Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Jangan Sampai Bisnis Cuma Modal “Yang Penting Laku”
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Pendidikan

Jangan Sampai Bisnis Cuma Modal “Yang Penting Laku”

T. Budianto
Last updated: Agustus 11, 2026 2:27 pm
By T. Budianto
5 Min Read
Share
IDENTITAS USAHA: Mahasiswa KKN-T IDBU 20 Undip memasang banner identitas usaha salah satu UMKM di Kelurahan Serengan, Kota Surakarta, sebagai bagian dari pendampingan setelah kegiatan sosialisasi dan pelatihan manajemen usaha. (Foto: Ist)
SHARE

SURAKARTA– Punya produk enak, pelanggan mulai datang, dan omzet sesekali naik memang bikin hati senang. Tapi kalau urusan uang masih campur dengan uang pribadi, promosi sekadarnya, sampai lokasi usaha susah ditemukan di internet, bisnis bisa saja jalan di tempat.

Persoalan itulah yang coba dibenahi mahasiswa KKN-T IDBU Universitas Diponegoro (Undip) Tim 20 melalui sosialisasi dan pelatihan manajemen operasional usaha bagi pelaku UMKM di Kelurahan Serengan, Kota Surakarta.

Mengusung tema “Mengelola Bisnis agar Lebih Terarah bagi Pelaku UMKM”, kegiatan tersebut digelar mulai sekitar pukul 19.00 WIB dan diikuti 15 pelaku UMKM yang dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan.

Mahasiswa tidak sekadar mengajak peserta membahas cara supaya dagangan makin laris. Mereka juga mengajak pelaku usaha melihat bisnis dari sisi yang lebih luas: bagaimana usaha dikelola, uang dicatat, pelanggan dipertahankan, hingga produk bisa lebih mudah ditemukan calon pembeli.

Materi dikemas dalam konsep empat pilar bisnis, yakni marketing, keuangan, operasional, dan sumber daya manusia (SDM). Empat hal tersebut diperkenalkan sebagai fondasi yang perlu diperhatikan pelaku UMKM agar usaha tidak hanya mengandalkan pengalaman dan kebiasaan sehari-hari.

Baca juga: Masuk 25 Besar Desa BRILiaN, Getas Ditempa Lima Hari Bareng Undip dan BRI

Dari sisi pemasaran, pelaku usaha diajak memahami pentingnya menentukan strategi promosi dan mengenali calon pelanggan. Sementara dari sisi keuangan, mereka didorong mulai melakukan pencatatan dan pengelolaan uang secara lebih rapi.

Aspek operasional juga menjadi perhatian, termasuk bagaimana proses usaha bisa dibuat lebih efektif. Sedangkan pengelolaan SDM dibutuhkan ketika usaha mulai melibatkan orang lain dan berkembang menjadi bisnis dengan skala yang lebih besar.

Dosen Pendamping Lapangan (DPL) KKN-T IDBU Undip Tim 20, Agung Budiatmo, S.Sos, MM mengatakan, penguatan manajemen menjadi bagian penting dalam membantu UMKM berkembang. Menurutnya, produk yang bagus saja belum cukup untuk membuat sebuah usaha bertahan dalam jangka panjang.

“UMKM tidak cukup hanya mengandalkan produk yang baik. Pengelolaan usaha juga perlu diperhatikan, mulai dari pemasaran, keuangan, operasional sampai bagaimana membangun hubungan dengan pelanggan. Ketika aspek-aspek tersebut dikelola dengan baik, peluang usaha untuk berkembang tentu akan semakin besar,” ujar Agung.

Langsung Diterapkan

Agung menilai pendampingan UMKM sebaiknya tidak berhenti pada teori yang selesai ketika acara ditutup. Materi yang diberikan harus dibuat sesederhana mungkin agar bisa langsung diterapkan dalam aktivitas usaha sehari-hari.

“Yang terpenting bukan hanya memahami konsepnya, tetapi bagaimana ilmu tersebut bisa dipraktikkan. UMKM perlu didorong untuk mulai melakukan perubahan kecil dalam pengelolaan usahanya secara konsisten,” katanya.

