Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Semarang Drag Fest Jadi “Panggung” Adu Kencang
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Olahraga

Semarang Drag Fest Jadi “Panggung” Adu Kencang

Kalau hobi ngebut terus disalurkan di jalan raya, yang ada bukan cuma bikin adrenalin naik, tapi juga bikin warga dan pengguna jalan ikut deg-degan. Pemkot Semarang memilih cara lain: menyediakan lintasan resmi.

T. Budianto
Last updated: Agustus 10, 2026 8:35 am
By T. Budianto
5 Min Read
Share
SERAHKAN HADIAH: Plt Dispora Kota Semarang, Didik Dwi Hartono menyerahkan hadiah kepada para juara di salah satu nomor Semarang Drag Fest 2026 yang berlangsung di Sirkuit Mijen, Semarang, Minggu (9/8/2026). (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Sebanyak 611 pembalap dari kalangan pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum turun lintasan dalam Semarang Drag Fest 2026 di Sirkuit Mijen, Minggu (9/8/2026).

Ajang otomotif tersebut digelar sebagai upaya pemerintah mengarahkan energi dan kreativitas anak muda ke aktivitas yang lebih aman, legal, sekaligus tetap seru.

Balap liar yang kerap muncul pada malam hari di sejumlah ruas jalan dinilai bukan cuma mengganggu pengguna jalan, tetapi juga berisiko memicu kecelakaan. Karena itu, Sirkuit Mijen disiapkan sebagai ruang alternatif untuk mereka yang memang punya hobi dan bakat di dunia adu kecepatan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Semarang, Didik Dwi Hartono mengatakan, pemerintah ingin merangkul anak muda melalui kegiatan yang positif.

Baca juga: Gaspol di Sirkuit, Cuan Jalan-Jalan Ikut Ngebut

“Kami merancang ajang ini khusus untuk mewadahi para pelajar, mahasiswa, dan masyarakat Kota Semarang. Harapannya, tidak ada lagi balap liar di jalanan umum,” ujar Didik di sela kegiatan.

Menurutnya, bakat dan hobi otomotif tetap bisa disalurkan tanpa harus mempertaruhkan keselamatan diri maupun pengguna jalan lain. “Kami alihkan dan salurkan bakat positif mereka secara resmi di tempat yang tepat, yaitu Sirkuit Mijen,” katanya.

Semarang Drag Fest 2026 sendiri mempertandingkan 14 kelas. Peserta datang dengan berbagai jenis motor dan kategori, termasuk kelas khusus pelajar. Hasil perlombaan mencatat sejumlah nama sebagai jawara di masing-masing kelas.

Untuk Bracket 9 Detik, Dika dari Lembu Racing menjadi pemenang dengan catatan waktu 9,004 detik. Bracket 9,5 Detik dimenangi Agus dari 18 Berkah Sayur dengan waktu 9,503 detik.

Sementara itu, Davd Kepk dari Team Lawak menjadi yang tercepat di Bracket 10 Detik dengan 10,022 detik. Fani Cuplis dari 107 BYL menang di Bracket 10,5 Detik dengan catatan 10,533 detik.

Di Bracket 11 Detik, Kevin dari 59 Tech FT W/Mar Project mencatat 11,002 detik. Sedangkan Dino Bocl FF dari Berkah Jagung X 107 Racing menjadi pemenang Bracket 11,5 Detik dengan waktu 11,517 detik.

Kelas Matic

Pada kelas motor matic, Fadli dari Akaboncu menjuarai Matic Sunmory 155 CC dengan 8,600 detik. Abimanyu dari Jati Putra EMR Jogja menjadi yang tercepat di Matic Sunmory 200 CC dengan 7,935 detik.

Kelas Ninja 2T 150 CC dimenangi Mr Pletek dari KW3 FT Galikubur Indosiar dengan 7,858 detik. Sementara kelas Matic STD Dealer 160 CC dimenangi Gus Arya dari Lowo Racing dengan 11,485 detik. Kelas Matic STD Dealer 110 CC menjadi milik Aky dari Pura Pura Racing dengan waktu 9,523 detik.

Di kelas FIZR Sunmory 125 CC, Farelino dari 107 Racing mencatat 9,727 detik. Dua kelas khusus pelajar juga tak kalah menarik. Matic 150 CC Khusus Pelajar dimenangi M Jefry dari Java Furniture Jepara dengan 10,241 detik. Sedangkan Sport 160 CC Khusus Pelajar menjadi milik Arya Mahendra dari AM57 dengan waktu 8,761 detik.

