruh kegiatan seni dan budaya dari berbagai macam keanekaragaman yang ada di Kota Semarang,” katanya.
Berbagai agenda disiapkan, mulai dari Pasar Malam Sentiling, Orkes On The Street and Dance, Rijsttafel Dinner, Gowes Semarang Heritage, Chess Kota Lama, Living Book, Living Story, Zwemers Belanda, Wayang Orang On The Street, Festival Folklore Kota Lama, hingga 1.000 Angklung Berkebaya.
Baca juga: Kota Lama Lagi Viral di Dunia Nyata: Wisatawan Meledak, Semua Hotel Nyaris Full!
Ada pula kegiatan seni merangkai janur yang menyasar generasi muda. Anak-anak bisa belajar membuat ketupat, manuk-manukan, hingga hiasan pengantin sekaligus memahami makna tradisi tersebut.
Rangkaian FKL XV berlangsung hingga 20 September. Agenda besar lainnya yakni Festival Folklore Kota Lama pada 18-19 September dan 1.000 Angklung Berkebaya pada 19 September. Dengan durasi lebih panjang, FKL diharapkan menjadi ruang bertemunya wisatawan, kafilah MTQ, pelaku usaha, komunitas, dan warga.
Jadi, peserta MTQ kali ini bukan cuma dituntut lancar mengaji dan bertanding. Jadwal jalan-jalan juga sudah diamankan. Tinggal jangan sampai terlalu sibuk foto-foto di Kota Lama sampai lupa kalau besok masih ada lomba. (tebe)

