Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Tangis Ristia Pecah di Ruang Fraksi: Anak Saya Berangkat Sekolah, Pulangnya Penuh Memar
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Pendidikan

Tangis Ristia Pecah di Ruang Fraksi: Anak Saya Berangkat Sekolah, Pulangnya Penuh Memar

Air mata Ristia tak berhenti mengalir saat memasuki ruang Fraksi PDIP DPRD Kota Semarang, Rabu (17/6/2026). Di hadapan para anggota dewan, ibu dari siswa bernama KAA itu menceritakan dugaan perundungan yang dialami putranya hingga tubuhnya dipenuhi memar.

T. Budianto
Last updated: Juni 18, 2026 3:21 am
By T. Budianto
3 Min Read
Share
TERIMA PENGADUAN: Ketua Fraksi PDIP Kota Semarang, Rahmulyo Adi Wibowo (RAW) bersama sejumlah anggota fraksi menerima pengaduan dari orang tua siswa di salah satu SMP swasta di Semarang yang diduga menjadi korban perundungan, Rabu, (17/6/2026). (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Ruang Fraksi PDIP DPRD Kota Semarang yang biasanya dipenuhi pembahasan politik mendadak berubah haru, Rabu, (17/6/2026) siang.

Tangis seorang ibu tak terbendung saat menceritakan kondisi putranya yang diduga menjadi korban perundungan dan pengeroyokan oleh tiga kakak kelasnya di toilet sekolah. Cerita itu membuat suasana ruangan mendadak sunyi.

Ristia, ibu dari KAA, datang mengadu dan meminta pendampingan kepada Fraksi PDIP Kota Semarang. Ia diterima langsung oleh tim Komisi D, yakni Michael, Lely Purwandari, dan Kusrin.

Baca juga: Titip Anak Masuk Sekolah? RAW: Maaf, Kursinya Nggak Bisa Ditambah Kayak Bangku Hajatan

Dengan suara bergetar, Ristia mengisahkan bagaimana anaknya pulang dalam kondisi penuh luka. Menurutnya, anaknya mengalami lebih dari delapan titik memar yang tersebar di kepala, wajah, dada, perut, tangan hingga kedua kakinya. Sejumlah luka bahkan tampak membiru akibat dugaan aksi kekerasan yang dilakukan tiga kakak kelasnya.

Tangis Ristia kembali pecah saat menceritakan kronologi kejadian. Ia mengaku sangat terpukul, terlebih karena merasa pihak sekolah terlambat memberikan informasi kepada keluarga mengenai insiden yang dialami putranya.

Di hadapan anggota Komisi D, Ristia juga memperlihatkan sejumlah foto yang menunjukkan kondisi tubuh anaknya setelah kejadian. Foto-foto tersebut memperlihatkan memar di beberapa bagian tubuh korban yang diduga akibat aksi perundungan tersebut.

Penyelesaian Kasus

Melalui pengaduan itu, Ristia berharap Fraksi PDIP Kota Semarang dapat membantu mengawal proses penyelesaian kasus, menjadi jembatan komunikasi antar pihak, sekaligus memastikan keadilan bagi putranya. Ia juga berharap kejadian serupa tidak lagi menimpa siswa lain di lingkungan sekolah.

Menanggapi laporan tersebut, anggota Komisi D DPRD Kota Semarang dari Fraksi PDIP, Michael menegaskan pihaknya serius mengawal dugaan kasus perundungan (bullying) yang terjadi di salah satu SMP swasta ternama di Semarang tersebut. Dalam waktu dekat, Fraksi PDIP berencana mendatangi pihak sekolah untuk meminta penjelasan sekaligus memperjuangkan hak-hak korban.

Baca juga: Dapur Marhaen Diserbu Warga, Ojol hingga Kurir Antre Makan Gratis di Kantor PDIP Jateng

Ketua Fraksi PDIP Kota Semarang Rahmulyo Adi Wibowo atau yang akrab disapa RAW disebut telah bergerak cepat dengan menjalin koordinasi bersama Polrestabes Semarang, Dinas Pendidikan Kota Semarang, serta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Semarang.

