BACAAJA, SALATIGA- Stadion Kridanggo, Kota Salatiga, dipenuhi semangat anak-anak muda yang ingin mengejar cita-cita sebagai pesepak bola profesional. Mereka rela datang sejak Sabtu (13/6/2026) pagi demi seleksi mewaliki Jawa Tengah menuju Soekarno Cup 2026.
Bagi para peserta, ajang ini bukan sekadar berebut posisi 25 pemain terbaik. Ini adalah kesempatan untuk membuktikan kemampuan sekaligus membuka jalan menuju karier yang lebih tinggi.
Fahril I Saputra, pemain asal Surakarta yang berposisi sebagai sayap kanan, mengaku menikmati proses seleksi. Cuaca yang mendukung membuatnya bisa tampil maksimal di lapangan. “Sangat baik ya menurut saya, cuaca juga mendukung untuk saya bisa tampil yang terbaik,” katanya, Sabtu (13/6/2026).
Fahril menyimpan mimpi besar. Ia ingin suatu hari bisa mengenakan seragam Tim Nasional Indonesia dan membuat bangga kedua orang tuanya. “Saya sangat ingin bermain di tim nasional untuk masa depan saya biar bisa membanggakan kedua orang tua saya. Ajang (seleksi) ini jadi lompatan untuk menuju jenjang selanjutnya,” ujarnya.
Baca juga: 295 Pemain Muda Berebut Tiket Soekarno Cup
Cerita serupa datang dari Raditya Surya Wijaya asal Demak. Meski mengaku seleksi berlangsung cukup berat, ia tetap menikmati setiap tantangan yang dihadapi. “Prosesnya lumayan susah, sih, karena lapangannya itu agak keras jadi buat mengontrol bolannya juga susah,” katanya.
Masalah bertambah karena ia bermain dengan tim yang diacak, sehingga susah menjalin chemistry. “Kayak sesama teman satu sama lain kurang mengerti, jadi kurang paham,” imbuhnya.
Raditya lantas menganggap bermain bersama peserta dari berbagai daerah menjadi pengalaman baru yang menambah ilmu dan pertemanan. Targetnya pun ia berharap bisa lolos. “Target sih pasti lolos karena buat mewakili Jawa Tengah ya pasti jadi suatu kebanggaan buat diri sendiri sama DPC PDI Demak,” ucapnya.
Optimisme juga terpancar dari dua pemain asal Klaten, Danindra Putra Aditama dan Irfan Raditya. Meski baru pertama kali bermain bersama rekan yang dipilih secara acak, keduanya mengaku menikmati suasana seleksi. “Alhamdulillah berjalan dengan lancar dan seru juga, dapat teman-teman baru di sini, senang,” kata Danindra.
Ia yakin mimpi menjadi pesepak bola profesional hanya bisa diraih dengan latihan yang konsisten dan rasa percaya diri. “Banyak latihan aja, fokus terus, percaya diri,” ujarnya.
Penyaringan Pemain
Sementara itu, Pelatih Kepala Sri Nanda Yudi Himawan mengatakan, proses seleksi dilakukan bertahap agar pemain yang terpilih benar-benar memiliki kualitas terbaik.
Dari total 295 pesepak bola muda yang ikut seleksi pada Sabtu (13/6/2026), akan diambil 66 pemain terbaik untuk mengikuti seleksi Minggu (14/6/2026). “Setelah itu akan dikerucutkan menjadi 25 pemain,” ujarnya. Nantinya, 25 pesepak bola muda terpilih akan menjadi tim DPD PDIP Jateng untuk mengikuti Soekarno Cup di Jawa Timur pada Agustus mendatang.
Ketua PDIP Jateng, Dolfie Othniel Frederic Palit mengingatkan, bahwa seleksi pasti melahirkan dua hasil, yakni ada yang lolos dan ada yang harus mencoba lagi.
Baca juga: Final Soekarno Cup 2025: Adu Tajam Wawan vs Ade Ivan, Siapa Jadi Raja Gol?
“Di dalam seleksi selalu ada yang terpilih dan ada yang tidak terpilih. Yang tidak terpilih tetap semangat,” katanya saat membuka seleksi pemain. Menurut Dolfie, kesempatan menjadi atlet tidak berhenti di seleksi kali ini. Masih banyak ajang di tingkat kabupaten maupun karesidenan yang bisa menjadi jalan untuk berkembang.
Ia juga memotivasi para peserta dengan mencontohkan atlet yang sukses berkat kerja keras dan disiplin. Menurutnya, siapa pun bisa menembus level nasional hingga internasional selama terus berlatih dan tidak mudah menyerah.
Di lapangan seleksi, yang diuji bukan cuma kecepatan lari atau akurasi umpan. Kadang yang paling menentukan justru kemampuan menerima hasil. Sebab dalam sepak bola, seperti hidup, tidak semua orang masuk starting eleven. Tapi semua orang tetap punya kesempatan mencetak gol di pertandingan berikutnya. (bae)