Semarang Drag Fest ternyata tidak hanya soal mesin, ban, dan siapa yang paling cepat sampai garis finis. Pemkot juga menggandeng pelaku UMKM di kawasan Mijen untuk membuka puluhan stan kuliner dan suvenir di sekitar sirkuit.

Baca juga: Gaspol di Sirkuit, Cuan Jalan-Jalan Ikut Ngebut

Kehadiran stan-stan tersebut membuat event otomotif ini sekaligus menjadi hiburan akhir pekan bagi masyarakat. Penonton bisa menikmati balapan sambil jajan, sementara pelaku UMKM mendapat kesempatan mengais omzet dari ramainya pengunjung.

Dengan begitu, geliat ekonomi lokal ikut terdorong. Bukan hanya knalpot yang berbunyi, transaksi di lapak warga pun diharapkan ikut ramai. Pemkot juga tidak ingin Sirkuit Mijen hanya ramai ketika ada event tertentu. Perawatan dan pembenahan lintasan terus dilakukan agar kualitas sirkuit semakin baik.

Ke depan, Sirkuit Mijen ditargetkan bisa menjadi lokasi berbagai kejuaraan otomotif secara rutin, bahkan menembus level nasional hingga internasional. Harapannya, keberadaan sirkuit bisa menjadi solusi jangka panjang bagi fenomena balap liar sekaligus membuka ruang prestasi bagi talenta-talenta otomotif muda Semarang.

Sebab, kalau memang hobi ngebut, tempatnya sudah disediakan. Jadi jangan lagi menjadikan jalan raya sebagai sirkuit dadakan, apalagi trotoar sebagai paddock. Di Mijen, gas boleh pol, tapi tetap ada garis finis dan aturan yang harus dihormati. (tebe)

You Might Also Like

Prediksi Pemain PSIS vs PSS, Ajang Pembuktian Pemain Baru

Lawan Irak, Timnas Siap Gaspol! Verdonk & Ole Romeny Diprediksi Starter di Jeddah

Agustina Pastikan Dana Rp25 Juta per RT Benar-Benar Dipakai Warga

Jalan Prof Hamka-Ngaliyan Sudah Mulus, tapi Warga Masih Khawatir Soal Silayur

Pemkot Semarang Ikut Terseret, Warga Tuntut Ganti Rugi Lahan Proyek Jalan Jangli-Undip

TAGGED:dispora kota semarangpemkot semarangsemarang drag fest
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Kapal dari Tiongkok Bawa “Oleh-Oleh” 1,3 Ton Ketamine
Next Article Luthfi: Mahasiswa Jangan Cuma Jago Kritik, Paham Masalah, Bikin Konsep, Kawal Sampai Beres!

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Siswa SDN 1 Banjarejo Buat Totebag Jadi Karya Ecoprint

PADATI PENGADILAN - Massa pendukung dan kontra Bupati Pati nonaktif Sudewo, sama-sama memadati Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (10/8/2026). Potensi bentrokan antarmassa patut diwaspadai. (bae)

Sidang Sudewo Potensi Bentrok, Massa Pro dan Kotra Sama-sama Padati Pengadilan Tipikor Semarang

Pensiun Boleh, Semangat Jangan Ikut Pensiun

REKOR BARU--Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng (kanan) bersalaman saat menerima rekor dalam acara menari Dug Dug Der Semarangan, Minggu (9/8/2026). (ist)

Rekor Baru! Agustina Terima Penghargaan, 25 Ribu Warga Kompak Tari Dug Dug Der Semarangan

KUMPULKAN SUSU--Pengurus Kelompok Sengkut Makaryo mengumpulkan susu sapi hasil setoran peternak di lereng Gunung Merapi, Sleman, Minggu (9/8/2026). (bae)

Menilik Aktivitas Warga Lereng Merapi Memerah Rezeki dari Sapi

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Wali Kota Lepas 63 ASN Berangkat Haji

April 15, 2026
Sepak Bola

PSIS Tatap Musim Baru, Arhan sampai Fortes Masuk Radar

Mei 13, 2026
Sirkular

Semarang Wegah Nyampah: Agustina Salut Warga Kreatif Ubah Sampah Jadi Cuan

September 13, 2025
DaerahHukum

Baru Dilantik, Langsung Dapat PR

Oktober 31, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Semarang Drag Fest Jadi “Panggung” Adu Kencang
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?