Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Sekolah Sepi Murid, Ternyata Bukan Cuma Soal Kelahiran
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Pendidikan

Sekolah Sepi Murid, Ternyata Bukan Cuma Soal Kelahiran

Nugroho P.
Last updated: Juli 13, 2026 8:57 pm
By Nugroho P.
3 Min Read
Share
ilustrasi siswa baru sejumlah 2 siswa.
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Fenomena sekolah yang kesulitan mendapatkan murid baru masih terjadi di berbagai daerah. Kondisi ini menjadi sorotan karena menunjukkan persoalan pemerataan pendidikan yang belum sepenuhnya teratasi.

Beberapa sekolah bahkan nyaris tak memiliki peserta didik baru. SDN Nailan di Ponorogo, Jawa Timur, misalnya, dilaporkan sudah dua tahun berturut-turut tidak menerima murid baru, sementara SD Negeri Bintoro 16 di Demak hanya memperoleh tiga siswa pada tahun ajaran ini.

Padahal, Indonesia masih menikmati bonus demografi dengan jumlah penduduk usia produktif yang cukup besar. Namun, kondisi tersebut ternyata tidak otomatis membuat seluruh sekolah dipenuhi siswa.

Koordinator Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), Ubaid Matraji, menjelaskan bonus demografi lebih menggambarkan komposisi penduduk usia produktif secara nasional. Sementara sekolah dasar bergantung pada jumlah anak usia 6 hingga 12 tahun yang tinggal di wilayah tertentu.

Artinya, persoalan utama bukan semata-mata karena jumlah anak berkurang. Sebaran penduduk yang tidak merata justru menjadi salah satu penyebab sekolah di sejumlah daerah kehilangan calon peserta didik.

Selain itu, penurunan angka kelahiran di beberapa wilayah ikut memengaruhi jumlah siswa baru. Perpindahan keluarga muda ke kawasan perkotaan juga membuat sekolah-sekolah di daerah tertentu semakin sepi peminat.

Faktor lain yang dinilai cukup besar adalah persepsi masyarakat terhadap kualitas sekolah. Banyak orang tua lebih memilih menyekolahkan anak ke sekolah yang dianggap memiliki fasilitas, tenaga pengajar, atau prestasi yang lebih baik.

Akibatnya, sekolah-sekolah yang memiliki citra kurang menarik semakin kesulitan mendapatkan murid. Sementara sekolah favorit justru terus mengalami lonjakan pendaftar setiap tahun.

Menurut Ubaid, persoalan tersebut menunjukkan perlunya pembenahan tata kelola pendidikan, termasuk sistem penerimaan murid dan pemerataan mutu sekolah. Dengan kualitas yang lebih merata, pilihan masyarakat tidak akan terpusat di sekolah tertentu saja.

Ia juga mendorong pemerintah melakukan pemetaan ulang berdasarkan data kependudukan, pola perpindahan penduduk, serta tren kelahiran di setiap daerah. Langkah itu dinilai penting agar kebijakan pendidikan lebih tepat sasaran.

Sekolah yang kekurangan murid pun tidak selalu harus ditutup. Pemerintah daerah dapat lebih dulu mengevaluasi kebutuhan, memperbaiki fasilitas, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap sekolah tersebut.

Apabila penggabungan sekolah atau regrouping menjadi pilihan, pelaksanaannya diharapkan tetap mengutamakan hak anak untuk memperoleh akses pendidikan yang mudah dijangkau serta layanan belajar yang berkualitas. Dengan langkah yang tepat, pemerataan pendidikan di berbagai daerah diharapkan bisa berjalan lebih baik. (*)

You Might Also Like

Huruf Cemerlang Ario Bawa Guru Cantik Banjarnegara Jadi Juara Porsenijar Jateng

Mu’ti Minta Dana Tambahan Dana Rp181 Triliun, Ngakunya Sih Bukan Untuk MBG

Jateng Gaspol Bikin Dokter Spesialis Baru

Guru Diminta Upgrade Cara Main Abad ke-21

Sekolah Gratis Jateng Makin Luas Ribuan Kursi Siap Menampung Siswa Baru

TAGGED:sekolahsepi muridsiswa baru
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Penuntut Umum KPK, Greafik Loserte menjelaskan aliran uang korupsi DJKA, di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (13/7/2206). (bae) Bos Rokok HS Disebut Terima Sleeping Fee Rp9,5 M di Kasus Korupsi DJKA
Next Article Terpidana korupsi, Dheky Martin (baju batik) berdisi usai jadi saksi sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (13/7/2026). (bae) Terpidana Dheky: Gus Miftah Terima Duit Rp100 Juta dari Korupsi DJKA

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Kenapa Siswa Baru SDN Purwoyoso 1 Cuma Tiga? Ini Analisis Kepsek

Luthfi Tunjuk Eko Sapto Jadi Plt Bupati Sukoharjo

Pertempuran Empat Raja: Ketika Piala Dunia Mengajarkan Arti Sebuah Kelas

Gudang Rahasia Semarang Simpan Ratusan Ribu Pil Terlarang

Ilustrasi tawuran. (grafis/tera)

Molotov Picu Duel Brutal, Empat Pemuda Diciduk Polisi

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

DIKEKANG - Ilustrasi pola asuh yang telalu mengekan anak. (ist)
Pendidikan

Jangan Overprotective! Psikolog: Anak Butuh Belajar Gagal, Jatuh, dan Bangkit

Juli 13, 2026
Pendidikan

Unwahas Terima 4.663 Maba, dari Timor Leste hingga Thailand

September 20, 2025
Pendidikan

Siswa SMAN 1 Salatiga Diajak Bongkar Mitos Vape

Juni 4, 2026
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani menilai, SMKN Jateng layak menjadi prototipe pendidikan nasional. Hal itu diungkapkannya setelah berkunjung ke Semarang, Jumat (25/7/2025)
Pendidikan

DPR Setujui Pagu Indikatif Kemendikdasmen 2026 Sebesar Rp71,11 Triliun. Abdul Mu’ti: Terimakasih

Juli 10, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Sekolah Sepi Murid, Ternyata Bukan Cuma Soal Kelahiran
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?