BACAAJA, GROBOGAN- Lapas Kelas IIB Purwodadi lagi memperketat pengawasan. Lewat sidak dan razia mendadak yang digelar Kamis (30/4/2026), petugas turun langsung ngecek kamar-kamar warga binaan buat memastikan kondisi tetap aman dan kondusif.
Razia dimulai sejak pukul 13.00 WIB, diawali apel serah terima regu jaga, biar semua siap siaga, nggak ada celah lengah. Tim gabungan yang terdiri dari petugas pengamanan, jajaran struktural, sampai Satuan Operasional Kepatuhan Internal (Satops Patnal) langsung menyisir beberapa blok, mulai dari Yudhistira sampai Bisma.
Baca juga: Di Lapas Semarang, Razia Narkoba Sampai 18 Kali Sebulan
Kepala Lapas, Erik Murdiyanto bilang, kalau razia ini bukan sekadar rutinitas, tapi langkah pencegahan biar potensi gangguan keamanan bisa dideteksi sejak awal. “Ini bentuk komitmen kami untuk menjaga lingkungan tetap aman dan bebas dari barang terlarang,” tegasnya.
Dari hasil penyisiran, petugas nemuin sejumlah barang yang nggak sesuai aturan. Mulai dari paku, pinset, tali, korek api, sampai besi jemuran, barang-barang yang kelihatannya sepele, tapi bisa jadi masalah kalau disalahgunakan.
Semua temuan langsung diinventarisasi dan bakal diproses sesuai prosedur. Nggak ada yang dibiarkan lolos. Langkah ini juga jadi bagian dari upaya serius Lapas Purwodadi dalam ngejar predikat Zona Integritas menuju WBK/WBBM.
Kepercayaan Publik
Intinya, mereka pengen nunjukin kalau sistem di dalam lapas bisa bersih, transparan, dan bebas dari praktik-praktik ilegal, termasuk narkoba dan penipuan yang kadang justru dikendalikan dari balik jeruji.
Dengan razia rutin kayak gini, harapannya nggak cuma keamanan yang terjaga, tapi juga kepercayaan publik ikut naik.
Baca juga: Tumpeng, MoU, dan Janji Pelayanan Prima: Lapas Purwodadi Nggak Mau Cuma Seremonial
Di tempat yang identik dengan “terkunci”, ternyata pengawasan tetap harus dibuka lebar. Soalnya, kalau lengah sedikit, yang harusnya terkurung bisa aja malah “bergerak bebas”, meski cuma lewat celah kecil bernama kelalaian. (tebe)

