Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Sidang MK Memanas, MBG Disebut Geser Prioritas Pendidikan
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Hukum

Sidang MK Memanas, MBG Disebut Geser Prioritas Pendidikan

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali jadi sorotan. Kali ini bukan soal menu atau dapur umum, melainkan sumber anggarannya. Dalam sidang uji materi di Mahkamah Konstitusi (MK), sejumlah saksi dan ahli menilai penggunaan dana pendidikan untuk MBG justru menggeser prioritas yang seharusnya diperuntukkan bagi guru dan peningkatan mutu pendidikan.

T. Budianto
Last updated: Juni 17, 2026 5:20 pm
By T. Budianto
4 Min Read
Share
SIDANG UJI MATERIIL: Perwakilan Koalisi Selamatkan Pendidikan Indonesia (Kospi) mengikuti sidang uji materi Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2025 tentang APBN 2026 di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Senin, (15/6/2026). (Foto: YLBHI)
SHARE

BACAAJA, JAKARTA– Sidang uji materi Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2025 tentang APBN 2026 di Mahkamah Konstitusi kembali menghadirkan perdebatan mengenai penggunaan anggaran pendidikan untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam perkara Nomor 55/PUU-XXIV/2026 yang diajukan Koalisi Selamatkan Pendidikan Indonesia (Kospi), para pemohon menghadirkan saksi dan ahli yang menyampaikan kritik terhadap kebijakan tersebut.

Salah satu saksi, Kepala Bidang Advokasi Guru Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G), Iman Zanatul Haeri, menyatakan alokasi minimal 20 persen anggaran pendidikan sebagaimana amanat konstitusi pada awalnya dimaksudkan untuk memperkuat sektor pendidikan, termasuk meningkatkan kesejahteraan guru.

Menurutnya, pengalihan sebagian anggaran tersebut untuk membiayai MBG berdampak pada berbagai persoalan pendidikan yang hingga kini belum terselesaikan.

“Direnggutnya anggaran untuk MBG memiliki efek domino yang parah hingga menghilangkan harapan bahwa menjadi seorang guru bukanlah suatu profesi yang dapat dicita-citakan kembali,” ujarnya dalam persidangan.

Baca juga: Serikat Pekerja Kampus Minta MK Lindungi Dana Pendidikan

Sementara itu, saksi lainnya, Rika Iffati Farihah yang hadir sebagai wali murid sekaligus pengurus yayasan pendidikan, mengaku keberatan karena sekolah anaknya tidak meminta persetujuan orang tua sebelum menerima program MBG.

Ia juga mengaku masih mampu menyediakan makanan bergizi bagi anaknya sehingga memilih agar bantuan tersebut diberikan kepada keluarga yang lebih membutuhkan.

Dalam sidang tersebut turut disampaikan keterangan tertulis dari Muhammad Rafif Arsya, pelajar SMK NU Miftahul Falah Kudus yang sebelumnya sempat menjadi perhatian publik setelah menulis surat kepada Presiden Prabowo agar jatah MBG miliknya dialihkan untuk meningkatkan kesejahteraan guru.

Dalam keterangannya, Arsya menyebut masih banyak guru honorer di daerahnya yang menerima penghasilan sekitar Rp400 ribu hingga Rp700 ribu per bulan. “Dari pengalaman saya sebagai pelajar, saya melihat guru mengabdi dengan penuh dedikasi, tetapi kesejahteraannya masih jauh dari layak,” tulisnya.

Ahli hukum HAM dari Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UII), Eko Riyadi, dalam keterangannya menilai perlu dilakukan penyeimbangan antara hak atas pendidikan dan hak atas pangan dalam kebijakan negara.

Anggaran Pendidikan

Menurutnya, apabila dampak terhadap sektor pendidikan lebih besar dibanding manfaat yang diperoleh dari program MBG, maka penggunaan anggaran pendidikan untuk program tersebut patut dipertanyakan dari sisi konstitusionalitasnya.

Sementara itu, pemerhati pendidikan Darmaningtyas berpendapat, persoalan utama MBG terletak pada desain program yang dinilainya lebih menyerupai proyek dibanding layanan dasar. Ia juga mengusulkan agar sasaran penerima manfaat diprioritaskan kepada masyarakat miskin dan pengelolaannya tidak berorientasi pada keuntungan.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua YLBHI Edy K Wahid menyatakan, pengalihan anggaran pendidikan melalui mekanisme APBN berpotensi mengabaikan jaminan konstitusional apabila tidak memiliki dasar hukum yang kuat.