Selain empat pilar bisnis, peserta juga mendapatkan materi mengenai Customer Relationship Management (CRM) dan strategi komunikasi. Materi tersebut diarahkan untuk membantu pelaku UMKM membangun hubungan yang lebih baik dengan pelanggan sekaligus menjaga agar pembeli tidak sekadar datang sekali, kemudian hilang tanpa kabar.

Strategi komunikasi dinilai semakin penting karena sebagian UMKM di Kelurahan Serengan masih mengandalkan pemasaran konvensional. Padahal, perkembangan teknologi membuka pintu yang jauh lebih lebar untuk memperkenalkan produk kepada calon pelanggan.

Sekretaris RW 08 Kelurahan Serengan, Djanto, yang hadir mewakili Ketua RW 08, mengapresiasi kegiatan yang digelar mahasiswa KKN-T Undip tersebut. Menurutnya, 15 UMKM yang mengikuti kegiatan memiliki potensi untuk bersaing dan berkembang apabila pengelolaannya diperbaiki. Ia juga mendorong para pelaku usaha untuk memanfaatkan peluang pemasaran digital.

Baca juga: Fisip Undip Gelar Pelatihan Packaging bagi Pelaku UMKM Rowosari

“Harapannya, apa yang sudah diberikan mahasiswa bisa benar-benar diterapkan. Potensi UMKM di sini ada, tinggal bagaimana dikelola dengan baik dan memanfaatkan peluang yang tersedia,” ujarnya.

Yang menarik, program tersebut tidak berhenti setelah sesi sosialisasi selesai.

Sehari setelah pelatihan, mahasiswa KKN-T IDBU Undip Tim 20 kembali melakukan pendampingan dengan membantu membuat dan memasang banner usaha bagi 15 UMKM peserta.

Mahasiswa juga membantu membuat titik lokasi usaha di Google Maps. Langkah ini dilakukan agar keberadaan UMKM lebih mudah ditemukan masyarakat, terutama calon pelanggan yang kini terbiasa mencari produk dan layanan melalui mesin pencarian. (tebe)

You Might Also Like

Cuma Jepret Gigi, AI UGM Ini Langsung Kasih Diagnosis

Pengamat Bilang PDIP Pede Kawal Suara Rakyat, Makanya Nolak Pilkada Lewat DPRD

Unwahas Gandeng Maxwell, Mahasiswa Dibekali Skill Biar Siap Kerja

Mahasiswa KKN Jadi Mitra Pemprov Bangun Desa

Serikat Pekerja Kampus Minta MK Lindungi Dana Pendidikan

TAGGED:fisip undipkknt undipundip
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Petani Jateng Mulai Tinggalkan Pompa Diesel
Next Article Tapak Suci Dorong Anak Muda Jadi Jagoan yang Punya Karakter

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

TES UKBI--Siswa SMAN 6 Semarang sedang mengikuti Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) yang digelar secara kolektif di aula sekolah, Selasa (11/8/2026). (bae)

SMAN 6 Semarang Jadi Sekolah Pertama Gelar UKBI 2026

Siswa SMPN 22 Surakarta Diajak Jadi Calon Entrepreneur

Siswa SMAN 6 Semarang Ikuti UKBI, Ukur Kemampuan Bahasa

Siswa SD Serengan Diajak Kenali Bahaya Cyberbullying

Tapak Suci Dorong Anak Muda Jadi Jagoan yang Punya Karakter

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Pendidikan

Anak Semarang Udah Nggak Takut Sekolah!

Oktober 22, 2025
Pendidikan

URI Baru Jalan, Dasar Hukumnya Mulai Dipertanyakan

Agustus 1, 2026
Pendidikan

Laksana Aksara: Gerak Baru Bedana Nyetel Bareng Warga

November 29, 2025
Pendidikan

Siswa SMAN 1 Salatiga Diajak Bongkar Mitos Vape

Juni 4, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Jangan Sampai Bisnis Cuma Modal “Yang Penting Laku”
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?