BACAAJA, GROBOGAN- Suasana berbeda terlihat di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Purwodadi, Senin (21/9/2026). Warga binaan tidak hanya menjadi peserta upacara, tetapi juga mendapat kesempatan mengambil peran sebagai petugas.
Kegiatan upacara bendera tersebut menjadi bagian dari program pembinaan kepribadian. Tujuannya bukan sekadar menjalankan rutinitas, tetapi juga melatih kedisiplinan, tanggung jawab, keberanian, serta kepatuhan terhadap tata tertib selama menjalani masa pembinaan.
Berbagai tugas upacara diberikan kepada warga binaan. Mulai dari komandan upacara, pengibar bendera, pembaca teks Pancasila, pembaca Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, hingga sejumlah tugas lainnya. Pelibatan warga binaan sebagai petugas menjadi kesempatan bagi mereka untuk belajar menjalankan tanggung jawab secara langsung.
Baca juga: Lapas Purwodadi Serius Bersih-Bersih
Bertindak sebagai pembina upacara, Kepala Subseksi Registrasi dan Bimbingan Kemasyarakatan Lapas Kelas IIB Purwodadi, Saifulloh Hamdani, mengingatkan warga binaan agar terus menjaga kedisiplinan dan mengikuti seluruh program pembinaan dengan sungguh-sungguh.
Menurutnya, disiplin tidak cukup hanya terlihat ketika seseorang mengikuti upacara. Sikap tersebut perlu dibiasakan dalam aktivitas sehari-hari selama berada di dalam lapas. Karena itu, setiap tugas yang diberikan kepada warga binaan diharapkan dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
Asah Keberanian
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang bagi warga binaan untuk mengasah keberanian dan kepercayaan diri. Mereka tidak hanya belajar mengikuti aturan, tetapi juga belajar bagaimana menjalankan peran ketika mendapat kepercayaan.
Melalui pembinaan seperti ini, Lapas Kelas IIB Purwodadi berupaya memberikan pengalaman positif yang dapat menjadi bekal bagi warga binaan ketika nantinya kembali ke tengah masyarakat.
Baca juga: Lapas Purwodadi Usul Pelatihan Khusus Anti-Narkoba
Sebab, pembinaan di lapas bukan cuma soal menjalani masa pidana. Ada disiplin yang perlu dibentuk, tanggung jawab yang harus dilatih, dan kepercayaan diri yang perlu dikembalikan.
Hari itu, warga binaan belajar satu hal sederhana: menjadi petugas bukan sekadar berdiri di depan barisan, tetapi juga soal siap menjalankan tugas ketika kepercayaan diberikan. (tebe)

