Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Anak Muda Ogah Jadi Petani? Ketua DPRD Jateng Bongkar Penyebabnya
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Anak Muda Ogah Jadi Petani? Ketua DPRD Jateng Bongkar Penyebabnya

Banyak yang bilang anak muda sekarang enggan turun ke sawah. Tapi menurut Ketua DPRD Jawa Tengah Sumanto, masalahnya bukan karena gengsi atau malas berkotor-kotor.

T. Budianto
Last updated: Juni 29, 2026 9:01 pm
By T. Budianto
4 Min Read
Share
TEMU TANI: Ketua DPRD Jateng, Sumanto menggelar kegiatan Temu Tani Desa bersama ratusan petani di Desa Plosorejo, Matesih, Karanganyar, Jateng, belum lama ini. (Foto: Humas DPRD Jateng)
SHARE

BACAAJA, KARANGANYAR– Ketua DPRD Jateng, Sumanto mengungkap alasan mengapa regenerasi petani di Jateng berjalan sangat lambat. Menurutnya, generasi muda bukan tidak mau bertani, tetapi mereka belum melihat sektor pertanian sebagai profesi yang menjanjikan secara ekonomi.

Hal itu disampaikan Sumanto saat menggelar acara Temu Tani Desa bersama ratusan petani di Desa Plosorejo, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar, belum lama ini.

Dalam dialog tersebut, sejumlah petani mengeluhkan minimnya anak muda yang tertarik menggarap sawah. Akibatnya, mayoritas petani saat ini didominasi kelompok usia di atas 50 tahun.

Menanggapi keluhan itu, Sumanto mengatakan persoalan regenerasi tidak cukup diselesaikan dengan ajakan atau slogan semata. “Anak muda itu akan mau turun ke sawah kalau hasilnya menjanjikan. Sayangnya, realita selama ini menunjukkan penghasilan petani kita masih minim, bahkan sering kali lebih rendah dibanding UMR buruh pabrik,” ujarnya.

Menurut Sumanto, ada tiga persoalan utama yang membuat profesi petani kurang diminati generasi muda. Pertama, modal bertani yang cukup besar, mulai dari pembelian benih, pupuk hingga obat-obatan.

Baca juga: Petani Tembakau Jateng Kirim Sinyal Bahaya ke Istana, Presiden Jangan Abai!

Kedua, tingginya risiko gagal panen akibat serangan hama maupun cuaca yang sulit diprediksi. Ketiga, harga hasil panen yang kerap jatuh saat musim panen raya sehingga keuntungan petani menjadi sangat tipis.

“Dulu saat panen raya tiba, harga komoditas sering anjlok sehingga hasil yang diperoleh tidak sebanding dengan modal dan tenaga yang dikeluarkan,” katanya.

Karena itu, Sumanto menilai pemerintah harus mengubah pola pertanian konvensional menjadi pertanian modern yang lebih efisien, didukung teknologi serta kepastian harga pasar.

Tanpa Dipaksa

Menurutnya, jika bertani mampu memberikan pendapatan lebih tinggi dibanding bekerja di kota, generasi muda akan datang dengan sendirinya tanpa perlu dipaksa.

“Pertanian harus diubah menjadi sektor bisnis yang keren dan menguntungkan. Kalau hasilnya lebih besar dari kerja di kota, anak muda pasti mau kembali ke desa,” tegasnya.

Selain membahas regenerasi petani, Sumanto juga mengajak masyarakat memanfaatkan lahan kosong untuk usaha sampingan yang bernilai ekonomi. Salah satu yang ia contohkan adalah budidaya kangkung.

Menurutnya, kangkung memiliki masa panen cepat dan permintaan pasar yang stabil sehingga bisa menjadi sumber pendapatan harian bagi keluarga petani.

Ia memaparkan simulasi usaha di lahan sekitar 1.000 meter persegi. Dengan pola tanam bergilir, lahan tersebut diperkirakan mampu menghasilkan sekitar 600 ikat kangkung setiap hari.

Baca juga: Jateng Gaspol Regenerasi Petani

Dengan asumsi harga jual Rp1.000 per ikat, omzet harian bisa mencapai Rp600 ribu. Setelah dikurangi biaya operasional sekitar Rp180 ribu, laba bersih diperkirakan masih berada di kisaran Rp420 ribu per hari atau sekitar Rp12,6 juta per bulan.

“Ini bisa dikerjakan sendiri tanpa harus mempekerjakan buruh tani. Cukup dua jam setiap hari dan dilakukan secara konsisten,” jelasnya. Bagi Sumanto, contoh tersebut membuktikan sektor pertanian masih menyimpan peluang besar jika dikelola secara kreatif dan berorientasi pada kebutuhan pasar.

Anak muda sebenarnya tidak alergi lumpur sawah. Mereka hanya sedang mencari profesi yang membuat masa depan ikut tumbuh, bukan sekadar padi yang dipanen sekali musim. (tebe)

You Might Also Like

DPRD Semarang Nggak Mau Kudet, Siap Gas ke Parlemen Digital!

KAI Daop 4 Tutup Jalur di Kendal akibat Banjir: 8 Perjalanan KA Terganggu

Penemuan Mayat saat Banjir Purwoyoso Bikin Geger, Tertimbun Tumpukan Sampah

Ngeri! Sudewo Tak Cuma Terima Gratifikasi Uang, Keris Nogososro Juga Diembat

Mbak Ita-Alwin Kembali Melawan! Babak Baru Kasus Eks-Wali Kota Semarang, Ajukan PK

TAGGED:headlineketua dprd jatengpemprov jatengpetani
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Agustina: Bullying Bukan Kenakalan Biasa, Pelaku Harus Diproses

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Anak Muda Ogah Jadi Petani? Ketua DPRD Jateng Bongkar Penyebabnya

Agustina: Bullying Bukan Kenakalan Biasa, Pelaku Harus Diproses

Heboh di Banjarnegara, Pengasuh Ponpes Diduga Lakukan Pencabulan Kepada 4 Santriwati

KOORDINASI--Sudewo Bupati Pati nonaktif, berkoordinasi dengan penasihat hukumnya di ruang sidang, Senin (29/6/2026). (bae)

Kubu Sudewo Salahkan Pengawal KPK: Kericuhan Dipicu Ulah Petugas

FPP Undip dan Pertamina Bikin KKN Naik Kelas di Pedurungan

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ilustrasi OTT KPK.
Hukum

Dua Nama Resmi Jadi Tersangka OTT Cilacap, Siapa Dia?

Maret 14, 2026
KECANTIKAN BUKAN SULAP - Praktisi kecantikan dari Immoderma Aesthetics and Wellness Clinic, dr Teddy August, menegaskan bikin glowing wajah yang sehat gak bisa dilakukan secara instan. (dul)
Info

Glowing Instan Bisa Berujung Petaka, dr. Teddy: Gak Segampang Itu, Kecantikan Bukan Sulap

Mei 19, 2026
Ekonomi

Ngopi Cantik Bareng Dekranasda, Wali Kota Semarang Janji Jadi Brand Ambassador Produk Lokal

September 13, 2025
Info

Pemkot Gaspol Bangun Ketahanan Pangan

Juni 25, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Anak Muda Ogah Jadi Petani? Ketua DPRD Jateng Bongkar Penyebabnya
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?