Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Buya Yahya Ingatkan Buka Bersama Jangan Sampai Lupa Ibadah
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Buya Yahya Ingatkan Buka Bersama Jangan Sampai Lupa Ibadah

Pendakwah asal Cirebon, KH Yahya Zainul Ma’arif yang dikenal sebagai Buya Yahya, mengingatkan agar kegiatan buka bersama tidak sampai menggeser tujuan utama Ramadan, yaitu memperbanyak ibadah. Menurutnya, kebersamaan memang baik, tetapi jangan sampai membuat orang lalai.

Nugroho P.
Last updated: Maret 6, 2026 8:07 pm
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
, KH Yahya Zainul Ma'arif atau yang akrab disapa Buya Yahya.
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Tradisi buka bersama sudah seperti agenda wajib saat bulan Ramadan. Banyak orang memanfaatkan momen ini untuk berkumpul dengan teman, keluarga, atau rekan kerja. Namun di balik suasana hangat tersebut, ada hal penting yang sering luput dari perhatian.

Pendakwah asal Cirebon, KH Yahya Zainul Ma’arif yang dikenal sebagai Buya Yahya, mengingatkan agar kegiatan buka bersama tidak sampai menggeser tujuan utama Ramadan, yaitu memperbanyak ibadah. Menurutnya, kebersamaan memang baik, tetapi jangan sampai membuat orang lalai.

Dalam banyak kasus, acara buka bersama justru membuat waktu ibadah terlewat. Ada yang terlalu lama berbincang, ada pula yang sibuk menikmati hidangan hingga melupakan kewajiban lain seperti sholat berjamaah atau tarawih.

Buya Yahya menjelaskan bahwa fenomena ini sering terjadi karena acara buka bersama tidak diatur dengan baik. Akhirnya, kegiatan yang seharusnya bernilai ibadah berubah menjadi sekadar acara kumpul-kumpul biasa.

Ceramah tersebut pernah disampaikan dalam sebuah kajian yang diunggah di kanal YouTube @buyayahyaofficial. Dalam penjelasannya, Buya Yahya menegaskan bahwa niat baik berbuka bersama harus tetap disertai kesadaran menjaga ibadah.

“Kami menghimbau di hari-hari ini dan hari selanjutnya juga untuk buka bersama itu lebih enak kita kirim saja,” ucapnya.

Ia menilai, berbagi makanan kepada orang lain sering kali lebih bermanfaat dibandingkan membuat acara besar yang justru menyita waktu. Cara ini tetap menghadirkan kebahagiaan berbuka tanpa mengganggu aktivitas ibadah.

Menurutnya, tidak sedikit acara buka bersama yang berakhir hingga larut malam. Akibatnya, tarawih terlewat, tadarus tidak sempat dilakukan, bahkan ada yang melewatkan sholat berjamaah.

“Banyak buka bersama yang dibuat saat ini malah menjadikan tarawih hilang dan segala macam kebaikan-kebaikan menjadi hilang gara-gara buka bersama,” katanya.

Buya Yahya juga menjelaskan bahwa acara buka bersama yang digelar oleh orang-orang yang terbiasa menjaga ibadah biasanya berjalan lebih tertib. Ada doa sebelum berbuka, setelah makan langsung melaksanakan sholat, lalu dilanjutkan ibadah lainnya.

“Kalau kelas ahli ibadah yang mengadakan buka bersama, itu rapi. Sebelum berbuka sudah ada doa, ada ini, ada itu. Setelah itu langsung ibadah,” jelasnya.

Namun kondisi di lapangan sering berbeda. Banyak acara yang terlalu santai hingga membuat orang lupa waktu. Percakapan yang panjang akhirnya membuat suasana Ramadan terasa seperti hari biasa.

Karena itu, Buya Yahya mengingatkan agar umat Islam lebih bijak saat mengadakan atau menghadiri buka bersama. Jangan sampai kegiatan sosial justru mengurangi kesempatan meraih pahala.

Ia juga menyoroti sisi lain yang kadang muncul dalam acara buka bersama, yaitu pemborosan. Tidak jarang orang berlomba-lomba membuat acara yang mewah, padahal masih banyak orang yang kesulitan mendapatkan makanan untuk berbuka.

