Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Emak-emak Semarang Belajar Pertanian Hidroponik: Gak Perlu Lahan Luas
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Emak-emak Semarang Belajar Pertanian Hidroponik: Gak Perlu Lahan Luas

R. Izra
Last updated: Juli 28, 2026 11:33 am
By R. Izra
3 Min Read
Share
BELAJAR PERTANIAN - Emak-emak Semarang bersama Yayasan El Wahid Foundation belajar pertanian hidroponik yang tak membutuhkan lahan luas.
BELAJAR PERTANIAN - Emak-emak Semarang bersama Yayasan El Wahid Foundation belajar pertanian hidroponik yang tak membutuhkan lahan luas.
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Ketahanan pangan ternyata bisa dimulai dari pekarangan rumah. Lewat pelatihan budidaya sayuran hidroponik, anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) di Kota Semarang dibekali keterampilan bercocok tanam sekaligus cara memasarkan hasil panennya.

Program ini digelar Yayasan El Wahid Foundation Sinergi Nusantara bekerja sama dengan Fakultas Pertanian Universitas Lancang Kuning (Unilak) dan Yayasan Karya Rumah Sahabat, Senin (27/7/2026).

Wakil Ketua Yayasan El Wahid Foundation Sinergi Nusantara, M Nafiul Haris, mengatakan pelatihan ini bertujuan membantu anggota KWT memanfaatkan lahan sempit menjadi sumber pangan yang produktif sekaligus membuka peluang menambah penghasilan keluarga.

Bacaaja: Anak Muda Ogah Jadi Petani? Ketua DPRD Jateng Bongkar Penyebabnya
Bacaaja: Jateng Siap “Kunci” Lahan Pertanian Lewat Perda

“Ini bagian dari implementasi visi Presiden Prabowo dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional. Sekaligus implementasi spirit Prabowonomics untuk meningkatkan ekonomi masyarakat,” katanya.

Haris menjelaskan, pelatihan ini merupakan tindak lanjut setelah dibangunnya dua instalasi hidroponik berukuran 10 x 2 meter di lokasi tersebut.

Tak hanya belajar cara menanam, para peserta juga mendapat materi tentang pemasaran hasil panen. Materi itu disampaikan Founder Eventrue Agency Branding and Marketing, Yanuar Aris Budiharto, agar peserta siap menjual hasil produksi ketika memasuki masa panen.

“Harapannya hasil pelatihan ini benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Selama pelatihan, peserta dikenalkan pada berbagai tahapan budidaya hidroponik. Mulai dari penyemaian benih, perawatan tanaman, hingga pengelolaan nutrisi agar hasil panen lebih optimal.

Ke depan, Haris berharap semakin banyak Kelompok Wanita Tani di Semarang yang mengembangkan pertanian perkotaan berbasis hidroponik. Selain memperkuat ketahanan pangan keluarga, sistem ini juga dinilai mampu meningkatkan gizi masyarakat sekaligus menciptakan peluang usaha baru.

Sementara itu, Ketua KWT Bidadari Kelurahan Sampangan, Zakiyah, mengatakan hidroponik menjadi solusi bagi masyarakat perkotaan yang memiliki lahan terbatas.

Menurutnya, metode ini lebih hemat air, tidak membutuhkan lahan luas, dan mampu menghasilkan sayuran berkualitas yang bisa dikonsumsi sendiri maupun dijual.

“Ketahanan pangan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga dimulai dari keluarga. Melalui KWT, kami ingin membangun kesadaran bahwa pekarangan maupun ruang sempit dapat dioptimalkan menjadi sumber pangan yang produktif,” katanya.

Dalam pelatihan tersebut, peserta juga langsung mempraktikkan cara merakit instalasi hidroponik sederhana, menanam bibit sayuran, hingga mempelajari teknik perawatan tanaman agar nantinya bisa diterapkan secara mandiri di rumah masing-masing. (*)

You Might Also Like

Abah Khan Kiai Cabul Semarang Janjikan Surga, Bikin Santri Korban Takut Melawan

Napi Pidana Mati Kasus Rusuh Mako Brimob Anang Rachman Meninggal

Kopdes Merah Putih di Jateng Sudah Beroperasi, Ini Kata Gubernur Luthfi

Mal Baru Terus Tumbuh, Luthfi: Jateng Masih Dipercaya Investor

Perang Mental di Batakan

TAGGED:hidroponikpelatihanpertanian hidroponikyayasan el wahid foundation
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article 207 Buruh Teken Pesangon 0,5 Kali, Said Iqbal Minta Dugaan Intimidasi Diusut
Next Article ANTAN PUNGGAWA TIMNAS - Kendal Tornado FC mendatangkan wing back M Fatchu Rochman. Mantan punggwa timnas U-19 itu berambisi membawa Kendal Tornado berlaga di Liga 1 pada musim depan. Kentod FC Datangkan Eks-Timnas Indonesia U-19, Bidik Target Besar Naik Liga 1

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

ANTAN PUNGGAWA TIMNAS - Kendal Tornado FC mendatangkan wing back M Fatchu Rochman. Mantan punggwa timnas U-19 itu berambisi membawa Kendal Tornado berlaga di Liga 1 pada musim depan.

Kentod FC Datangkan Eks-Timnas Indonesia U-19, Bidik Target Besar Naik Liga 1

BELAJAR PERTANIAN - Emak-emak Semarang bersama Yayasan El Wahid Foundation belajar pertanian hidroponik yang tak membutuhkan lahan luas.

Emak-emak Semarang Belajar Pertanian Hidroponik: Gak Perlu Lahan Luas

207 Buruh Teken Pesangon 0,5 Kali, Said Iqbal Minta Dugaan Intimidasi Diusut

Ilustrasi konten rekayasa kecerdasan buatan atau deepfake AI.

Petir Ungkap 7 Mahasiswi Jadi Korban Konten Cabul, Terduga Pelaku Teman SMA

Presiden RI, Prabowo Subianto. (gerindra)

Survei SMRC: Tingkat Kepuasan ke Prabowo Anjlok 30 Persen dalam 9 Bulan

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

TERSANGKA CENGENGESAN -- Dua tersangka kasus peredaran sabu-sabu (berkaus hitam) masih bisa senyum-senyum saat diserahkan penyidik polisi ke jaksa penuntut umum, Rabu (13/5/2026). (bae)
Hukum

Gak Ada Takut-takutnya, Tersangka Kurir Sabu 5 Kg Malah Cengengesan di Kejaksaan

Mei 15, 2026
Hukum

Susi Pudjiastuti Buka-bukaan Soal Mental Maling Pejabat, Publik Riuh

Desember 26, 2025
Ekonomi

BUMD Didorong Jadi Motor Ekonomi Daerah

April 1, 2026
Sirkular

Agustina Ajak Investor Bangun PSEL Jatibarang, Target Rampung 2027

Juli 29, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Emak-emak Semarang Belajar Pertanian Hidroponik: Gak Perlu Lahan Luas
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?