BACAAJA, SEMARANG – Pendakwah yang sempat kontroversial karena menghina tukang es teh, Gus Miftah, disebut menerima aliran duit korupsi DJKA senilai Rp100 juta.
Penuntut Umum KPK mengungkap adanya dugaan aliran uang Rp100 juta kepada pendakwah Gus Miftah dalam perkara korupsi proyek Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
Informasi itu diperoleh dari keterangan terpidana korupsi Dheky Martin saat menjadi saksi sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (13/7/2206).
Bacaaja: Bos Rokok HS Disebut Terima Sleeping Fee Rp9,5 M di Kasus Korupsi DJKA
Bacaaja: Sidang MK Memanas, MBG Disebut Geser Prioritas Pendidikan
Tim KPK, Greafik Loserte mengatakan, kesaksian Dheky Martin, membuka dugaan bahwa uang hasil korupsi proyek perkeretaapian tidak hanya dinikmati para pelaku utama, tetapi juga mengalir ke pihak lain.
“Kami mendapatkan keterangan yang cukup terang benderang dari saksi Dheky. Selaku PPK, dia menerima sejumlah uang dari pengusaha kontraktor,” ujarnya.
“Dari sana kami mendapat informasi uang-uang itu beredar sampai jauh, salah satunya kepada Gus Miftah sebesar Rp100 juta,” kata Greafik usai sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (13/7/2026).
Meski begitu, Greafik menegaskan KPK belum mengambil kesimpulan maupun menentukan langkah hukum terkait dugaan aliran dana tersebut.
Keterangan yang diperoleh di persidangan masih akan dikaji lebih lanjut sebelum diputuskan tindak lanjutnya.
“Terkait tindakan apa yang kami lakukan, kami belum bisa memutuskan hari ini. Kami akan lapor ke pimpinan,” ujarnya.
Dalam sidang itu, jaksa KPK juga mengonfirmasi langsung kepada Dheky Martin, mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek DJKA, mengenai daftar penerima aliran uang dari proyek Jalur Ganda Kereta Api Solo–Semarang (JGSS) Fase 1.
Saat ditanya apakah terdapat alokasi Rp100 juta untuk Gus Miftah, Dheky membenarkannya. “Iya,” jawab Dheky.
Jaksa kemudian memastikan kembali identitas penerima uang tersebut dengan menanyakan apakah yang dimaksud adalah Gus Miftah yang belakangan ramai menjadi sorotan publik.
Dheky kembali menjawab singkat. “Iya,” katanya. (bae)

