BACAAJA, SEMARANG– Kuliah Kerja Nyata (KKN) kini menjelma menjadi ruang kolaborasi yang melahirkan solusi nyata bagi masyarakat. Hal itu terlihat dari kerja sama PT Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Semarang, Fakultas Peternakan dan Pertanian (FPP) Universitas Diponegoro (Undip), dan Pemerintah Kelurahan Pedurungan Tengah yang meluncurkan Program Pemberdayaan Masyarakat berbasis circular economy.
Kolaborasi tersebut resmi dimulai melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Ruang Fastron, PT Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Semarang, Senin (29/6/2026).
Kesepakatan ditandatangani oleh Dekan Fakultas Peternakan dan Pertanian Undip, Prof Sugiharto bersama manajemen PT Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Semarang sebagai langkah awal pelaksanaan KKN Tematik yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat.
Baca juga: Perkuat Kualitas Akademik, FPP Undip Gelar Workshop RPS OBE-SDGs
Program ini mempertemukan kekuatan akademisi, dunia usaha, dan pemerintah daerah untuk menjawab berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, mulai dari pengelolaan sampah, energi terbarukan, ketahanan pangan, hingga pengembangan usaha mikro.
Sebanyak 30 mahasiswa Undip lintas fakultas akan diterjunkan ke Kelurahan Pedurungan Tengah untuk mendampingi warga mengembangkan berbagai program berbasis ekonomi sirkular.
Tak sekadar menjalankan program KKN, para mahasiswa akan bekerja bersama tim Corporate Social Responsibility (CSR) Pertamina dan pemerintah kelurahan menggali potensi lokal agar memiliki nilai tambah bagi masyarakat.
Beberapa program yang disiapkan antara lain mengolah batang dan buah pisang menjadi produk bernilai ekonomi, mengembangkan integrated farming, mengubah limbah organik menjadi biogas, memperkuat pengelolaan bank sampah, hingga mendampingi pelaku UMKM agar lebih berkembang.
Seluruh program dirancang agar tidak hanya mengurangi persoalan limbah, tetapi juga membuka peluang usaha baru, meningkatkan pendapatan warga, sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Langkah Strategis
PJ Sementara Integrated Terminal Manager Semarang, Juandana mengatakan, kolaborasi tersebut menjadi langkah strategis karena menggabungkan keahlian akademisi dengan pengalaman Pertamina dalam menjalankan program pemberdayaan masyarakat.
“Kolaborasi ini merupakan langkah yang sangat baik karena dapat saling melengkapi antara bidang keilmuan Agribisnis di Undip dengan pengalaman implementasi program pemberdayaan yang dimiliki Tim CSR Pertamina. Kami optimistis sinergi ini akan menghasilkan program yang tidak hanya berdampak selama KKN berlangsung, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” ujarnya.
Selama pelaksanaan program, mahasiswa juga akan mendapat pendampingan langsung dari dosen Program Studi Agribisnis FPP Undip, yakni Ir Joko Mariyono, MP, PhD, Annisa Firdauzi, SP, MP, dan Pramesti Megayana, SP, MSc, sehingga setiap kegiatan dapat berjalan terukur dan tepat sasaran.
Ketua tim dosen pendamping, Joko Mariyono menjelaskan, salah satu fokus utama program adalah membangun sistem pertanian terpadu yang mampu mengubah limbah menjadi sumber energi alternatif.
Baca juga: Undip Kembangkan Sentra Domba Terpadu di Desa Tumbrep
“Kami akan mengoptimalkan pengolahan limbah pertanian dan limbah organik dari pasar sebagai bahan baku produksi biogas. Dengan begitu, masyarakat memiliki alternatif energi yang lebih mandiri sekaligus mampu mengurangi persoalan sampah organik,” jelasnya.
Melalui kolaborasi ini, Pertamina, Undip, dan Pemerintah Kelurahan Pedurungan Tengah berharap program pemberdayaan tidak berhenti ketika masa KKN selesai.
Model kerja sama tersebut diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengembangkan potensi lokal untuk memperkuat ketahanan pangan, menciptakan energi mandiri, meningkatkan daya saing UMKM, sekaligus mengubah limbah menjadi sumber penghasilan baru bagi masyarakat.
Kalau dulu limbah hanya dianggap masalah, kini ia justru diperlakukan seperti peluang. Kadang yang dibutuhkan bukan tempat sampah yang lebih besar, melainkan ide yang lebih besar untuk mengubahnya menjadi manfaat. (tebe)

