BACAAJA, BOGOR- Ulang tahun ke-79 Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dirayakan dengan khidmat sekaligus penuh keakraban di Istana Batu Tulis, Bogor. Meski hujan deras mengguyur sejak pagi, acara tetap berjalan hangat dan meriah.
Momen ini jadi ajang berkumpulnya trah Soekarno. Megawati hadir bersama putra-putrinya, mulai dari Mohamad Rizki Pratama, Muhammad Prananda Prabowo beserta istri Nancy Prananda, hingga Puan Maharani yang datang bersama sang suami, Hapsoro “Happy” Sukmonohadi.
Suasana kekeluargaan makin terasa dengan kehadiran cucu Megawati, Diah Pikatan Orissa Putri Haprani atau Pinka Haprani, yang kini duduk sebagai anggota DPR RI. Kakak sulung Megawati, Guntur Soekarnoputra, juga hadir bersama putrinya, Puti Guntur Soekarno, serta sejumlah kerabat lainnya.
Baca juga: Kantor Baru Megawati Institute Rampung
Bukan cuma keluarga, barisan elite PDI Perjuangan juga tampil lengkap. Megawati duduk satu meja dengan Sekjen Hasto Kristiyanto. Hampir seluruh fungsionaris DPP PDIP terlihat hadir, dari Bendahara Umum Olly Dondokambey, Rudianto Tjen, Yuke Yurike, hingga para Ketua DPP seperti Ahmad Basarah, Eriko Sotarduga, Charles Honoris, dan Bintang Puspayoga.
Nama-nama senior hingga generasi baru partai pun berbaur, mulai dari Djarot Saiful Hidayat, Andreas Hugo Pareira, Deddy Yevri Sitorus, Ronny Talapessy, sampai Ganjar Pranowo. Di sela-sela acara, Megawati juga tampak berbincang santai dengan sahabat-sahabat pers lamanya.
Lagu Favorit
Acara makin syahdu ketika band memainkan lagu-lagu favorit Megawati. Puncaknya, tumpeng dipotong sebagai simbol rasa syukur. Menu yang disajikan jauh dari kesan glamor: nasi soto, lauk Nusantara, dan aneka rebusan, menu rumahan yang jadi ciri khas Megawati.
Potongan tumpeng diberikan langsung kepada Guntur Soekarnoputra. Dari situ, suasana berubah makin cair. “Dis… Adis,” panggil Guntur sambil tersenyum, mengajak sang adik bernyanyi.
Megawati pun langsung unjuk suara. Lagu “Cinta Hampa” hingga “My Way” milik Frank Sinatra menggema, diikuti para tamu yang ikut bersenandung. Bahkan, Megawati dan Guntur sempat menari bersama, bikin tamu lain ikut goyang tipis-tipis di tengah rintik hujan.
Baca juga: Ibu Bukan Cuma Urus Rumah, Tapi Juga Bumi: Pesan Megawati di Hari Ibu
Di tengah suasana bahagia, Megawati tetap menyinggung kondisi bangsa. Ia memberi perhatian khusus pada meningkatnya status Bendungan Katulampa dan laporan banjir di sejumlah wilayah Jakarta. Megawati pun menginstruksikan kader PDIP yang menjabat posisi eksekutif agar sigap membantu warga.
Acara ditutup dengan doa bersama, memohon keselamatan bangsa di tengah cuaca ekstrem, sekaligus menegaskan pesan partai untuk terus “Merawat Pertiwi”. Di ulang tahun ke-79 ini, Megawati membuktikan satu hal: politik bisa serius, tapi ulang tahun tetap harus ada tumpeng, lagu lawas, dan nyanyi bareng. (tebe)

