BACAAJA, GROBOGAN- Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Purwodadi menggelar Ikrar Pemasyarakatan Bersih dari Handphone Ilegal, Pungutan Liar dan Narkoba (Halinar) secara serentak bersama seluruh Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan se-Indonesia, Jumat (8/5/2026).
Kegiatan ini menjadi tindak lanjut instruksi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan untuk memperkuat pengawasan sekaligus memberantas peredaran narkoba dan praktik penipuan dari dalam lapas maupun rutan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Lapas Kelas IIB Purwodadi, Erik Murdiyanto, jajaran pegawai lapas, perwakilan IPWL Al Ma’la, anggota Polres Grobogan, hingga personel Kodim 0717 Grobogan.
Baca juga: Lapas Purwodadi “Reset” Warga Binaan Lewat Program Pasca Rehabilitasi
Dalam apel tersebut, seluruh peserta mengucapkan ikrar bersama sebagai bentuk komitmen menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari handphone ilegal, narkoba, dan segala bentuk penipuan.
Momen itu juga dilanjutkan dengan penandatanganan komitmen bersama oleh pegawai lapas, aparat penegak hukum, perwakilan IPWL Al Ma’la, hingga Kalapas Purwodadi sebagai simbol penguatan integritas pemasyarakatan.
Tapi kegiatan hari itu nggak berhenti di seremoni. Usai apel, petugas gabungan bersama unsur TNI dan Polri langsung bergerak melakukan razia serta penggeledahan kamar hunian warga binaan.
Gangguan Keamanan
Pemeriksaan dilakukan menyeluruh untuk memastikan tidak ada barang terlarang yang bisa memicu gangguan keamanan. Selain razia, Lapas Purwodadi juga menggelar tes urin terhadap 25 pegawai dan 25 warga binaan pemasyarakatan (WBP). Hasilnya, seluruh peserta dinyatakan negatif narkoba.
Dalam konferensi pers usai penggeledahan, petugas mengungkap sejumlah barang yang ditemukan di kamar hunian, mulai dari penyangga obat nyamuk, korek api, hingga amplas yang dinilai berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban lapas. Seluruh barang hasil razia langsung diamankan untuk dimusnahkan sesuai prosedur.
Baca juga:Rayakan Hari Bhakti Pemasyarakatan, Petugas Lapas Summit Attack ke Sindoro
Kalapas Kelas IIB Purwodadi, Erik Murdiyanto menegaskan, kegiatan tersebut bukan sekadar formalitas tahunan, melainkan bentuk langkah nyata menjaga integritas lingkungan pemasyarakatan.
“Kami berkomitmen penuh untuk terus memperkuat pengawasan serta menjaga Lapas Purwodadi tetap bersih dari berbagai pelanggaran,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi bersama TNI, Polri, dan seluruh stakeholder untuk menciptakan lapas yang aman, tertib, dan bebas dari praktik pelanggaran hukum.
Di balik tembok tinggi dan pintu besi lapas, perang sebenarnya memang bukan cuma soal menjaga tahanan tetap di dalam, tapi juga memastikan pelanggaran tidak diam-diam hidup nyaman di balik jeruji. (tebe)

