BACAAJA, SEMARANG– Peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62 yang jatuh pada 27 April 2026 dirayakan dengan cara yang anti-mainstream. Tim dari Ditjen Pemasyarakatan Jateng menggelar ekspedisi pendakian ke Gunung Sindoro, Temanggung, akhir pekan lalu.
Pelepasan tim dilakukan langsung oleh Kakanwil Ditjenpas Jateng, Mardi Santoso, di basecamp jalur Kledung, Desa Kledung, Parakan, Temanggung, Jumat (1/5/2026) pagi.
Dalam sambutannya, Mardi menegaskan pendakian ini bukan sekadar seremoni, tapi simbol kebersamaan, soliditas, dan sinergi antarjajaran pemasyarakatan. Selain mempererat kekompakan, kegiatan ini juga jadi momentum buat lebih peduli pada alam sekaligus menjaga kesehatan fisik dan mental.
Baca juga: Nggak Mau Kecolongan, Lapas Purwodadi Sidak Kamar Warga Binaan
“Kami mengapresiasi seluruh panitia dan peserta yang telah melaksanakan kegiatan ini dengan penuh tanggung jawab, disiplin, dan tetap mengutamakan keselamatan sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan aman, tertib, dan lancar,” ujarnya. Ia berharap nilai-nilai kebersamaan yang didapat selama pendakian bisa terus kebawa ke rutinitas kerja sehari-hari.
Tim yang ikut pun bukan kaleng-kaleng. Deretan pejabat imigrasi dan pemasyarakatan turun langsung, Kabid Pembimbingan Kemasyarakatan Kanwil Ditjenpas Jateng, Muhamad Susanni, Kalapas Kelas IIA Pasir Putih Nusakambangan Andi Yudho Sutijono sebagai ketua tim, hingga Kalapas Kelas IIB Batang Nurhamdan dan Kalapas Kelas IIB Purwodadi Erik Murdiyanto.
Rute Favorit
Total ada 89 peserta dari jajaran Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), termasuk dari Jateng, Lampung, DKI Jakarta hingga Sumbar. Mereka menempuh jalur Kledung, rute favorit pendaki Sindoro yang terkenal dengan trek nanjaknya yang “to the point”, tanpa basa-basi.
Perjalanan nggak cuma soal fisik, tapi juga soal mental. Tim sempat bermalam di Sunrise Camp di ketinggian 2.423 mdpl, spot yang terkenal dengan panorama matahari terbit yang bisa bikin capek terasa “worth it”.
Setelah itu, summit attack dimulai Sabtu (2/5/2026) sekitar pukul 03.00 WIB. Dengan suhu dingin yang makin menusuk dan jalur yang makin menguras tenaga, tim akhirnya tiba di puncak Gunung Sindoro di ketinggian 3.153 mdpl sekitar pukul 05.30 WIB.
Baca juga: Di Lapas Semarang, Razia Narkoba Sampai 18 Kali Sebulan
Di puncak, mereka membentangkan banner Hari Bhakti Pemasyarakatan, simbol bahwa semangat pengabdian nggak cuma berhenti di kantor atau balik jeruji, tapi juga bisa terus naik sampai titik tertinggi.
Ketua tim, Andi Yudho Sutijono menegaskan, seluruh kegiatan dilakukan dengan mengutamakan keselamatan. Prinsip zero accident jadi prioritas utama selama pendakian. “Alhamdulillah, semua berjalan lancar sejak naik hingga turun,” ucapnya.
Kadang, cara terbaik merayakan pengabdian memang bukan lewat pidato panjang atau ruang rapat ber-AC. Kadang cukup dengan menapaki tanjakan curam, ngos-ngosan bareng, lalu sadar kalau solidaritas itu paling terasa justru saat napas mulai tinggal setengah. (tebe)

