Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Bromo Tutup, Omzet Jeep Wisata Malang Ikut Ambyar
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Plesir

Bromo Tutup, Omzet Jeep Wisata Malang Ikut Ambyar

Nugroho P.
Last updated: Agustus 17, 2026 4:06 pm
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
ilustrasi bisnis jeep Bromo.
SHARE

BACAAJA, MALANG – Penutupan kawasan Gunung Bromo ternyata bukan cuma berdampak ke wisatawan. Para pelaku usaha yang selama ini menggantungkan pemasukan dari ramainya kunjungan juga ikut merasakan sepinya order.

Contents
Banyak Pesanan Wisata Berujung RefundWisatawan Dialihkan, Bromo Tetap Jadi PrimadonaJeep Bromo Pilih Setop SementaraBromo Ditutup Gegara Karhutla

Salah satunya Muhammad Nizar Aditya, pemilik jasa penyewaan jeep wisata di Malang. Sejak akses menuju Bromo dari pintu Jemplang ditutup pada Senin (3/8/2026), ia mengaku pemasukan usahanya langsung turun cukup tajam.

Dalam hitungannya, omzet kini merosot sekitar 40 persen. Kondisi ini terasa makin berat karena Bromo merupakan salah satu magnet wisata utama di Jawa Timur, termasuk bagi wisatawan asing.

“Dampaknya sangat-sangat terasa, karena Bromo tujuan utama wisata di Jatim. Untuk penurunan omzet sekitar 40 persen,” kata Nizar kepada Kompas.com, Senin (17/8/2026).

Banyak Pesanan Wisata Berujung Refund

Sepinya bisnis jeep terjadi karena sejumlah wisatawan membatalkan perjalanan yang sebelumnya sudah dipesan. Hingga saat ini, hampir 60 wisatawan tercatat meminta pengembalian uang atau refund.

Dalam kondisi normal, jasa jeep milik Nizar bisa melayani sekitar lima sampai enam trip menuju Bromo setiap pekan. Saat long weekend atau musim liburan, jumlahnya bahkan bisa melonjak menjadi 10 hingga 15 trip dalam sepekan.

Jika dihitung dari jumlah perjalanan yang hilang, Nizar memperkirakan penurunan omzetnya saat ini mencapai sekitar Rp8 juta.

Situasi tersebut jelas bikin pelaku usaha harus memutar otak. Sebab, ketika kawasan wisata utama ditutup, rantai bisnis yang ikut terdampak bukan hanya penyedia jeep, tetapi juga sektor wisata lain yang bergantung pada kedatangan pengunjung.

Wisatawan Dialihkan, Bromo Tetap Jadi Primadona

Untuk menjaga agar wisatawan tidak kehilangan pilihan, Nizar dan pelaku usaha lainnya mencoba menawarkan sejumlah destinasi alternatif. Beberapa di antaranya Tumpak Sewu, Teras Semeru, Air Terjun Kapas Biru, hingga Kawah Ijen.

Namun, strategi tersebut belum sepenuhnya berhasil menggantikan daya tarik Bromo. Apalagi bagi wisatawan mancanegara yang biasanya sudah menyusun rencana perjalanan sejak jauh hari.

“Walaupun wisatawan sudah kami alihkan ke wisata alam lain, tapi mereka masih penasaran dengan Gunung Bromo, terutama wisatawan asing,” ujar Nizar.

Penutupan juga terjadi bertepatan dengan musim liburan musim panas. Periode tersebut biasanya menjadi salah satu momen ramainya wisatawan asing berkunjung ke Jawa Timur.

“Berhubung ini summer holiday, biasa tamu bule sedang ramai-ramainya. Sekarang jadi sepi,” katanya.

Jeep Bromo Pilih Setop Sementara

Sampai Minggu (16/8/2026), kawasan wisata Bromo belum sepenuhnya kembali dibuka. Informasi yang diterima Nizar menyebut akses wisata yang masih bisa digunakan hanya menuju Seruni Point dari wilayah Probolinggo.

