Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Ekonomi Semarang 5,37 Persen: Nggak Ngebut Banget, Tapi Konsisten
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Ekonomi

Ekonomi Semarang 5,37 Persen: Nggak Ngebut Banget, Tapi Konsisten

Di tengah banyak daerah yang masih cari napas, ekonomi Semarang justru bisa sedikit “nyalip” nasional. Angkanya memang tipis, tapi cukup buat bilang: kota ini nggak lagi jalan di tempat. Pengamat menilai, ada kerja kebijakan yang kelihatan meski PR besar masih nongkrong di depan mata.

T. Budianto
Last updated: Februari 25, 2026 6:44 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
Pakar Kebijakan Publik Undip, Bangkit Aditya Wiryawan. (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Kalau lihat angka-angka terbaru, ekonomi Kota Semarang lagi lumayan bagus. Di saat banyak daerah masih ngos-ngosan, laju ekonomi ibukota Jateng ini justru bisa sedikit nyalip angka nasional.

Pakar Kebijakan Publik Universitas Diponegoro (Undip), Bangkit Aditya Wiryawan menilai, kondisi ini bukan terjadi tiba-tiba. Ada kerja kebijakan yang kelihatan, terutama dalam setahun terakhir di bawah kepemimpinan Agustina-Iswar.

Baca juga: Ekonomi Kota Semarang Ngebut, Dompet Warga Ikut?

Data Badan Pusat Statistik mencatat pertumbuhan ekonomi nasional di angka 5,3 persen. Semarang sedikit di atasnya, sekitar 5,37 persen. Tipis memang, tapi cukup buat nunjukin kota ini nggak jalan di tempat.

“Jadi saya menganggap kontribusi Pemkot Semarang untuk mempertahankan laju pertumbuhan itu cukup baik. Selama setahun terakhir stabilitas makro bisa terjaga,” ujar Bangkit. Stabilitas ini, kata dia, ikut menekan angka kemiskinan.

Turunnya belum dramatis, belum sampai bikin pesta, tapi arahnya benar dan konsisten. Dalam urusan begini, pelan asal jalan sering lebih masuk akal. “Secara umum saya melihat tren positif ini sebagai satu hal yang bisa diapresiasi,” katanya.

Faktor Pemicu

Salah satu pemicunya datang dari sektor infrastruktur. Perbaikan jalan yang dikebut bikin aktivitas warga lebih lancar. Logistik jalan, usaha jalan, dompet warga juga ikut jalan.

Program bantuan operasional RT juga dapat acungan jempol. Skemanya sederhana, tapi efeknya terasa karena duit muter di level warga. Walau begitu, Bangkit mengingatkan, mesin utama ekonomi tetap masyarakat, bukan semata kebijakan. “Kebijakan dan langkah-langkah pemerintah itu positif,” tegasnya.

Namun demikian, catatan kritis tetap disematkan. Infrastruktur di pusat kota masih terasa jauh lebih rapi dibanding wilayah pinggiran dan perbatasan. Kalau ini dibiarkan, ketimpangan bisa tumbuh diam-diam, tahu-tahu sudah gede.

Baca juga: Semarang Gaspol Wujudkan Transportasi Inklusif, Ekonomi Tumbuh Rakyat Nyaman

Soal transportasi, program feeder dan BRT gratis dinilai sangat membantu. Terutama buat pelajar dan warga yang selama ini harus mikir dua kali sebelum naik angkutan umum. “Program ini bagus dan bisa diapresiasi. Kalau bisa diperluas, ini sangat membantu pengeluaran anak sekolah dan masyarakat,” ujarnya.

Ke depan, tantangan berat masih soal rob di wilayah utara. Bangkit menilai pemkot tak bisa sendirian menghadapi ini, perlu sinergi dengan proyek besar seperti tanggul laut. Ia menutup dengan catatan yang agak nyeletuk tapi serius.

Di Semarang, kemiskinan mungkin bukan soal utama. Yang lebih rawan justru ketimpangan. “Mungkin kemiskinan bukan masalah utama di Semarang, tapi ketimpangannya. Diharapkan muncul inovasi-inovasi yang benar-benar berhasil,” pungkasnya. (bae)

You Might Also Like

Gubernur Luthfi Soal MBG: “Nggak Cuma Kenyang, Tapi Aman!”

PSI Jateng Respons Rumor Hendi, Tegaskan Partai Terbuka untuk Siapa Saja

Seni dan Tradisi, Jalan Sunyi Membentuk Karakter Bangsa

Pemkot Siapkan Jalur Konektivitas Heritage, Wisata Kota Lama Bakal Terkoneksi ke Pecinan hingga Kampung Melayu

Tanggal 27 September 2025: Fenomena Matematika Paling Gokil Abad Ini

TAGGED:agustina=iswarheadlinekota semarangpemkot semarangpertumbuhan ekonomi
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 90 Ton Kratom
Next Article Ilustrasi BPJS Kesehatan. Iuran BPJS Mau Naik, Siapa yang Kena? Ini Kata Menterinya

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Menepis Orkestrasi Siasat Adu Domba di Kalangan Aktivis Mahasiswa

Tiga Kebiasaan Sepele yang Bikin Saraf Kejepit

Mau Tahu, Tanda-Tanda Jiwa Pemimpin Mulai Kelihatan

Bukan Cuma Gigi, Lidah Bersih, Napas Makin Fresh Seharian

Deri Corfe Resmi Pemain Asing Pertama PSIS

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

DPRD Minta Plaza Simpang Lima Dihidupkan Lagi

Januari 31, 2026
Kapolri Listyo Sigit Prabowo memluk keluarga ojol yang tewas dilindas kendaraan Brimob, di Jakarta, Kamis (28/8/2025).
Nasional

Kata Kapolri kepada Keluarga Ojol Tewas Dilindas Brimob: Bapak yang Sabar Ya

Agustus 29, 2025
Fokus

Dialek Semarangan Sangat Egaliter, “Ndasmu” Pun Dianggap Wajar

Mei 15, 2026
Daerah

Pemkot Serap Aspirasi Warga Lewat Tarling

Februari 19, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Ekonomi Semarang 5,37 Persen: Nggak Ngebut Banget, Tapi Konsisten
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?