BACAAJA, SEMARANG– Pemprov Jateng menggandeng 4.620 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) untuk memperkuat pelaksanaan program Kecamatan Berdaya.
Ribuan mahasiswa itu diharapkan tak sekadar menjalankan kewajiban akademik, tetapi ikut menjadi bagian dari percepatan pembangunan desa. Para mahasiswa KKN Tahun 2026 tersebut dilepas langsung oleh Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi di Gedung Muladi Dome, Semarang, Selasa (7/7/2026).
Mereka akan diterjunkan ke sepuluh kabupaten/kota di Jateng untuk membantu memetakan persoalan sekaligus menggali potensi desa sesuai kondisi di lapangan.
Ahmad Luthfi mengatakan, program Kecamatan Berdaya menjadi salah satu strategi Pemprov Jateng dalam mempercepat pembangunan berbasis wilayah. Karena itu, keterlibatan mahasiswa dinilai sangat penting untuk menghadirkan data dan solusi yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat.
Baca juga: Getas Bersiap Jadi Desa BRILiaN, KKN-T 136 Undip Turun Bawa Jurus Kopi, Kambing, dan Wisata
“Tentu ini akan sangat membantu sekali untuk pengembangan wilayah,” ujar Luthfi. Ia menjelaskan, Jateng memiliki sekitar 8.710 desa dengan karakteristik dan tantangan yang berbeda-beda. Oleh sebab itu, kecamatan dipilih sebagai titik penguatan agar pembangunan desa dapat berjalan lebih terarah dan terintegrasi.
Menurutnya, kolaborasi dengan perguruan tinggi diharapkan mampu menghasilkan masukan berdasarkan kondisi riil di lapangan. Dengan begitu, program KKN tidak berhenti sebagai aktivitas akademik, tetapi mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Salah satu peserta KKN, Lasma Siombing mengaku telah menyiapkan sejumlah program kesehatan setelah ditempatkan di Desa Kunti, Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali.
Mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) Undip itu berencana memberikan edukasi perilaku hidup bersih kepada anak-anak sekolah sekaligus melakukan screening kesehatan gigi.
Hasil Survei
Sementara itu, peserta KKN lainnya, Naila Safa Zuri akan mengembangkan program pengolahan sampah organik menjadi eco enzyme di Desa Jendi, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri.
Mahasiswa Fakultas Sains dan Matematika tersebut mengatakan, program itu disusun setelah timnya menemukan persoalan kekeringan dan pengelolaan limbah saat melakukan survei awal. “Berdasarkan hasil survei kami kemarin, beberapa masalah sudah terlihat,” katanya.
Rektor Undip, Suharnomo menegaskan, kampus akan terus mendukung program pembangunan Pemprov Jateng melalui KKN reguler maupun tematik.
Baca juga: FPP Undip dan Pertamina Bikin KKN Naik Kelas di Pedurungan
Menurutnya, berbagai program mahasiswa akan disesuaikan dengan kebutuhan daerah, mulai dari penguatan UMKM, percepatan penurunan stunting, penurunan angka kematian ibu, hingga pemberdayaan masyarakat.
Pada hari yang sama, Wagub Jateng, Taj Yasin Maimoen juga melepas mahasiswa KKN dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto untuk menjalankan program serupa di berbagai daerah di Jateng.
Mahasiswa sering dianggap datang ke desa cuma membawa proposal dan spanduk. Padahal yang paling dibutuhkan bukan sekadar laporan tebal di akhir KKN, melainkan ide yang tetap hidup bahkan setelah almamater mereka tak lagi terlihat di balai desa. (tebe)