Menurut Michael, Fraksi PDIP berkomitmen mengawal kasus tersebut hingga seluruh proses berjalan secara adil dan memberikan kepastian bagi korban maupun keluarganya.

Sekolah selalu disebut sebagai rumah kedua bagi anak. Tapi ketika seorang siswa justru pulang membawa luka, lalu seorang ibu harus mencari keadilan hingga ke gedung DPRD, mungkin yang perlu dievaluasi bukan hanya pelaku. Sebab pendidikan seharusnya mengajarkan keberanian melindungi, bukan sekadar keberanian meminta maaf setelah semuanya terlambat. (tebe)

You Might Also Like

KPK Lacak Duit Fadia Arafiq

Terdakwa Korupsi Plaza Klaten Ngaku Setor Rp1 Miliar untuk Urus Kasus di Kejaksaan

Hari Ini Khofifah Diperiksa KPK soal Korupsi Dana Hibah di Polda Jatim

Santri Kuliah Sampai Luar Negeri, Kenapa Enggak?

Terungkap! Sopir Cadangan Bus Maut PO Cahaya Trans Baru Berusia 22 Tahun

TAGGED:dp3a kota semarangfpdip dprd kota semarangheadlineperundunganPolrestabes SemarangRAW
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article MAHASISWA MENGGUGAT - Mahasiswa yang tergabung dalam Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Semarang menggelar aksi demonstrasi di depan gedung DPRD Jateng, menuntut evaluasi total dan penghentian program MBG, Rabu (17/6/2026). (dul) Usai Jaga, Dokter Muda Undip Ikut Demo di Semarang: Harga Obat Naik saat Rupiah Lemah

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Tangis Ristia Pecah di Ruang Fraksi: Anak Saya Berangkat Sekolah, Pulangnya Penuh Memar

MAHASISWA MENGGUGAT - Mahasiswa yang tergabung dalam Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Semarang menggelar aksi demonstrasi di depan gedung DPRD Jateng, menuntut evaluasi total dan penghentian program MBG, Rabu (17/6/2026). (dul)

Usai Jaga, Dokter Muda Undip Ikut Demo di Semarang: Harga Obat Naik saat Rupiah Lemah

BERI PENJELASAN - Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng memberi penjalasan kepada wartawan. (ist)

BOP RT Rp25 Juta Segera Cair, Wali Kota Semarang Pastikan Penggunaannya Dikawal Ketat

MAHASISWA MENGGUGAT - Mahasiswa yang tergabung dalam Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Semarang berjalan kaki menuju gedung DPRD Jateng, menuntut evaluasi total dan penghentian program MBG, Rabu (17/6/2026). (dul)

Tak Ada Pejabat Temui Massa Aksi, PMII Semarang: Mengecewakan! Kami Datang Bawa Kajian

MENCERDASKAN ANAK BANGSA - Ilustrasi guru honorer sedang mengajar siswa. Meski mereka berjuang sekuat tenaga mencerdaskan anak bangsa, nasib mereka acap kali terbaikan oleh kebijakan.

Anggaran Lagi Diketatkan, Saleh Minta Nasib 1.814 Guru Honorer Jangan Diabaikan

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Daerah

PWI Jateng Ganti Nahkoda, Tanpa Ribut-Ribut

Oktober 18, 2025
Gus Yazid (berpeci) menjalani sidang dakwaan kasus TPPU di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (6/5/2026). (bae)
Hukum

Terbongkar! Begini Cara Gus Yazid Samarkan Duit Hasil Korupsi Jatah Eks-Pangdam Widi

Mei 6, 2026
Hukum

Ketika “Seragam” Ikut Terseret Kasus Pabrik Narkoba

April 14, 2026
Info

Luthfi Temui Ojol yang Capek Digas Terus Sama Aplikator

Mei 20, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Tangis Ristia Pecah di Ruang Fraksi: Anak Saya Berangkat Sekolah, Pulangnya Penuh Memar
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?