Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Gubernur: Kecamatan Harus Berdaya, Jangan Cuma Jadi Kantor Stempel
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Daerah

Gubernur: Kecamatan Harus Berdaya, Jangan Cuma Jadi Kantor Stempel

Kalau kecamatan cuma jadi tempat tanda tangan doang, ya wajar kalau warga nggak ngerasa dampaknya. Nah, Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi kayaknya mulai pengen ubah mindset itu, kecamatan harus naik level, jadi motor penggerak ekonomi warga.

T. Budianto
Last updated: April 16, 2026 10:04 pm
By T. Budianto
2 Min Read
Share
KECAMATAN BERDAYA: Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi bersama para bupati/wali kota dan camat se-Jateng foto bersama usai peluncuran program Kecamatan Berdaya di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Kamis (16/4/2026). (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Suasana Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kamis (16/4/2026), mendadak penuh “pasukan” birokrasi. Sebanyak 576 camat, plus bupati dan wali kota se-Jawa Tengah dikumpulkan langsung oleh Gubernur Ahmad Luthfi.

Agendanya nggak main-main: percepatan program Kecamatan Berdaya yang digadang-gadang jadi ujung tombak pemberdayaan masyarakat. “Hari ini kita kumpulkan untuk pakta integritas pembentukan Kecamatan Berdaya,” kata Luthfi.

Konsepnya simpel tapi ambisius, kecamatan nggak lagi sekadar unit administratif, tapi jadi pusat gerak ekonomi dan sosial di level paling dekat dengan warga.

Baca juga: Pemprov Bekali Kades Biar Nggak Nyemplung Korupsi

Program ini bakal menyasar kelompok yang selama ini sering “ketinggalan”: pemuda, penyandang disabilitas, dan perempuan rentan yang belum punya kemandirian ekonomi.

Luthfi bahkan sudah nyiapin beberapa pendekatan, termasuk program “zilenial” buat anak muda, pelatihan khusus untuk disabilitas, sampai pemberdayaan ekonomi bagi perempuan. “Semua akan dilatih lewat program di kecamatan masing-masing,” jelasnya.

Kemandirian Warga

Targetnya jelas: tekan pengangguran, buka peluang kerja, dan bikin warga lebih mandiri tanpa harus nunggu program dari pusat turun dulu. Secara teknis, langkah awal dimulai dari penunjukan kecamatan sasaran oleh bupati dan wali kota.

Setelah itu, Dispermasdesdukcapil Jateng bakal menyusun rencana aksi biar programnya nggak cuma jadi wacana. “Bupati bikin SK, lalu dinas susun action plan,” tambah Luthfi.

Menariknya, program ini bukan proyek kecil. Per 11 April 2026, dukungan anggaran kolaboratifnya sudah tembus lebih dari Rp131 miliar. Kecamatan pun didorong jadi pusat pertumbuhan ekonomi, kreativitas, sekaligus perlindungan sosial.

Baca juga: Wakil Ketua DPRD Jateng Ngegas soal Pemberdayaan Nelayan: Harus All Out

Semua sudah dikumpulkan, anggaran sudah disiapkan, dan konsepnya terdengar keren. Tinggal satu yang sering jadi penentu: apakah “Kecamatan Berdaya” benar-benar bikin warga berdaya, atau cuma sekadar nama program yang terdengar berdaya. (tebe)

You Might Also Like

PDIP Jateng Saring Calon Ketua PAC, Kader Muda dan Senior Kolaborasi untuk Kemajuan Partai

Harga Plastik Naik hingga 50 Persen, Pedagang Kecil di Semarang Kelimpungan

Pocong Tlogowungu Minta Maaf, Konten Iseng yang Bikin Sekampung Parno

Dukung Industri Hijau, Jateng Segera Bangun Dua PLTS Terapung

Eks-Kanit Narkoba Beralih Profesi Jadi Bandar Sabu, Kirim Narkoba Lewat Ekspedisi

TAGGED:ahmad luthfiheadlinekecamatan berdayapemprov jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ketua Ombudsman RI Hery Susanto digiring petugas Kejagung menuju tahanan. Baru 6 Hari Dilantik, Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Korupsi
Next Article Jumat, Jalan Pemuda ‘Disulap’ Jadi Panggung Paskah

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

PERIKSA KESEHATAN RUTIN - Pemeriksaan kesehatan harian merupakan implementasi nyata budaya Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) yang terus ditanamkan di lingkungan PLN Icon Plus.

Personel Sehat, Layanan Hebat: PLN Icon Plus Konsisten Perkuat Budaya HSSE melalui Daily Health Checking

NAIK KERETA--Turis asing sedang bertanya dengan petugas saat mau menaiki kereta sebagai moda transportasi. (ist)

Kereta Makin Diminati, 51 Ribu Turis Tercatat Naik KA Daop 4 Semarang

Murid SD Negeri Makin Sedikit, Komisi X DPR: “Jangan Langsung Salahkan Sekolah”

DUKUNG SENSUS--Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, mengajak masyarakat mendukung Sensus Ekonomi 2026, Kamis (16/7/2026). (ist)

Sensus Ekonomi Seret! Pendataan Baru 38 Persen, Ini yang Dilakukan Wali Kota Agustina

Saat SD Negeri Mulai Kehilangan Siswa

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

DaerahPendidikan

Pemprov Lanjutkan Skema Honorarium Guru Non-ASN

November 25, 2025
Mantan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla atau lebih dikenal dengan inisial JK.
Hukum

Ceramah JK di UGM Berujung Laporan Polisi, Pernyataan ‘Syahid’ Disorot Tajam

April 14, 2026
Ilustrasi TikTok.
Info

Izin TikTok Dibekukan Komdigi, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Oktober 4, 2025
Peneliti Puskampol Indonesia, Andy Suryadi.
Hukum

Pengamat: ‘Perang’ Antaraparat Untungkan Publik, tapi Bikin Was-was

Juli 10, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Gubernur: Kecamatan Harus Berdaya, Jangan Cuma Jadi Kantor Stempel
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?