BACAAJA, SEMARANG– Prestasi tujuh kafilah asal Kota Semarang di Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI mendapat apresiasi khusus. Tak hanya membawa pulang medali dan penghargaan, mereka juga mendapat hadiah umrah dari Pemerintah Kota Semarang.
Apresiasi tersebut disampaikan Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng saat menerima silaturahmi 16 anggota kafilah MTQ asal Kota Semarang di Lobby Balai Kota Semarang, Rabu (23/9/2026). Agustina mengatakan tujuh kafilah yang berhasil meraih prestasi akan diberangkatkan umrah pada November 2026.
“Kebanggaan ini salah satunya kami wujudkan dengan memberikan apresiasi yaitu bagi 7 orang yang menang diberangkat umroh pada bulan November 2026. Terima kasih kepada orang tua, pembina, pelatih, guru, dan semua pihak,” ujar Agustina.
Sebanyak 16 peserta asal Kota Semarang tergabung dalam kontingen Jawa Tengah pada MTQ Nasional XXXI yang digelar selama delapan hari di Kota Semarang.
Dari jumlah tersebut, tujuh peserta berhasil meraih medali dan penghargaan. Capaian mereka ikut menyumbang poin bagi Jawa Tengah hingga berhasil menempati peringkat kedua nasional dengan total 208 poin.
Baca juga: Bergelimang Bonus, Kafilah Jateng Dapat Uang Pembinaan hingga Umrah
Posisi tersebut menjadi peningkatan signifikan bagi Jawa Tengah yang pada penyelenggaraan sebelumnya berada di peringkat ke-16 nasional.
Tujuh peserta berprestasi asal Kota Semarang yang mendapat hadiah umrah tersebut yakni Muhammad Abdul Faqih, Juara I Tafsir Bahasa Indonesia Putra,
Lisa Rodul Janah, Juara II Seni Kaligrafi Hiasan Mushaf Putri, dan Aulia Ainis Lisa, Juara II Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an Putri.
Selain itu ada Galen Firjatullah, Juara III Fahmil Qur’an Putra, Laila Nurqiliah, Juara III Fahmil Qur’an Putri, Aisyah Assaraf, Juara Harapan I Tafsir Bahasa Arab Putri serta Umar Izul Haq, Juara Harapan II Tilawah Dewasa Putra.
Agustina mengatakan capaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kota Semarang. Namun, ia mengingatkan bahwa penghargaan tidak hanya diberikan kepada mereka yang berhasil menjadi juara.
“Kita lega perhelatan MTQ sudah rampung dan anak-anak kita meraih sukses yang luar biasa. Pesan saya untuk adik-adik peserta, baik yang juara maupun belum, kalian adalah pahlawan di mata Kota Semarang,” katanya.
Kembangkan Kemampuan
Menurut Agustina, perjalanan para kafilah tidak seharusnya berhenti setelah kompetisi selesai. Mereka diminta terus mengembangkan kemampuan dan mengamalkan nilai-nilai Alquran dalam kehidupan sehari-hari. “Adik-adik, teruslah membaca, belajar, dan mengasah kemampuan. Jadikan ilmu dan nilai Alquran sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari,” ucapnya.
Salah satu penerima hadiah umrah, Aulia Ainis Lisa (22), mengaku senang dengan apresiasi yang diberikan Pemkot Semarang. Peraih Juara II cabang Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ) tersebut menyebut penghargaan itu menjadi salah satu bentuk apresiasi terbesar yang pernah diterimanya dari Kota Semarang.
“Alhamdulillah saya sangat senang, begitu pun teman-teman, karena ini merupakan bentuk apresiasi terbesar yang pernah kami dapatkan dari Kota Semarang. Bagi kami, MTQ bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan tempat memperkuat ukhuwah, bertukar ilmu, dan menambah kecintaan kepada Alquran,” tutur Aulia.
Selain memberikan penghargaan kepada para kafilah, Agustina juga menilai penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI di Kota Semarang berjalan aman dan sukses.
Menurutnya, keberhasilan tersebut bukan hanya terlihat dari sisi penyelenggaraan kegiatan, tetapi juga dari dampak yang dirasakan masyarakat.
Baca juga: Tujuh Wakil Semarang Bawa Pulang Prestasi MTQ Nasional
Gelaran MTQ Nasional XXXI turut menggerakkan perekonomian dan UMKM lokal selama para kafilah serta tamu dari berbagai daerah berada di Kota Semarang.
“Kita dapat apresiasi dari Pak Menteri Agama karena tidak ada insiden berarti, panitia tingkat kota, provinsi, maupun nasional bisa bekerja sama dengan baik. Yang paling membanggakan adalah terbangunnya sense of belonging bahwa MTQ menjadi ruang merepresentasikan Kota Semarang sebagai kota sejahtera yang terbuka dan melayani semua kafilah dengan baik,” pungkas Agustina.
Bagi tujuh kafilah tersebut, podium MTQ Nasional XXXI akhirnya membawa bonus yang tidak biasa. Setelah berjuang membawa nama Semarang di panggung nasional, perjalanan berikutnya justru mengarah ke Tanah Suci.
Medali sudah di tangan, hadiah umrah sudah menanti. Tinggal satu PR: jangan sampai setelah pulang dari Tanah Suci, semangat belajarnya malah ikut liburan. (tebe)

