Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Purbaya Ngaku: Suntikan Triliunan ke Himbara Belum Ngefek
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Ekonomi

Purbaya Ngaku: Suntikan Triliunan ke Himbara Belum Ngefek

Menurut Purbaya, dampak positif sebenarnya sudah mulai terlihat. Aktivitas ekonomi perlahan membaik setelah kebijakan itu berjalan. Namun, ia tak menampik ada ganjalan di awal, terutama soal sinkronisasi kebijakan antara Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia.

Nugroho P.
Last updated: Januari 1, 2026 7:51 am
By Nugroho P.
3 Min Read
Share
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan penolakannya terhadap rencana Tax Amnesty Jilid III. Ia menilai kebijakan itu bisa merusak kredibilitas pemerintah dan justru memberi insentif bagi wajib pajak nakal.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan penolakannya terhadap rencana Tax Amnesty Jilid III. Ia menilai kebijakan itu bisa merusak kredibilitas pemerintah dan justru memberi insentif bagi wajib pajak nakal.
SHARE

BACAAJA, JAKARTA –  Suntikan dana jumbo ke perbankan pelat merah rupanya belum memberi dorongan sekuat yang dibayangkan pemerintah. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara terbuka mengakui, injeksi likuiditas ratusan triliun rupiah ke bank-bank Himbara belum sepenuhnya berhasil memacu ekonomi melaju lebih kencang.

Kebijakan ini mulai dijalankan pada 12 September 2025, ketika dana dari Bank Indonesia dipindahkan ke enam bank anggota Himbara. Targetnya jelas: kredit ke sektor riil mengalir lebih deras, roda ekonomi kembali berputar lebih cepat di tengah perlambatan yang terasa sepanjang sembilan bulan awal 2025.

Menurut Purbaya, dampak positif sebenarnya sudah mulai terlihat. Aktivitas ekonomi perlahan membaik setelah kebijakan itu berjalan. Namun, ia tak menampik ada ganjalan di awal, terutama soal sinkronisasi kebijakan antara Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia.

“Dampak kebijakan injeksi uang yang kami taruh di sistem perbankan itu enggak seoptimal yang saya duga sebelumnya. Ekonomi harusnya lari lebih cepat,” kata Purbaya saat berbincang dengan media di kantornya, Rabu, 31 Desember 2025.

Ia menjelaskan, ketidaksinkronan tersebut kini sudah dibereskan. Hasilnya mulai terasa dalam satu bulan terakhir, ketika sejumlah indikator ekonomi menunjukkan perbaikan yang lebih nyata dibanding periode sebelumnya.

Untuk kuartal keempat 2025, Purbaya memproyeksikan pertumbuhan ekonomi bisa menyentuh angka 5,4 persen. Sementara secara tahunan, ekonomi Indonesia diperkirakan tumbuh 5,2 persen, sejalan dengan target yang dipasang dalam APBN 2025.

Ke depan, pemerintah memasang harapan lebih tinggi. Dengan kebijakan yang semakin selaras bersama Bank Indonesia dan sejumlah perbaikan lanjutan, Purbaya optimistis pertumbuhan ekonomi 2026 berpeluang menembus 6 persen, meski target resmi APBN 2026 masih berada di level 5,4 persen.

Adapun dana yang dipindahkan berasal dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) senilai Rp 200 triliun. Uang tersebut ditempatkan di lima bank besar, yakni BRI, BNI, Bank Mandiri, BTN, dan BSI, berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 276 Tahun 2025.

Dari sisi data, penyaluran kredit memang sempat bergerak naik setelah penempatan dana. Pada September 2025, kredit perbankan tumbuh 7,70 persen, sedikit lebih tinggi dibanding Agustus yang berada di 7,56 persen. Namun laju itu kembali melambat di Oktober menjadi 7,36 persen, sebelum naik lagi ke 7,7 persen pada November 2025.

