Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Masuk 25 Besar Desa BRILiaN, Getas Ditempa Lima Hari Bareng Undip dan BRI
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Pendidikan

Masuk 25 Besar Desa BRILiaN, Getas Ditempa Lima Hari Bareng Undip dan BRI

Jadi desa terbaik ternyata bukan cuma soal punya potensi. Dibutuhkan strategi, inovasi, dan kolaborasi agar potensi itu benar-benar bisa "naik kelas". Itulah yang kini sedang dilakukan Desa Getas, Kabupaten Kendal, yang tengah memanaskan mesin untuk berburu gelar Desa BRILiaN 2026.

T. Budianto
Last updated: Agustus 7, 2026 4:27 pm
By T. Budianto
4 Min Read
Share
BERI SAMBUTAN: Guntar Purboyono dari Ultra Micro Departement BRI Region 10 memberikan sambutan saat kegiatan Pendampingan Lapangan Desa BRILiaN 2026 Batch 1 di Desa Getas, Singorojo, Kendal, Senin, (3/8/2026). (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, KENDAL- Desa Getas, Kecamatan Singorojo, Kendal terus memantapkan langkah setelah berhasil menembus 25 besar Program Desa BRILiaN 2026. Demi menghadapi tahapan penilaian berikutnya, desa ini mengikuti Kegiatan Pendampingan Lapangan Desa BRILiaN 2026 Batch 1 yang berlangsung selama lima hari, mulai 3 hingga 7 Agustus 2026.

Pendampingan tersebut diisi berbagai kegiatan, mulai dari penyampaian materi, praktik lapangan, diskusi, workshop, hingga coaching. Tujuannya bukan sekadar memenuhi tahapan lomba, tetapi juga meningkatkan kapasitas pemerintah desa dan masyarakat dalam mengelola potensi lokal.

Kepala Desa Getas, Budiyono mengatakan, pendampingan menjadi bekal penting agar desanya semakin siap menghadapi proses penilaian Desa BRILiaN.

Menurutnya, keberhasilan masuk 25 besar menjadi motivasi untuk terus melakukan pembenahan di berbagai sektor. “Melalui pendampingan ini kami berharap Desa Getas semakin siap menghadapi proses penilaian Lomba Desa BRILiaN 2026. Harapan kami tentu bisa menjadi juara Desa BRILiaN tahun ini,”ujarnya.

Baca juga: Getas Bersiap Jadi Desa BRILiaN, KKN-T 136 Undip Turun Bawa Jurus Kopi, Kambing, dan Wisata

Budiyono juga menyambut kehadiran mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) 136 Universitas Diponegoro (Undip) yang dinilai mampu menghadirkan ide-ide baru untuk memperkuat pembangunan desa.

Ia berharap berbagai program yang dijalankan mahasiswa tidak hanya mendukung lomba, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

“Kami menyambut baik kehadiran mahasiswa KKN-T 136 Undip di Desa Getas. Kami berharap berbagai program yang akan dilaksanakan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, memperkuat potensi desa, serta mendukung pembangunan yang berkelanjutan,” katanya.

Hasil Kolaborasi

Koordinator Dosen Pembimbing Lapangan KKN-T 136 Desa Getas, Dr Ir Cahya Setya Utama, SPt, MSi, IPM, menjelaskan program ini merupakan hasil kolaborasi antara Undip dan BRI Branch Office Kendal untuk mendukung Desa Getas meraih predikat Desa BRILiaN.

Menurutnya, seluruh program kerja mahasiswa dirancang berdasarkan hasil pemetaan potensi desa agar mampu memberikan dampak nyata. “Undip berkolaborasi dengan BRI Cabang Kendal melalui KKN Tematik untuk mendukung seluruh program pengembangan desa. Semua program mahasiswa diarahkan agar mampu memperkuat potensi Desa Getas sehingga memiliki peluang besar menjadi juara Desa BRILiaN,” jelasnya.

