BACAAJA, SEMARANG – Kasihan juga lihat keluarga yang harus kuat di tengah kekacauan. Dera dan Munif, aktivis Semarang, masih ditahan. Tapi keluarga mereka tetap nyiapin pernikahan.
Bukan karena maksa, tapi karena hari itu sudah disepakati lama. Dera dan Munif renacanya nikah 11 Desember. Lokasinya di Madiun, kampung halaman Dera.
Rekan kerja Dera, Nur Cholis bilang keluarga masih berharap keajaiban.
“Mereka ingin pernikahan tetap berlangsung tanggal 11,” ujarnya, Jumat (5/2/2025).
Bacaaja: Dua Putri Gus Dur Ikut Desak Bebaskan Aktivis Semarang
Bacaaja: Duh, Habis Dampingi Korban Kriminalisasi, Dera Malah Dikriminalisasi
Kata dia, persiapan nikah terus dikebut. Administrasi KUA beres, undangan siap, perlengkapan hajatan tinggal dipasang. Yang kurang cuma pengantinnya pulang.
Makanya ratusan tokoh publik hari ini ngajuin permohonan penangguhan Dera-Munif. “Mereka cuma mau nikah sesuai rencana,” tambahnya.
Hotmauli Sidabalok, perwakilan akademisi yang ikut mengantar surat penangguhan, bilang ini urusan kemanusiaan.
Menurutnya, Dera dan Munif layak dapat penangguhan penahanan. Apalagi mereka butuh keluar untuk menunaiian hajat hidupnya.
“Kami jamin mereka nggak akan ke mana-mana. Mereka cuma mau menikah sambil proses hukum tetap jalan,” kata Hotmauli, tegas tapi kerasa getirnya.
Karena resepsi bisa digelar kapan saja, tapi momen sakralnya tergantung keputusan polisi. Masa iya nikahnya di balik jeruji. (bae)