Karena pilihan wisatanya terbatas, Nizar akhirnya memilih menghentikan sementara layanan jeep menuju Bromo. Ia memilih menunggu kepastian pembukaan kawasan daripada memaksakan operasional dengan kondisi yang belum normal.

“Kalau hanya Seruni Point saja, sepertinya wisatawan banyak yang kurang minat. Jadi sementara kita close dulu, sembari menunggu informasi pembukaan akses wisata,” ujarnya.

Bromo Ditutup Gegara Karhutla

Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) sebelumnya mulai membatasi akses wisata Gunung Bromo sejak 3 Agustus 2026. Pembatasan awal diberlakukan melalui pintu Jemplang di Kabupaten Malang dan Senduro di Kabupaten Lumajang.

Situasi kemudian berubah setelah kebakaran hutan dan lahan meluas. Mulai Sabtu (8/8/2026) pukul 22.00 WIB, seluruh akses masuk kawasan wisata Bromo ditutup.

Pintu yang ikut ditutup mencakup Cemorolawang di Probolinggo, Wonokitri di Pasuruan, Jemplang dan Coban Trisula di Malang, serta Senduro di Lumajang.

Penutupan dilakukan untuk membantu proses pemadaman sekaligus menjaga keselamatan wisatawan. Api kemudian dinyatakan padam total pada Jumat (14/8/2026) pagi.

Meski begitu, petugas masih memantau sejumlah titik panas atau hotspot. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan kawasan belum langsung kembali normal, sementara pelaku usaha wisata seperti Nizar masih menunggu kabar kapan Bromo bisa kembali menerima wisatawan. (*)

You Might Also Like

Kesaksian Pengunjung Semarang Zoo: Makin Rapi, Satwa Tampak Lebih Sehat

Mau Coba Keong Sawah Rebus Rempah? Ini Takjil Legendaris Purwokerto

Soto Sangka, Warung Tua yang Masih Ngangenin

DCF 2026 Bakal Bikin Dieng Meriah Berlipat-lipat

Angkringan Monspace Jadikan Kawasan Candi Tugu Magnet Wisata Malam Semarang

TAGGED:bromojeep bromoplesir
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Kemensos Gercep Kirim Bantuan untuk Korban Gempa NTT
Next Article Dari Jateng untuk NTT: 16 Relawan dan Ribuan Paket Bantuan Dikirim

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

UKIR SEJARAH - Mahasiswi Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang, Nurisa Dian Ashrifah, mengukir tinta emas dalam sejarah olahraga panahan Indonesia setelah meraih emas nomor compound individu putri pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Mahasiswi Udinus Semarang Bikin Sejarah Panahan Indonesia, Raih Emas di Asian Games 2026

Lapas Purwodadi Pastikan Data Pemilih Warga Binaan Tetap Terdata

Kepulan asap membumbung tinggi di area TPA Jatibarang Semarang, Rabu (30/9/2026). (bae)

Hati-Hati! Asap TPA Jatibarang Mengandung Partikel Berbahaya

Sabut Kelapa Buatan Warga Binaan Lapas Semarang Tembus Yunani

Giant Sea Wall Diharap Jadi Solusi Banjir dan Rob

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Plesir

Taman Garot Jadi Spot Healing Murah Warga Lamper Kidul

April 9, 2026
Suasana Salat Idulfitri 2025 di Lawang Sewu, Kota Semarang. (Dok. KAI Semarang)
Plesir

5 Spot Wisata Paling Diburu saat Libur Lebaran di Semarang: dari Lawang Sewu sampai Saloka

Maret 25, 2026
EkonomiPlesir

Jateng Ngebut Siapkan Wisata Ramah Muslim

Maret 8, 2026
Plesir

Terbang di Atas Air Terjun, Taj Yasin Jajal Paralayang Curug Sewu

Mei 3, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Bromo Tutup, Omzet Jeep Wisata Malang Ikut Ambyar
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?