Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Pesantren Diminta Nggak Cuma Jago Doa
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Pesantren Diminta Nggak Cuma Jago Doa

Ngaji iya, wirid jalan, tapi urusan ekonomi jangan cuma pasrah sama amplop Lebaran. Pesantren sekarang didorong naik level: bukan cuma jadi pusat ilmu agama, tapi juga mesin penggerak ekonomi. Dari santri, oleh santri, buat lingkungan sekitar.

T. Budianto
Last updated: Januari 26, 2026 3:05 am
By T. Budianto
3 Min Read
Share
KHOTMIL QURAN: Wagub Jateng, Taj Yasin Maimoen menghadiri Haflah Akhirussanah dan Khotmil Quran di Pondok Pesantren Manba’ul Hikmah, Kaliwungu, Kendal, Minggu (25/1/2026). (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, KENDAL- Wagub Jateng, Taj Yasin Maimoen punya pesan yang cukup “nyeletuk tapi nancep”: santri jangan cuma jago ceramah, tapi juga melek usaha. Pondok pesantren dinilai punya potensi besar buat mandiri secara ekonomi dan jadi motor kesejahteraan di daerahnya masing-masing.

Pesan itu disampaikan Taj Yasin saat menghadiri Haflah Akhirussanah dan Khotmil Qur’an di Pondok Pesantren Manba’ul Hikmah, Kaliwungu, Kendal, Minggu (25/1/2026).

Menurutnya, belajar agama itu wajib. Tapi di era sekarang, santri juga perlu dibekali skill wirausaha biar pesantren nggak cuma hidup dari donasi, tapi bisa berdiri di kaki sendiri.

Baca juga: Pesantren Nggak Jalan Sendiri Lagi, Pemkot Semarang Ikut Turun Tangan

“Santri jangan hanya mengajarkan ilmu, tapi juga memberi contoh bagaimana mengembangkan perekonomian dan kesejahteraan di lingkungan pesantren,” ujar Taj Yasin.

Ia menegaskan, peran pesantren hari ini sudah bergeser ke level yang lebih strategis. Bukan sekadar tempat ngaji dan mondok, tapi juga pusat ekonomi umat dan penggerak kesejahteraan masyarakat Jateng.

Dukungan Penuh

Soal dukungan, Taj Yasin menyebut pemerintah sekarang cukup serius memperhatikan pesantren. Mulai dari tingkat kabupaten, provinsi, sampai pusat, semuanya mulai satu frekuensi.

Dalam acara itu, Taj Yasin juga menyerahkan bisyaroh atau tali asih kepada para santri penghafal Al-Qur’an. Nggak cuma itu, ia sekaligus meresmikan Gedung SMA Manba’ul Hikmah sebagai simbol integrasi pendidikan agama dan umum, biar santri nggak cuma kuat iman, tapi juga siap bersaing di dunia luar.

Salah satu santriwati, Wafiq Salma mengaku, perhatian dari Pemprov Jateng ini terasa nyata. Mahasiswi STIK Kendal itu menjadi penerima program Bisyarah bagi penghafal Alquran.

Baginya, bantuan tersebut bukan soal nominal, tapi pengakuan atas perjuangan panjang menjaga hafalan ayat suci. “Alhamdulillah, tahfidz di Jawa Tengah benar-benar diapresiasi,” kata Wafiq.

Baca juga: Ratusan Hafiz Terima Tali Asih dari Pemprov Jateng, Setiap Santri Dapat Rp1 Juta

Ia berencana menggunakan bantuan itu untuk hal-hal yang bermanfaat dan berharap program tersebut terus berlanjut. Menurutnya, perhatian pemerintah jadi suntikan semangat besar bagi santri agar tetap istiqomah menghafal Alquran. “Harapannya bantuan ini diteruskan supaya makin memotivasi santri menghafal Alquran,” ujarnya.

Kalau dulu pesantren identik dengan kitab kuning dan jadwal ngaji padat, sekarang ditantang buat nambah satu hal lagi: laporan keuangan yang sehat. Karena di zaman sekarang, doa tetap penting, tapi pesantren yang mandiri secara ekonomi jelas bikin umat lebih pede. (tebe)

You Might Also Like

Tol Kalikangkung Mulai “Diserbu”: 33 Ribu Mobil dari Jakarta Antre Masuk Semarang

Kapolri Gaspol, 32 Dapur Gizi Polri di Jateng Resmi Beroperasi!

Bandara A Yani Semarang Tambah Rute Surabaya, Terbang Makin Praktis Tanpa Ribet Transit!

Kreatif! AI Pemantau Sampah Semarang AISSA Dilirik Ajang Inovasi Dunia

Uang Rumah Sakit Raib Diam-Diam, Pegawai Boyolali Main Judi Online

TAGGED:ekonom pesantrenpemprov jatengponpeswagub jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Mobil pickup roda depannya kejeblos lubang jalan di Kawasan Industri Candi Semarang, Minggu (25/1/2026). (bae) Jalan Kawasan Industri Candi Rusak Parah, Warga: Berlubang Seperti Kolam Ikan
Next Article Nggak Cuma Cantik, Tapi Juga Nggak Nyampah: Batik Rejomulyo Naik Level

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Pelatih Basket Jateng Diduga Aniaya Pemain, Perbasi Turun Tangan

Luthfi Ingin Bank Jateng Jadi “Bank Sejuta Umat”

HUT ke-81 RI, Naik Trans Jateng Cuma Bayar 19 Persen

Bukan Sekadar Aspal, Ini Sebab Jalan Majapahit Cepat Rusak

Tradisigila Belum Mau Pulang: Street Love Memories Jadi Album Ketiga yang Penuh Cinta

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

PIMPINAN DEWAN - Wakil Ketua DPRD Jateng dari Fraksi Golkar, M Saleh.
Info

Apresiasi Penurunan Angka Kemiskinan di Jateng, M Saleh: Kabar Baik, tapi Jangan Kendor!

April 6, 2026
Info

Semarang Masuk Jajaran “Transformer City” Nasional

Juli 2, 2026
Pendidikan

Hingga Juni, 6.000 Anak Putus Sekolah di Bogor

Juli 26, 2026
Ekonomi

576 Ribu UMKM Ditarget Kantongi Sertifikat Halal

April 21, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Pesantren Diminta Nggak Cuma Jago Doa
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?