Meski membaik, angka tersebut masih jauh dari capaian tahun-tahun sebelumnya yang bisa menembus pertumbuhan dua digit. Situasi ini memperkuat evaluasi pemerintah bahwa suntikan likuiditas saja belum cukup untuk mendorong akselerasi ekonomi.

Pada November 2025, pemerintah kembali menambah dana Rp 76 triliun ke bank-bank Himbara serta satu Bank Pembangunan Daerah. Namun, Purbaya memastikan sebagian dana tersebut sudah ditarik kembali, yakni sekitar Rp 75 triliun, dari total Rp 276 triliun yang sempat mengendap di sistem perbankan. (*)

You Might Also Like

Dekranasda Pamer Karya Perempuan Jateng di Inacraft

Harga Plastik Ngacir Gila, UMKM Mulai Ikutan Pusing Berat

Teh Sangan Bedana, Cerita Hangat dari Dapur-dapur Desa

Menkeu Purbaya Tolak Tax Amnesty Jilid III: “Udah Dua Kali, Masa Mau Diulang Lagi?”

Mohammad Saleh: BUMD Jangan Cuma Numpang Nama, Saatnya Fokus Nambah PAD

TAGGED:ekonomihimbarakeuangansuntikan dana
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ilustrasi pembagkit listrik tenaga angin, untuk memaksimalkan EBT. Pinggirkan Peran Perempuan Akar Rumput, Kebijakan Iklim Indonesia Salah Arah?
Next Article Menteri Sosial sekaligus Sekjen PBNU, Saifullah Yusuf (Gus Ipul). MBG Bakal Sasar Lansia dan Disabilitas, Nggak Cuma Anak Sekolah, Wah Nambah Nih..

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

TANAM PADI - Petani di Kelurahan Jabungan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang masih menanam padi, meski kemarau sudah mulai datang, Minggu (29/6/2026). (dul)

Petani Jabungan ‘Nekat’ Tanam Padi saat Kemarau Mulai Datang, Gak Takut Kekeringan?

Mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim.

Pidana Uang Pengganti Rp809 Miliar Mustahil Dibayarkan, Hukuman Nadiem Jadi 15 Tahun Penjara

KIRAB BUDAYA - Kirab budaya dalam peringatan Haul Syekh Ahmad Mutamakkin Kajen, bikin suasana tetap meriah tanpa dentuman sound horeg.

Haul Syekh Ahmad Mutamakkin Bikin Kajen Bergetar, Satukan Tradisi dan Harmoni Budaya

Latsarmil SPPI Resmi Dihentikan

Bejatnya Psikolog Gadungan, Tipu dan Cabuli Korban di Hotel Semarang

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Foto ilustrasi seorang warga mengangkat sekarung beras di gudang Bulog. Awas! Beras yang anda konsumsi beras oplosan yang dikata preimum ternyata kwalitasnya tidak sama. Jangan heran jika dimasak mudah basi dan tidak tahan lama.
Ekonomi

Awas! Beras Yang Anda Konsumsi, Premium ‘Oplosan’

Juli 15, 2025
Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Donald Trump menandatangani Agreement on Reciprocal Trade (ART) di Washington, D.C, pada Jumat (20/2/2026). (Kemenko Perekonomian)
Ekonomi

Prabowo-Trump Sepakat: Indonesia Kena Tarif 19 Persen, Produk AS Bebas Bea Masuk RI

Februari 20, 2026
ISI BBM - Ilustrasi pelanggan mengisi BBM di SPBU.
Ekonomi

Resmi! BBM Pertamax Ikut Melambung Tinggi, Jadi Rp16.250 dari Sebelumnya Rp12.300

Juni 10, 2026
Sirkular

IEU-CEPA Jadi Pintu Masuk Produk Hijau RI ke Pasar Eropa

Juli 14, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Purbaya Ngaku: Suntikan Triliunan ke Himbara Belum Ngefek
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?