BACAAJA, SALATIGA- DPD PDI Perjuangan Jateng mulai berburu bibit pesepak bola muda untuk berlaga di Soekarno Cup 2026 tingkat nasional. Sebanyak 295 pemain U-17 dari berbagai daerah mengikuti seleksi yang digelar di Stadion Kridanggo, Salatiga, Sabtu-Minggu, (13-14/6/2026).
Sejak pagi, para peserta sudah memadati stadion untuk menjalani tahapan seleksi. Mereka datang membawa harapan bisa menjadi bagian dari tim Jawa Tengah yang akan tampil di tingkat nasional pada Agustus mendatang.
Baca juga: 36 Tim Ikuti Turnamen Sepak Bola Soekarno Cup 2025
Seleksi dibuka langsung Ketua PDIP Jateng, Dolfie Othniel Frederic Palit. Ia melakukan tendangan penalti sebagai tanda dimulainya proses pencarian talenta muda sepak bola tersebut.
Di kesempatan itu, Dolfie menyempatkan untuk menyapa peserta. Anggota DPR RI itu memberi semangat para atlet muda. Dolfie berharap ajang ini bisa menjadi ruang bagi talenta muda untuk menunjukkan kemampuan sekaligus membuka jalan menuju level yang lebih tinggi. Ia juga mengingatkan peserta yang belum lolos agar tetap berlatih karena kesempatan masih terbuka di berbagai kompetisi berikutnya.
Antusiasme Tinggi
Pelatih Kepala, Sri Nanda Yudi Himawan mengatakan antusiasme peserta cukup tinggi. Total ada 295 pemain yang mengikuti seleksi dari enam karesidenan di Jateng.
“Seleksi dibagi dua tahap. Sesi pagi diikuti peserta dari karesidenan Semarang, Surakarta, dan Kedu, sedangkan sesi siang berasal dari Pekalongan, Pati, dan Banyumas,” ujarnya.
Baca juga: Duel Tim Impresif: DPD 1 dan Kabupaten Semarang Siap Bentrok di Final Soekarno Cup 2025
Para pemain nantinya akan menjalani serangkaian penilaian mulai dari kemampuan teknik dasar, fisik, taktik bermain hingga mental bertanding sebelum dipilih menjadi skuad terbaik Jawa Tengah.
Ajang Soekarno Cup sendiri menjadi salah satu panggung yang dinantikan para pemain muda karena kerap menjadi tempat lahirnya bibit-bibit potensial yang kemudian berkembang ke level kompetisi yang lebih tinggi.
Di lapangan seleksi, nama besar orang tua tidak dihitung, jumlah followers juga tidak masuk skor. Yang dicari cuma satu: siapa yang paling siap mengubah mimpi menjadi gol. (bae)

