Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Fatayat NU Diminta Jadi “Tameng” Perempuan & Anak
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Fatayat NU Diminta Jadi “Tameng” Perempuan & Anak

Di tengah isu kekerasan yang masih jadi PR bareng, Fatayat NU diingatkan buat nggak cuma aktif di kegiatan rutin. Tapi juga harus konsisten jadi garda depan buat lindungi perempuan dan anak, nggak setengah-setengah.

T. Budianto
Last updated: April 20, 2026 5:42 pm
By T. Budianto
2 Min Read
Share
HARLAH FATAYAT: Ketua TP PKK Jateng, Nawal Arafah Yasin menghadiri Festival Seni dan Halalbihalal Harlah ke-76 Fatayat NU Rembang di Pantai Karangjahe, Minggu (19/4/2026). (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, REMBANG- Ketua TP PKK Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin mendorong Fatayat NU untuk tetap konsisten dalam urusan perlindungan perempuan dan anak dari kekerasan. Menurutnya, peran organisasi ini sudah terbukti penting, tinggal diperkuat dan diperluas dampaknya.

Selama ini, Fatayat NU dinilai nggak cuma bergerak di tataran wacana. Mereka sudah turun langsung lewat edukasi ke masyarakat, pendampingan hukum untuk korban, sampai program pemberdayaan perempuan yang jalan terus.

“Fatayat itu fokusnya jelas, pemberdayaan perempuan. Bahkan paralegal sudah lebih dulu ada di Fatayat,” kata Nawal saat menghadiri Festival Seni dan Halalbihalal Harlah ke-76 Fatayat NU Rembang di Pantai Karangjahe, Minggu (19/4/2026).

Baca juga: Pesantren Diminta Nggak Cuma Jago Doa

Meski begitu, data di lapangan masih jadi pengingat. Berdasarkan catatan Dinsos PPKB Rembang, ada delapan kasus kekerasan terhadap perempuan dan 16 kasus terhadap anak. Angkanya memang tergolong rendah dibanding daerah lain di Jawa Tengah, tapi tetap nggak bisa dianggap sepele.

Nawal menilai, capaian itu nggak lepas dari kolaborasi banyak pihak, mulai dari pemerintah daerah sampai organisasi seperti Fatayat NU yang konsisten mengawal isu ini.

Semakin Merakyat

Karena itu, ia ngajak kader Fatayat untuk nggak kendor. Justru harus makin “membumi”, lebih dekat dengan masyarakat, dan terus menjaga nilai ketulusan dalam bergerak. “Fatayat harus punya kekuatan nilai. Jangan sampai cuma besar secara organisasi, tapi jauh dari masyarakat,” tegasnya.

Untuk memperkuat gerakan, Fatayat juga didorong ikut terlibat dalam program Pemprov, salah satu fokusnya adalah Rumah Perlindungan Perempuan dan Anak (RPPA), yang jadi tempat pendampingan korban kekerasan.

Baca juga: Cegah Banjir: Kader PKK Jateng Diajak Nandur Pohon

Nggak cuma bicara soal perlindungan, Nawal juga mengapresiasi Festival Seni yang digelar. Menurutnya, ini bukti kalau kader Fatayat punya banyak potensi kreatif yang bisa terus dikembangkan. Ia berharap ke depan Fatayat NU nggak cuma aktif, tapi juga produktif, berdaya, dan punya dampak luas, bahkan sampai level global.

Organisasi sudah kuat, program juga jalan. Tinggal satu yang kadang masih bolong: konsistensi. Karena di lapangan, perlindungan itu bukan soal seremoni, tapi soal siapa yang benar-benar hadir saat korban butuh ditolong. (tebe)

You Might Also Like

Aktivis Semarang Diciduk: Tangkap Dulu, Bukti Belakangan

Perpus Jateng Nggak Lagi Sepi: Tembus 4,3 Juta Kunjungan Sepanjang 2025

Adonan Maut Mi Nyemek Boyolali: 100 Kg Bahan Dicampur 1 Liter Cairan Pengawet Mayat

Premier League Top 50 Versi ESPN: Siapa Saja Superstar yang Wajib Kamu Follow Musim Ini?

Terkendala Administrasi, Tiga Pemain Asing PSIS Gagal Tampil

TAGGED:fatayat NUheadlinenawal yasintp pkk
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Bantuan Rp25 Juta per RT Belum Cair, Pemkot Masih Nyusun Perwal
Next Article Nggak Perlu Jauh ke Kota, Tiga Stasiun Pantura Ini “Hidup” Lagi

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Kirab KH Sholeh Darat, Agustina: Selama Saya Menjabat, Jalan Terus

Gombel Lama Ditutup Tujuh Bulan

Nggak Perlu Jauh ke Kota, Tiga Stasiun Pantura Ini “Hidup” Lagi

Fatayat NU Diminta Jadi “Tameng” Perempuan & Anak

Bantuan Rp25 Juta per RT Belum Cair, Pemkot Masih Nyusun Perwal

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ilustrasi energi baru terbarukan (ebt) pembangkit listrik tenaga angin dan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). (narakita/grafis/tera)
Sirkular

EBT Bisa Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Global 21 Persen pada 2060, Ini Syaratnya

Juli 6, 2025
Info

Wagub Pastikan Perbaikan Jalan di Jateng Rampung H-10 Lebaran

Maret 3, 2026
Kawasan Jalan Yos Sudarso, Kota Solo. (ist)
Info

Kawasan Yos Sudarso Dibikin Wisata Jalanan ala Thailand, Wali Kota Solo: Pasti Libatkan Publik

Januari 11, 2026
Info

Dukung Program Sumur Resapan, Saleh: Solusi Sederhana untuk Cegah Banjir

April 7, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Fatayat NU Diminta Jadi “Tameng” Perempuan & Anak
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?