YLBHI meminta pemerintah dan DPR menghentikan penggunaan anggaran pendidikan untuk MBG setidaknya hingga Mahkamah Konstitusi menjatuhkan putusan dalam perkara tersebut.

Baca juga: Dapur MBG Kebanyakan, Anggaran Bakal Dikurangi

Senada, Indonesia Corruption Watch (ICW) melalui Kepala Divisi Advokasi, Egi Primayogha menyampaikan kritik terhadap desain kebijakan MBG yang menurutnya perlu dievaluasi secara menyeluruh.

ICW menilai penyusunan kebijakan publik semestinya benar-benar berangkat dari kebutuhan masyarakat dan mempertimbangkan dampak terhadap sektor pelayanan publik lainnya.

Melalui permohonannya, KOSPI meminta Mahkamah Konstitusi menyatakan penggunaan anggaran pendidikan untuk MBG bertentangan dengan UUD 1945. Mereka juga mendesak penghentian sementara pembahasan maupun pencairan anggaran program tersebut hingga putusan berkekuatan hukum tetap diterbitkan.

Sidang di Mahkamah Konstitusi belum menghasilkan putusan. Namun satu hal sudah terlihat jelas, perdebatan soal MBG kini bukan lagi sebatas menu makan siang. Yang sedang diperebutkan adalah soal prioritas: ketika anggaran harus memilih, siapa yang lebih dulu diberi makan, programnya atau masa depan pendidikannya? (tebe)

You Might Also Like

Jateng Siap “Kunci” Lahan Pertanian Lewat Perda

Gubernur Jateng Gowes ke Kantor, ASN Diajak Ikut “Waras Energi”

Duel Dua Wartawan Senior Berebut Kursi PWI 1 Jateng 2025-2030

Ribuan Pil Diamankan, Dua Titik Bikin Polisi Bergerak Cepat

Guru Honorer Jogja: Jangan Lagi MBG Makan Anggaran Sekolah

TAGGED:headlinemahkamah konstitusiMBG
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Serikat Pekerja Kampus Minta MK Lindungi Dana Pendidikan
Next Article Aset Fadia Arafiq Mulai Disita, Rumah hingga Toko Ritel

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

PERMINTAAN MAAF: Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat terkait polemik isu kepemilikan tanah oleh negara. Permintaan maaf tersebut ia sampaikan dalam konferensi pers di Kantor Kementerian ATR/BPN, Jakarta, Selasa (12/8/2025). (ist)

4 Orang Kepercayaan Nusron Wahid Tersangka OTT KPK di Bogor, Siapa Saja dan Apa Peran Mereka?

KEBAKARAN--Lahan di sekitar rel kereta jalur Kapuan-Cepu wilayah Daop 4 Semarang terbakar pada Minggu (6/9/2026). (ist)

5 Kebakaran Muncul di Are Rel Kereta, Bikin KAI Daop 4 Semarang Waspada

SENGKETA - Sengketa Taman Sriwedari memanas setelah rencana pendirian Sekber ahli waris mendapat penolakan.

Foksri Bantah Rintangi Pendirian Sekber Ahli Waris Sriwedari: Panggung Seni Bukan untuk Menghalangi

Sawah Jangan Sampai Hilang, Jateng Minta Pusat Turun Tangan

Empat Aturan Masuk “Bengkel” DPRD Semarang

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ilustrasi penemuan kerangka manusia.
Info

Dua Kerangka Manusia di Bekas Gedung Terbakar Kwitang, Korban Demo Rusuh?

November 1, 2025
Info

Batik Parang Bertemu Lung-lungan, Logo Hari Jadi ke-81 Jateng

Juli 28, 2026
Ketua Pagar Nusa Jateng, Arieg Rohman (kiri) menjelaskan terkait sikap atas kematian pesilatnya.
Hukum

Pesan Ketua Pagar Nusa Jateng, Gak Boleh Balas Dendam atas Kematian Bimo

Desember 30, 2025
Pendidikan

Gus Yasin: Akhlak Tak Bisa Digantikan oleh AI

Juni 13, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Sidang MK Memanas, MBG Disebut Geser Prioritas Pendidikan
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?