BACAAJA, NTT – Warga terdampak gempa magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur mulai mendapat tambahan bantuan untuk kebutuhan sehari-hari. Kementerian Sosial mengirim puluhan ton beras hingga ribuan paket sembako ke sejumlah daerah yang masih berada dalam masa tanggap darurat.
Bantuan ini bukan cuma soal makanan. Kemensos juga menggerakkan dapur umum, mengirim logistik untuk pengungsian, dan menambah personel supaya pelayanan warga tetap berjalan meski banyak fasilitas terdampak.
Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono mengatakan kebutuhan dasar warga, terutama mereka yang tinggal di pengungsian, harus dipastikan tetap aman. Mulai dari makanan, tempat mengungsi, pakaian, perlengkapan keluarga, hingga kebutuhan harian lainnya.
“Kebutuhan makan, tempat pengungsian, pakaian, perlengkapan keluarga dan kebutuhan dasar lainnya harus kita pastikan tersedia,” ujar Agus Jabo di Manggarai, Minggu (16/8/2026).
Enam kabupaten kebagian beras
Kemensos menyalurkan 30 ton beras ke enam kabupaten yang terdampak gempa. Daerah tersebut yakni Nagekeo, Sikka, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, dan Ende.
Masing-masing kabupaten mendapatkan alokasi 5 ton beras. Bantuan tersebut disiapkan untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan warga selama kondisi darurat.
Selain beras, Kemensos juga mengirim 5.500 paket sembako. Kabupaten Nagekeo mendapat 500 paket, sedangkan Sikka, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, dan Ende masing-masing menerima 1.000 paket.
Agus mengatakan pembagian bantuan tidak dibuat kaku. Jumlah dan jenis bantuan bisa kembali disesuaikan jika kebutuhan warga di lapangan berubah.
“Distribusi dilakukan menyesuaikan kebutuhan dan kondisi masing-masing daerah. Kalau kebutuhan di lapangan berkembang, tentu dukungannya juga akan kita sesuaikan,” katanya.
Artinya, bantuan masih bisa ditambah sesuai perkembangan selama masa tanggap darurat. Pemerintah juga terus memantau kebutuhan warga di setiap daerah terdampak.
Dapur umum bikin ribuan nasi bungkus
Selain mengirim bahan pangan, Kemensos ikut memastikan warga pengungsi tetap mendapat makanan siap santap. Dapur umum di sejumlah daerah terdampak terus dioperasikan untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Dukungan dapur umum diberikan antara lain di Nagekeo, Sikka, dan Manggarai. Operasionalnya direncanakan berlangsung hingga masa tanggap darurat selesai.
Dalam sehari, dapur umum mampu memproduksi sekitar 4.100 nasi bungkus. Makanan tersebut dibagikan kepada warga terdampak maupun masyarakat yang masih bertahan di lokasi pengungsian.
Pemenuhan makanan juga diperkuat melalui dukungan dari dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dengan begitu, kebutuhan konsumsi warga di pengungsian bisa lebih terjaga.
“Kami ingin memastikan tidak ada warga di pengungsian yang kesulitan mendapatkan makanan. Dapur umum akan terus bekerja sesuai kebutuhan selama masa tanggap darurat,” ujar Agus.
Logistik pengungsian ikut dikirim
Bantuan Kemensos tidak berhenti di urusan pangan. Logistik kedaruratan juga dikirim ke Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, dan Ende.
Bantuan tersebut berisi berbagai kebutuhan yang diperlukan warga selama berada di pengungsian maupun mereka yang rumahnya rusak akibat gempa.
Pemerintah bersama tim di lapangan masih terus memantau kondisi warga. Penyaluran bantuan pun dilakukan secara bertahap agar kebutuhan masyarakat yang terdampak gempa bisa tetap terpenuhi selama masa pemulihan berlangsung. (*)

