Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Agustina: Jabatan Nggak Dijual, Apalagi Ditawar
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Daerah

Agustina: Jabatan Nggak Dijual, Apalagi Ditawar

Isu jual beli jabatan memang selalu sensitif. Makanya, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng memilih bicara terang sejak awal. Di Balai Kota, ia menegaskan satu hal: di Semarang, jabatan bukan komoditas.

T. Budianto
Last updated: Januari 27, 2026 8:50 am
By T. Budianto
3 Min Read
Share
PELANTIKAN DIRUT TSS: Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng melantaik Direktur PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) periode 2025-2029, Bimo Wahyu Widodo Dasir Santoso di Balai Kota Semarang, Senin (26/1/2026). (Foto: Pemkot Semarang)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menegaskan bahwa proses pengangkatan direksi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Kota Semarang dilakukan tanpa praktik jual beli jabatan.

Penegasan itu disampaikan saat pelantikan Direktur PT Taman Satwa Semarang (Perseroda), Bimo Wahyu Widodo Dasir Santoso untuk periode 2025-2029, di Balai Kota Semarang, Senin (26/1/2026).
Menurut Agustina, posisi Direktur PT Taman Satwa Semarang bukan jabatan biasa. Semarang Zoo punya peran strategis sebagai ruang rekreasi, edukasi, sekaligus kawasan konservasi satwa.

Karena itu, proses pengisian jabatan dilakukan secara hati-hati dan profesional, meski harus memakan waktu cukup lama. “Proses pengisian jabatan ini dilaksanakan dengan sangat tertib, transparan, sesuai ketentuan undang-undang. Saking hati-hatinya jadi lama,” ujar Agustina.

Ia juga secara terbuka menanggapi isu yang berkembang soal dugaan adanya transaksi dalam pengangkatan jabatan. Agustina menegaskan, praktik semacam itu tidak mendapat ruang dalam kepemimpinannya. “Di Kota Semarang ini penting untuk disampaikan, tidak boleh, tidak ada, dan bahkan dipikirkan pun tidak,” tegasnya.

Baca juga: Bukan Cuma Geser Kursi, Rotasi Pemkot Semarang Disebut Ajang Regenerasi

Agustina menjelaskan, seluruh pengisian jabatan di lingkungan Pemkot Semarang berorientasi pada kerja bersama untuk kepentingan kota. Fokus utamanya adalah peningkatan kualitas pelayanan publik dan penguatan sumber daya manusia. Untuk menjaga integritas dalam pengambilan keputusan strategis, Pemkot Semarang menerapkan pendekatan kehati-hatian.

“Kita akan mencoba secret action and silence untuk semua hal yang bersifat strategis dan punya potensi untuk dimainkan oleh orang-orang yang tidak pernah berjalan,” katanya. Ia menambahkan, proses seleksi melibatkan panitia dari luar serta lembaga independen yang memiliki integritas dan kepakaran. Penetapan direktur terpilih merupakan hasil kesepakatan bersama dan dilakukan secara transparan.

Kualitas Pelayanan

Agustina juga berpesan agar pengelolaan Semarang Zoo ke depan benar-benar fokus pada fungsi edukasi, konservasi, dan rekreasi yang profesional dan berkelanjutan. Mulai dari peningkatan kualitas pelayanan, kesejahteraan satwa, hingga inovasi wahana ramah anak dan keluarga.

Selain itu, ia mendorong penataan kawasan yang lebih alamiah dengan konsep sederhana namun edukatif, agar pengalaman belajar dan rekreasi pengunjung semakin kuat.

Sementara itu, Direktur PT Taman Satwa Semarang (Perseroda) yang baru dilantik, Bimo Wahyu Widodo Dasir Santoso, menyatakan komitmennya untuk membawa Semarang Zoo naik kelas.
“Taman satwa ini harus naik kelas. Sekarang hasil audit dari Kementerian Kehutanan masih C. Nanti kita targetkan bertahap jadi B, lalu A,” ujarnya.

Baca juga: ASN Semarang Diminta Nggak Cuma Sibuk, Tapi Berdampak

Ia menegaskan, peningkatan fungsi konservasi, edukasi, dan rekreasi akan menjadi fokus utama, termasuk persiapan menghadapi libur Lebaran serta penguatan program kesejahteraan satwa.

Di tengah isu yang sering bikin publik curiga, Pemkot Semarang memilih pasang papan besar: jabatan bukan dagangan. Kalau prosesnya lama, katanya, itu karena hati-hati, bukan karena nawar. Dan di Semarang Zoo, yang diharapkan naik kelas bukan cuma kandangnya, tapi juga cara ngelola kepercayaan publik. (tebe)

You Might Also Like

Uang Investor Betah di Jateng: Sekali Masuk, Rp 88,5 T Langsung Parkir

Republik Rasa Perusahaan? 30 Wamen Rangkap Jabatan Komisaris BUMN, Berikut Daftar Lengkapnya

Minimal 28 Juta Warga Indonesia Gangguan Jiwa, Jangan-jangan yang Duduk di Kursi Kekuasaan Juga?

Mahesa Jenar vs Joko Tingkir, Siapa Menang?

Puan: Perwira Muda Harus Jadi Benteng Rakyat yang Cerdas dan Humanis

TAGGED:agustina wilujengdirut tssheadlinepemkot semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Jangan Salahkan Gadget, Tetapi Bangun Kognisi Remaja agar Terbiasa Membaca
Next Article Bupati Temanggung Agus Gondrong menginisiasi bangkitnya sejumlah sekolah di Aceh Tamiang. Momen Haru Agus Gondrong di Aceh Tamiang: Disambut Selawat Badar, Kepsek Nangis Lihat Sekolah Bangkit

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

SIDANG TPPU--Gus Yazid terdakwa kasus pencucian uang BUMD Cilacap, digiring dari ruang sidang menuju mobil tahanan. (bae)

Istri Gus Yazid Ungkap Fakta Mencengangkan: Dia Lebih Pilih Setia kepada Jenderal Widi

JALAN--Jalan baru Undip Tembalang. (google earth)

Pemkot Semarang Ikut Terseret, Warga Tuntut Ganti Rugi Lahan Proyek Jalan Jangli-Undip

Mohammad Saleh Minta Perbaikan Jalan Pantura Barat Dipercepat

Menengok Ulang Kontroversi “Wonderland Indonesia” yang Mengubah Cara Kita Melihat Budaya

Warga Binaan Lapas Purwodadi Belajar Jadi Barista

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Dwi Hartono, mahasiswa S2 UGM, residivis ijazah palsu, dan otak pembunuhan Kacab Pembantu BRI Cempaka Putih.
Hukum

Jejak Dwi Hartono di Semarang: Jebolan Fakultas Kedokteran, Residivis Ijazah Palsu, Kini Dinonaktifkan UGM

Agustus 28, 2025
KORBAN TREATMENT KECANTIKAN - Peradi SAI Semarang menegaskan, korban yang wajahnya rusak setelah melakukan treatment kecantikan, bisa menggugat klinik kecantikan yang bersangkutan. (dul)
Info

Wajah Rusak Setelah Treatmen Kecantikan? Peradi SAI Tegaskan Korban Bisa Gugat Klinik

Mei 19, 2026
Daerah

Gubernur Jateng: Koperasi Merah Putih Dorong Kesejahteraan Desa

Juli 22, 2025
Info

Proyek Giant Sea Wall Pantura Dimulai

Mei 4, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Agustina: Jabatan Nggak Dijual, Apalagi Ditawar
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?