Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Dunia Siap Bantu tapi Pemerintah Tutup Pintu, Takut Borok Lahan Ketahuan?
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Dunia Siap Bantu tapi Pemerintah Tutup Pintu, Takut Borok Lahan Ketahuan?

R. Izra
Last updated: Desember 22, 2025 6:18 am
By R. Izra
4 Min Read
Share
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Ada fenomena unik nih di tengah banjir besar yang ngehajar Sumatera dan Aceh: dunia udah siap ngegas bantu, tapi Indonesia masih bilang “tahan dulu, bro.”

Padahal, banjir dan longsor udah makan banyak korban, ribuan orang mengungsi, dan akses bantuan ke beberapa wilayah masih ke-blocked lumpur dan reruntuhan.
Tapi pemerintah menegaskan: bantuan internasional belum dibuka.

Bacaaja: Bendera Bulan Bintang Berkibar di Tengah Bencana Aceh, Luapan Rasa Kecewa?
Bacaaja: Bupati Kabur Saat Banjir, Mualem Singgung Karaoke di Tengah Panik

Alasannya? Katanya masih bisa ditangani nasional.

Mensesneg Prasetyo Hadi bilang, “Untuk bantuan sementara belum ya. Tapi kita apresiasi perhatian negara-negara sahabat.”

Simpelnya: negara lain udah standby, Indonesia masih jawab: “Ntar dulu, kita lihat situasi.”

Terus siapa aja sih yang udah siap turun tangan?

1. Malaysia

Malaysia nggak pakai banyak omong. Mereka langsung kirim 2 ton pasokan medis, tim dokter, dan personel penyelamat ke Aceh pada 29 November 2025.

Paket sekitar 1 juta ringgit (Rp 4 miliar) itu udah mendarat di Bandara Sultan Iskandar Muda.
Koordinasinya rapi lewat Gomez Medical Services dan Blue Sky Rescue Malaysia.

Ironisnya, Malaysia sendiri lagi diterpa dampak Siklon Senyar. Tapi mereka tetap nyempetin bantu Aceh duluan…

2. Elon Musk

Yup, Elon Musk masuk list. Starlink ngumumin layanan internet gratis untuk wilayah terdampak banjir besar di Indonesia dan Sri Lanka sampai akhir Desember 2025.

Tanpa ribet:

  • pengguna lama langsung dapat kredit otomatis
  • yang sempat nonaktif bisa re-activate gratis
  • pengguna baru cukup bikin tiket bertuliskan “Dukungan Banjir Indonesia

Starlink juga ngebut pasang terminal di Sumatera yang BTS–nya banyak tumbang.

3. Liga Muslim Dunia (MWL)

Sekjen MWL, Sheikh Mohammed Al-Issa, datang langsung ke Jakarta dan bilang MWL siap kerahkan sumber daya buat bantu Indonesia.

Mereka menyampaikan belasungkawa, siap kasih dukungan penuh, tapi lagi-lagi: bantuan asing belum dibuka.
Jadi MWL masih stay di mode: “Siap, kalau diminta.”

4. PBB

Sekjen Antonio Guterres kirim belasungkawa atas bencana di Indonesia, Sri Lanka, Thailand, dan Malaysia.

Juru Bicaranya, Stephane Dujarric, bilang PBB siap bantu respons darurat kapan pun.
Koordinasi juga udah jalan.

Intinya: pintunya sudah dibuka dari sana. Tinggal dari sini belum ngizinin.

5. Uni Emirat Arab

UEA juga udah gercep. Dubes Abdulla AlDhaheri bilang pihaknya sudah ditelepon dari negaranya untuk menanyakan kesiapan bantu Indonesia.

Komunikasi intens sama Kemlu RI udah dilakukan.
Tapi UEA paham: Indonesia belum menetapkan banjir ini sebagai bencana nasional, jadi bantuan asing otomatis belum bisa masuk.

Dunia udah siap, standby mode ON, tapi Indonesia masih di mode: “kita coba handle dulu sendiri.”

Apakah ini langkah strategis? Atau justru bikin bantuan yang harusnya cepat jadi nunggu izin administrasi?

Prabowo kuasai lahan seluas 4 kali Singapura

Di sisi lain, Presiden Prabowo Subianto memiliki atau menguasai lahan yang luasnya setara empat kali negara Singapura.

Apa karena Singapura itu kecil? Oh Tidak. Luas Singapura adalah 728 km².

Empat kalinya berarti sekitar 2.900 km², atau dalam hitungan Indonesia, sekitar 290.000 hektare.

Angka itu bukan muncul tiba-tiba. Itu berasal dari pernyataan publik saat debat politik beberapa tahun lalu — yang menyebut Prabowo menguasai sekitar 340.000 hektare lahan HGU:

  • 220.000 hektare di Kalimantan Timur
  • 120.000 hektare di Aceh Tengah

Jumlahnya hampir sama dengan empat kali Singapura. Dan angka itu melekat hingga hari ini —menjadi bagian dari memori politik Indonesia. (*)

You Might Also Like

Pemprov Terjunkan Dokter Speling ke Lokasi Bencana

Banjir Kembali Terjang Mangkang Kulon

Laras Faizati Divonis Bersalah, Dihukum 6 Bulan Penjara dengan Masa Percobaan 1 Tahun

423 Atlet Pelatda Jateng Jalani Tes Fisik

Dua Putri Gus Dur Ikut Desak Bebaskan Aktivis Semarang

TAGGED:acehbanjir bandangbantuanbantuan internasionalbencana sumateraheadline
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Bupati Kabur Saat Banjir, Mualem Singgung Karaoke di Tengah Panik
Next Article Pulang Malam Bawa Lelah, Berangkat Sore Bawa Doa: Marlan Terus Ngantor Meski 8 Bulan Tak Digaji

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Dialek Semarangan Sangat Egaliter, “Ndasmu” Pun Dianggap Wajar

Gak Ada Takut-takutnya, Tersangka Kurir Sabu 5 Kg Malah Cengengesan di Kejaksaan

Dari Tongkrongan ke Dunia Digital, Dialek Semarang Kembali Dirindukan

Undip Kenalkan Kopi Tawangmangu ke Dunia

KPK Kulik Aktivitas Fadia Arafiq Saat Menjabat

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Petugas Dishub Semarang berjaga di tepi jalan kawasan BSB, mengahalau truk besar yang hendak menuju Jl. Prof Hamka, Ngaliyan, Senin (13/4/2026).
Fokus

Penertiban Truk Besar di Ngaliyan, Dishub Gerak Cepat atau Sudah Terlambat?

April 13, 2026
Ketua DPP PDIP, Ganjar Pranowo.
Politik

Ganjar Tegesin PDIP Tolak Keras Pilkada Lewat DPRD: Sudah Benar Pilih Langsung Aja!

Januari 11, 2026
BERI KETERANGAN: Wakil Ketua LPSK, Wawan Fahrudin memberikan keterangan dalam konfrensi pers, Minggu (14/9). (Foto: bae)
Hukum

LPSK Blusukan Cari Fakta Kematian Iko Unnes, Persilakan Publik Sumbang Informasi

September 15, 2025
KIAI CABUL - Kiai Ashari, pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, mengaku wali untuk memanipulasi psikologi korban. Kiai Ashari mencabuli 50 santriwati, mayoritas korban berasal dari keluarga rentan.
Hukum

Pengacara Tolak Suap Rp400 Juta, Pilih Kawal Terus Kasus Kiai Pati Cabuli 50 Santriwati

Mei 6, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Dunia Siap Bantu tapi Pemerintah Tutup Pintu, Takut Borok Lahan Ketahuan?
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?