Dalam pandangannya, Ramadan seharusnya menjadi waktu untuk memperbanyak kepedulian kepada sesama. Jika makanan dibagikan kepada yang membutuhkan, nilainya bisa jauh lebih besar.

Buya Yahya menegaskan bahwa buka bersama bukanlah sesuatu yang dilarang. Tradisi tersebut tetap boleh dilakukan selama tidak mengganggu kewajiban ibadah.

Kuncinya adalah pengaturan waktu dan niat yang benar. Jika acara tetap sederhana dan tidak membuat orang lalai, maka kebersamaan itu justru bisa menjadi kebaikan.

Sebaliknya, jika buka bersama hanya menjadi ajang makan dan bercanda tanpa memperhatikan waktu ibadah, maka makna Ramadan bisa berkurang.

Pesan ini menjadi pengingat bahwa Ramadan bukan sekadar soal hidangan berbuka. Bulan ini adalah kesempatan untuk memperbanyak amal dan memperkuat hubungan dengan Allah.

Karena itu, setiap kegiatan selama Ramadan sebaiknya tetap diarahkan agar mendukung ibadah, bukan malah menjauhkannya. (*)

You Might Also Like

Mahasiswa Sentil Pemerintah: Duluan Mana, 19 Juta Lapangan Kerja atau Rp19.000 per Dolar?

Mengenal Lebih Dekat Dian Putri: Eks-Kowad Cantik Jadi Pebisnis, Terseret Pencucian Uang

Daftar 7 Bupati/Wali Kota Hasil Pilkada 2024 yang Terjaring OTT KPK, Dua dari Jateng

Saleh Wakil Ketua DPRD Jateng Soroti Tantangan Komunikasi Publik Era Digital

Video Tak Senonoh Boyolali Akhirnya Berujung Kursi Camat Melayang

TAGGED:bukabuka bersamaramadan
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ilustrasi pembayaran tunai menggunakan mata uang rupiah. THR Belum Cair? Tenang, Begini Cara Lapor Online Resmi
Next Article Wali Kota Solo dan Wakil Wali Kota Solo, Respati Ardi-Astrid Widayani, beber pencapaian selama setahun memimpin Solo, saat ngabuburit bareng warga di Monumen Apem Sewu Bantaran Sungai BBWS Bengawan Solo, Jumat (6/3/2026). Ngabuburit Bareng Warga, Respati–Astrid ‘Curhat’ Setahun Pimpin Solo

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Ilustrasi banjir yang menghanyutkan kayu gelondongan.

Padang Diterjang Banjir Bandang, Kayu Gelondongan Ikut Hanyut ke Permukiman

Baru Datang, Besok Habis! Satu Tangki Air Bersih di Jabungan Tak Kuat Lawan Kemarau

SIDANG KORUPSI--Kades dan warga Pati menjadi saksi sidang korupsi terdakwa Sudewo di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (3/8/2026). (bae)

Endus Permainan Politik? Kuasa Hukum Sudewo Ungkit Penyidik KPK Diduga Kerabat Mantan Bupati Haryanto

TAK RAMAI LAGI - Pedagang bendera dan umbul-umbul sedang merapikan dagangan mereka, di pinggir jalan di Semarang. Pelapak bendera curhat, dagangan mereka kini sepi tak seramai dulu lagi. Kata mereka, lapak bendera pinggir jalan kalah saing sama pedagang online. (dul)

Curhat Getir Pedagang Bendera di Awal Agustus, Lapak Sepi Pembeli Perkara Ini

Baru 30 Menit, Ludes! Makan Gratis Darul Hisan Diserbu Warga Semarang Tiap Pagi

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Rotary Semarang dan Musisi Rumanfaat Tanam Pohon di Lereng Ungaran

Februari 2, 2026
Ilustrasi pesawat ATR terbang di udara.
Info

Pesawat ATR Indonesia Air Transport Rute Jogja-Makassar Hilang Kontak di Maros

Januari 17, 2026
Info

Pompa Nambah, Jalan Mulus, Banjir Dikejar: Curhat Infrastruktur Wali Kota Semarang

Desember 18, 2025
Daerah

Biar Gak Kena Risiko Korupsi, ASN Semarang Diajak Ikut Isi Survei KPK

September 5, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Buya Yahya Ingatkan Buka Bersama Jangan Sampai Lupa Ibadah
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?