BACAAJA, SOLO – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo berkomitmen melakukan penataan pada berbagai aspek. Tak terkecuali pariwisatanya.
Wali Kota Solo, Respati Ardi, menyiapkan konsep wisata jalanan yang digadang-gadang menjadi saingan Song Wat Road di Thailand.
Respati mengatakan, pihaknya telah merencanakan Jalan Yos Sudarso untuk dijadikan ikon wisata baru Kota Bengawan.
Bacaaja: Buruan Daftar! Siapa Tahu Kamu-lah Sebenarnya CEO yang Dicari Pemkot Solo
Bacaaja: Penerbangan Solo-Bandung & Solo-Surabaya Comeback
Dalam diskusi bersama Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky dan budayawan Solo, Sardono, kawasan Jalan Yos Sudarso dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi pusat destinasi baru yang terintegrasi di Kota Solo.
Ke depan, kawasan ini akan berfungsi sebagai penghubung antara koridor Gatot Subroto (Gatsu) dan Kampung Wisata Batik Kauman.
“Kami melihat koridor Gatsu dan Kauman agak terpisah. Setelah berdiskusi dengan Pak Menteri Ekraf dan tokoh Kemlayan, Prof. Sardono, penyambungnya adalah Jalan Yos Sudarso,” kata Respati.
“Itu akan kita rapikan dan benahi untuk menjadi wisata baru. Saya juga sedang mempelajari Song Wat Road, dengan harapan kawasan ini bisa berkonsep wisata jalanan seperti Song Wat Road,” sambungnya.
Rencana tersebut diupayakan dapat terealisasi pada tahun 2026 dengan menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Respati memastikan penggunaan anggaran tidak akan mengganggu pelayanan publik lainnya di tengah kebijakan efisiensi.
“Insyaallah tetap seimbang di tengah efisiensi. Saya sampaikan komitmen bahwa pelayanan tetap terjaga. Kami melakukan efisiensi pada operasional, tetapi yang paling utama, pertumbuhan ekonomi kota budaya dan pariwisata tetap menjadi prioritas di Kota Solo,” tuturnya.
Lebih lanjut, Respati berharap keberadaan ikon wisata baru ini mampu mendongkrak perekonomian Kota Solo. Ia juga mengajak serta mempersilakan masyarakat yang memiliki ide atau gagasan terkait penataan Jalan Yos Sudarso untuk turut berkontribusi.
“Kami juga sudah melakukan simulasi untuk pemilik usaha di sana terkait aktivitas bongkar muat yang akan disesuaikan, serta berkomunikasi dengan pelaku usaha grosir, eceran mainan, dan lainnya agar bisa berjalan dengan baik.”
“Intinya, kami tidak memikirkan kepentingan siapa pun, tetapi mengajak bersama-sama membangun Kota Solo agar menjadi lebih baik,” terangnya. (*)

