Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Undip Kembangkan Sentra Domba Terpadu di Desa Tumbrep
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Pendidikan

Undip Kembangkan Sentra Domba Terpadu di Desa Tumbrep

Universitas Diponegoro (Undip) menjadikan Desa Tumbrep, Batang, sebagai percontohan sentra agribisnis domba terpadu. Melalui pelatihan dan pendampingan teknologi, program ini bertujuan memperkuat ketahanan pangan nasional dan mengurangi ketergantungan impor daging dengan melibatkan aktif masyarakat desa.

baniabbasy
Last updated: Agustus 1, 2025 12:00 pm
By baniabbasy
3 Min Read
Share
SAMBUTAN PELATIHAN: Prof Dr Ir Bambang WHEP dari FPP Undip memberikan sambutan dalam kegiatan pelatihan penerapan iptek agribisnis domba terintegrasi di Kampus PSDKU Undip Batang, belum lama ini. (Foto: Ist)
SHARE

NARAKITA, BATANG- Universitas Diponegoro (Undip) melalui program berbasis riset dan teknologi, menggandeng masyarakat Desa Tumbrep, Kecamatan Badar, Kabupaten Batang membangun peternakan modern demi mendukung ketahanan pangan nasional dan mengurangi ketergantungan pada impor daging.

Melalui pendampingan intensif, Desa Tumbrep diproyeksikan menjadi pusat agribisnis domba terpadu. Program ini merupakan bagian dari kegiatan Tim Iptek Bagi Daerah Binaan (IDBU) dan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Tim 41 Undip yang dipimpin oleh Prof Dr Ir. Bambang WHEP, MS, MAgr, IPU, Guru Besar Fakultas Perternakan dan Pertanian (FPP) sekaligus Kepala Badan Pengelola Kampus di Luar Kampus Utama (BP2KU) Undip.

“Domba kami pilih karena mudah dibudidayakan, pakannya tersedia melimpah, dan pasarnya luas. Kami ingin menciptakan peternak desa yang mampu mengelola usaha secara modern dan berorientasi bisnis,” jelas Prof Bambang.

Sebagai langkah awal, delapan pedukuhan di Tumbrep dilibatkan dalam pelatihan. Selain itu, Undip juga mendistribusikan bibit domba unggul serta mengenalkan sistem pengolahan pakan berbasis teknologi rekayasa nutrisi.

Mayoritas peternak selama ini masih mengandalkan jerami mentah sebagai pakan utama, yang hanya mengandung protein kasar sekitar 4,21 persen. Padahal, penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kandungan protein dalam pakan mampu mempercepat pertumbuhan dan efisiensi produksi ternak. Untuk itu, Undip memperkenalkan teknik suplementasi dan formulasi pakan dengan nutrisi seimbang.

Impor Daging

Kegiatan ini juga merupakan respons terhadap tingginya ketergantungan Indonesia pada impor daging. Berdasarkan data Kementerian Pertanian, kebutuhan konsumsi daging nasional mencapai 2,56 juta ton per tahun, sementara produksi domestik baru menyentuh angka 2 juta ton. Kekurangan itu masih ditutup lewat impor.

“Solusinya ada di desa. Kalau kita bisa mendorong desa menjadi basis peternakan modern, maka ketahanan pangan bisa dicapai secara bertahap,” tambah Prof Bambang.

IDBU Undip menggandeng Kelompok Tani Ternak (KTT) sebagai mitra utama dengan pendekatan partisipatif. Artinya, masyarakat tak hanya menjadi objek, tapi juga pelaku utama dalam merancang dan menjalankan inovasi.

Ke depan, Undip juga melihat peluang pengembangan agrowisata peternakan di Desa Tumbrep, yang menggabungkan edukasi, konservasi, dan wisata kuliner sebagai sumber ekonomi baru berbasis lokal.

Model agribisnis domba terpadu yang dikembangkan di Desa Tumbrep diharapkan bisa menjadi contoh nasional dan direplikasi di berbagai daerah lainnya, sebagai bagian dari upaya konkret membangun kemandirian pangan dari akar rumput. (*)

You Might Also Like

Dicoret Paskibraka Nasional, Dua Siswi Ini Justru Dapat Beasiswa ke China

Curang UTBK di Undip, Ada Peserta Bawa Alat Bantu Dengar

Belajar Bahasa Korea Bareng Oppa, Siswa Semarang Auto Semangat. Ada Beasiswanya?

Gus Yasin Ajak Pramuka Jadi Teladan di Era Digital, Bukan Cuma Pandai Baris-Berbaris

Di Ujung Lereng Merapi, Anak-Anak Ini Cuma Punya Satu Pilihan Sekolah

TAGGED:agribisnis dombabp2ku undipfpp undipundip
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto Alasan Presiden Prabowo Ampuni Dua ‘Musuh’ Jokowi: Demi Stabilitas Politik
Next Article PDIP Langsung Gelar Kongres setelah Hasto Diberi Amnesti, Megawati Dikukuhkan Jadi Ketua Umum

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Hari Pramuka di Wonoplumbon Jadi Ajang Anak SD-SMP Belajar Kompak

Samuel Soroti Janji Sejahterakan Rakyat: Visi Presiden Jangan Berhenti di Pidato

12 Pejabat Kejaksaan di Jateng Berganti

GEMPAT NTT - Warga di NTT menunjukkan kerusakan rumah terdampak gempa, Sabtu (15/8/2026).

Ada 37 Gempa Susulan Guncang NTT, BNPB: Dua Korban Jiwa di Sikka

Sekda sekaligus Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kota Semarang, Handi Priyanto. (ist)

Pajak Seret, Pemkot Semarang Sesuaikan Belanja APBD 2026

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Hukum

Mantan Kaprodi Anestesi Undip Dituntut Tiga Tahun Bui Gara-Gara “Iuran Siluman”

September 10, 2025
Pendidikan

Hingga Juni, 6.000 Anak Putus Sekolah di Bogor

Juli 26, 2026
Hukum

Lemparan Batu dan Botol saat Aksi May Day, Berbuah Tuntutan Tiga Bulan Penjara

Oktober 1, 2025
Pendidikan

Beasiswa Santri? Gus Yasin Kasih Sinyal Tegas: Jangan Coba-coba Titip Nama!

Juni 22, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Undip Kembangkan Sentra Domba Terpadu di Desa Tumbrep
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?