Hasil pemetaan tim KKN menunjukkan Desa Getas memiliki beragam potensi strategis yang bisa dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi maupun sosial. Karena itu, program kerja mahasiswa difokuskan pada penguatan potensi lokal, pemberdayaan masyarakat, hingga peningkatan kapasitas kelembagaan desa.

Baca juga: Mahasiswa KKN Jadi Mitra Pemprov Bangun Desa

Pendampingan ini juga menjadi contoh sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, masyarakat, dan sektor perbankan dalam mendorong pembangunan desa yang berkelanjutan.

Program tersebut turut diperkuat oleh tim dosen pembimbing yang terdiri dari Prof Dr Triana Setyawardani, SPt, MP, IPU, ASEAN Eng dan Dr Ir Yetti Astuti, STP, MBA.

Sementara itu, Guntar Purboyono dari Ultra Micro Departement BRI Region 10 Semarang menilai Desa Getas memiliki modal besar untuk berkembang menjadi desa unggulan apabila seluruh potensinya dikelola secara optimal.

“Desa Getas memiliki sumber daya dan potensi unggulan yang sangat menjanjikan. Dengan kolaborasi yang kuat dan program yang tepat sasaran, potensi tersebut dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat posisi Desa Getas dalam Program Desa BRILiaN,” ujarnya.

Ia berharap kolaborasi dengan mahasiswa KKN Undip dapat mempercepat transformasi desa melalui penguatan kapasitas masyarakat, pengembangan kelembagaan, serta pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.

Menjadi desa hebat ternyata bukan soal memasang baliho “desa maju”. Yang lebih penting adalah berani belajar, mau berkolaborasi, dan terus berinovasi. Sebab gelar juara mungkin hanya diumumkan sekali, tetapi desa yang benar-benar berkembang akan dirasakan manfaatnya setiap hari. (tebe)

You Might Also Like

Gus Yasin: Madrasah Jangan Cuma Ajar Ilmu, Tapi Bentengi Iman Anak

Guru Diminta Upgrade Cara Main Abad ke-21

Isu Anggaran Disentil, MBG Diklaim Aman Kok

Banyumas Masih Minus 1.778 Guru SD dan SMP

Lapas Semarang Pamerkan Program Pembinaan ke Undip-UNODC

TAGGED:desa briliankknt undipundip
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article KERJA SAMA--Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng bersama Dubes Prancis, Fabien Penone dalam acara pembukaan pemeran di Lawang Sewu, Kamis (6/8/2026). (bae) Peluang Penulis Lokal Semarang Berangkat ke Prancis, Pemkot Siapkan Program Residensi Sastra
Next Article Samuel Wattimena: El Nino Bukan Buat Panik, Tapi Alarm Supaya Semua Bergerak Lebih Cepat

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Uang Bertanda Tangan Purbaya Mulai Diburu Kolektor

Seniman senior Yogyakarta Susilo Nugroho, yang dikenal luas lewat karakter ikonik Den Baguse Ngarsa.

Den Baguse Ngarsa Berpulang, Dunia Seni-Budaya Jogja Kehilangan Salah Satu Cahaya Terangnya

Jepang Kekurangan Tenaga Sopir

Tren Positif Berlanjut, Gol Telat Hari Nur Selamatkan PSIS

GIIAS Semarang 2026 Kembali Digelar

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Pendidikan

Mahasiswa KKN Jadi Mitra Pemprov Bangun Desa

Juli 7, 2026
Pendidikan

UGM Kenalkan Beras Presokazi, Inovasi Pangan yang Bantu Cegah Stunting

Oktober 9, 2025
Pendidikan

SPMB 2026: Gagal Negeri, Langsung Masuk Swasta Gratis

Mei 7, 2026
Pendidikan

Ratusan Dosen Digembleng Jadi Agen Pancasila

Februari 25, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Masuk 25 Besar Desa BRILiaN, Getas Ditempa Lima Hari Bareng Undip dan BRI
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?