Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Wamenkum: Jangan Dikit-Dikit Pidanakan, Sanksi Administrasi Harus Didahulukan
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Hukum

Wamenkum: Jangan Dikit-Dikit Pidanakan, Sanksi Administrasi Harus Didahulukan

Penegakan hukum tidak selalu harus berujung penjara. Wakil Menteri Hukum Edward Omar Sharif Hiariej menegaskan bahwa dalam banyak kasus, sanksi administrasi seharusnya didahulukan sebelum menggunakan sanksi pidana.

T. Budianto
Last updated: Maret 8, 2026 4:28 pm
By T. Budianto
2 Min Read
Share
PEMBICARA SEMINAR: Wakil Menteri Hukum, Edward Omar Sharif Hiariej menjadi pembicara dalam seminar hukum yang digelar Kepolisian Daerah Jawa Tengah di Semarang, Jumat (6/3/2026). (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Wakil Menteri Hukum, Edward Omar Sharif Hiariej menegaskan, penegakan hukum sebaiknya tidak langsung mengarah pada pemidanaan. Menurutnya, jika sebuah undang-undang memuat sanksi administrasi dan pidana, maka sanksi administrasi harus diprioritaskan lebih dulu.

Hal itu ia sampaikan saat menjadi pembicara dalam seminar hukum yang digelar Kepolisian Daerah Jawa Tengah di Semarang, Jumat (6/3/2026). Menurutnya, pendekatan tersebut merupakan implementasi prinsip ultimum remedium, yakni pemidanaan sebagai langkah terakhir dalam penegakan hukum.

Baca juga: Polda Jateng Bongkar Praktik Oplosan Gas Melon di Semarang

“Apabila dalam suatu undang-undang terdapat sanksi pidana dan sanksi administrasi, maka sanksi administrasi wajib didahulukan,” ujar pria yang akrab disapa Eddy Hiariej itu.

Ia menjelaskan, kehadiran Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Baru membawa perubahan paradigma dalam sistem pemidanaan di Indonesia. Sistem hukum kini tidak lagi hanya berfokus pada penghukuman, tetapi juga menekankan keadilan korektif dan keadilan restoratif.

Perubahan Paradigma

Perubahan paradigma tersebut juga berdampak pada sistem acara pidana. Pendekatan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana mulai bergeser dari model crime control menuju due process model, yang menempatkan perlindungan hak asasi manusia sebagai prinsip utama dalam proses peradilan.

Karena itu, aparat penegak hukum memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan proses hukum berjalan adil, termasuk menjamin hak-hak tersangka, terdakwa, korban, penyandang disabilitas, anak, serta kelompok rentan lainnya.

Selain itu, Wamenkum juga mengingatkan pentingnya membaca KUHP baru secara bersamaan dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.

Baca juga: Pria Tendang Kucing hingga Mati di Blora, Polda Jateng Kantongi Identitas Pelaku

Menurutnya, undang-undang tersebut memuat berbagai perubahan penting dalam sistem hukum pidana nasional. “Di dalam Undang-Undang Penyesuaian Pidana terdapat 55 item perubahan terhadap KUHP nasional,” katanya.

Pesannya sederhana: hukum tidak selalu harus keras sejak awal. Sebab jika setiap persoalan langsung dibawa ke pidana, ruang untuk memperbaiki kesalahan bisa semakin sempit, padahal tujuan hukum sejatinya bukan sekadar menghukum, tetapi juga memperbaiki. (tebe)

You Might Also Like

Tahun Ajaran Baru, Seragam Sekolah Diburu

BERITA DUKA: Wapres ke-6 Try Sutrisno Meninggal Dunia

Agustina Ingin Festival Semarang Go Internasional

Seruan Boikot Mandiri Menggema, Buntut Pemblokiran Rekening Donasi Aksi Warga Pati

Dialek Semarang yang Kian Tenggelam di Kota Sendiri

TAGGED:headlinepolda jatengseminar hukumwamenkum
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Buka Puasa Bersama Satgaswil Jateng Densus 88: Melihat Kehangatan Tim Densus dengan Anak-Anak di Madrasah Salatiga
Next Article Napi Pidana Mati Kasus Rusuh Mako Brimob Anang Rachman Meninggal

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Api Mrapen Tiba di Semarang, Agustina Bidik Juara Umum Porprov Jateng 2026

Api Sumbing Padam, PR Berikutnya Pulihkan Hutan dan Saluran Air

Warga Mangunharjo Panen Melon Premium, Agustina Minta Kampung Lain Ikutan

Gunung Slamet Jadi Medan Tempur Atlet Trail Run Jateng

UCAPAN DUKA - Atlet selam asal Jepara, Syabilla Rizkia Putri Raharja, meninggal saat berlaga di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026, di perairan Semarang Barat, Minggu (25/10/2026).. HADIRKAN SOLUSI - PLN Icon Plus hadirkan solusi digital dan ekosistem hijau dalam Simposium Teknologi Informasi (TI) Hulu Migas 2026, yang digelar Asosiasi IT Minyak dan Gas (AIMG) di Yogyakarta Marriott Hotel, 30 September–2 Oktober 2026.

Perkuat Kolaborasi Industri Hulu Migas, PLN Icon Plus Hadirkan Solusi Digital dan Ekosistem Hijau

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Gubernur Ahmad Luthfi ngeluncurin Jawa Tengah Agro Berdikari (JTAB) di Pasar Legi Solo, Rabu (8/10).
Info

Luthfi Luncurkan Kios JTAB untuk Tekan Inflasi: Harga Sembako Stabil, tapi Gak Ngorbanin Petani

Oktober 9, 2025
KH Ma'ruf Amin.
Info

KMA Mundur dari Dewan Syuro PKN dan MUI, Bukan karena Konflik Lho!

Desember 24, 2025
Ilustrasi gelombang PHK massal. (wahyu/grafis)
Info

Gelombang PHK Menghantui! Pabrik Garmen Korea di Jepara Tutup, 670 Buruh Kehilangan Kerja

Juli 21, 2026
BENTROK WARGA JEPANG - Polisi mengamankan 25 orang DC setelah terlibat bentrok dengan warga Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Selasa (13/19/2026).
Info

Pecah! Warga Jepang Bentrok dengan 25 Debt Collector di Kudus

Oktober 14, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Wamenkum: Jangan Dikit-Dikit Pidanakan, Sanksi Administrasi Harus Didahulukan
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?