Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Aset Fadia Arafiq Mulai Disita, Rumah hingga Toko Ritel
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Hukum

Aset Fadia Arafiq Mulai Disita, Rumah hingga Toko Ritel

Papan bertuliskan "Disita KPK" mendadak jadi perhatian warga di Kabupaten Pekalongan. Bukan karena tokonya tutup, melainkan karena baru diketahui minimarket yang selama ini beroperasi seperti biasa diduga terkait dengan aset milik Bupati Pekalongan nonaktif, Fadia Arafiq tengah terseret kasus dugaan korupsi.

T. Budianto
Last updated: Juni 17, 2026 5:37 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
DISEGEL KPK: Papan penyitaan dipasang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di depan sebuah toko ritel yang diduga terkait aset milik Bupati Pekalongan nonaktif Fadia Arafiq dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi. (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, PEKALONGAN– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita sejumlah aset yang diduga milik Bupati Pekalongan nonaktif Fadia Arafiq. Aset tersebut terdiri atas dua toko ritel modern berjejaring dan satu unit rumah yang berada di wilayah Kabupaten Pekalongan.

Penyitaan menjadi perhatian warga setelah petugas memasang papan bertuliskan penyitaan KPK di sejumlah lokasi. Kepala Desa Domiyang, Edy M, membenarkan adanya penyitaan salah satu toko modern yang berada di wilayahnya.

Baca juga: KPK Kulik Aktivitas Fadia Arafiq Saat Menjabat

“Sebagian besar warga tidak mengetahui keterkaitan aset tersebut dengan Fadia Arafiq,” ujarnya. Dua toko yang disita berada di Jalan Raya Provinsi Kajen-Paninggaran, tepatnya di Desa Domiyang, Kecamatan Paninggaran, dan Desa Wonosari, Kecamatan Siwalan.

Sementara satu unit rumah yang juga dipasang papan penyitaan berada di kawasan Perumahan Stain Residence, Desa Tanjungsari, Kecamatan Kajen. Warga Desa Domiyang, Nanang (48), mengaku terkejut setelah melihat papan penyitaan dipasang di depan minimarket tersebut.

“Di depan toko itu sekarang ada papan penyitaan dari KPK. Warga baru tahu dan kaget setelah papan itu dipasang,” katanya. Penyitaan dilakukan menjelang pemeriksaan sejumlah saksi dalam perkara dugaan korupsi yang digelar di Polres Pekalongan Kota.

Awal OTT

Kasus ini bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada 3 Maret 2026. Saat itu, Fadia Arafiq ditangkap di Semarang bersama ajudan dan orang kepercayaannya. Dalam operasi yang sama, KPK juga mengamankan sebelas orang lainnya di wilayah Pekalongan.

Sehari kemudian, 4 Maret 2026, KPK menetapkan Fadia sebagai tersangka tunggal dalam perkara dugaan korupsi terkait pengadaan jasa tenaga alih daya dan sejumlah pengadaan lainnya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan untuk tahun anggaran 2023-2026.

Penyidik menduga Fadia memiliki konflik kepentingan karena perusahaan milik keluarganya, PT Raja Nusantara Berjaya (RNB), memperoleh sejumlah proyek pengadaan di lingkungan Pemkab Pekalongan. KPK menduga dari kontrak-kontrak tersebut Fadia dan keluarganya menerima keuntungan sekitar Rp19 miliar.

Baca juga: KPK Lacak Duit Fadia Arafiq

Rinciannya, sekitar Rp13,7 miliar diduga dinikmati Fadia dan keluarganya, Rp2,3 miliar diterima Direktur PT RNB yang juga disebut sebagai asisten rumah tangga bernama Rul Bayatun, sementara sekitar Rp3 miliar berupa uang tunai disebut belum sempat dibagikan. Hingga kini proses penyidikan masih terus berlangsung, termasuk penelusuran aset yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.

Bangunan memang bisa berdiri bertahun-tahun tanpa menarik perhatian. Tapi begitu papan bertuliskan “Disita KPK” terpasang, cerita di balik temboknya mendadak menjadi konsumsi publik. Sebab dalam perkara korupsi, yang paling mahal sering kali bukan harga bangunannya, melainkan kepercayaan masyarakat yang ikut runtuh. (tebe)

You Might Also Like

Adonan Maut Mi Nyemek Boyolali: 100 Kg Bahan Dicampur 1 Liter Cairan Pengawet Mayat

Andri Ramawi Pelatih PSIS: Misi Bertahan Dimulai

Dari Plastik Jadi Energi, KLH Gaspol Daur Ulang 33 Ribu Ton Sampah

Barisan Menteri Era Jokowi yang Terseret Korupsi, Siapa Lagi Menyusul?

Korupsi Plaza Klaten, Habis Rapat Terbitlah Amplop

TAGGED:bupati pekalonganfadia arafiqheadlineheadllineKPK
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Sidang MK Memanas, MBG Disebut Geser Prioritas Pendidikan
Next Article SAMPAIKAN TUNTUTAN - Peserta aksi massa memanjat gerbang kantor Gubernuran Jateng, di Semarang, Senin (13/6/2026). Massa menyampaikan 5 tuntutan rakyat, serta menyorot peran TNI-Polri yang banyak menduduki jabatan sipil, sebagai bagian dari gejala militerisme. (dul) Mahasiswa Turun ke Jalan, Wagub Jateng Janji Tak Tutup Telinga

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

SAKSI SIDANG--Kontraktor Tan Yudi S (pelontos) bersaksi soal pembangunan kos milik eks Pangdam, di sidang Tipikor, Rabu (17/6/2026). (bae)

Eks-Pangdam Bangun 84 Kamar Kos di Semarang, Diduga TPPU Duit Korupsi BUMD Cilacap 

PERSETUJUAN RAPERDA - DPRD Jateng menyetujui Raperda Perlindungan Pekerja Informal dalam rapat paripurna, Rabu (17/6/20226). (dul)

Kabar Gembira buat Ojol dan Pekerja Lepas, DPRD Jateng Setujui Raperda Perlindungan Pekerja Informal

SAMPAIKAN TUNTUTAN - Peserta aksi massa memanjat gerbang kantor Gubernuran Jateng, di Semarang, Senin (13/6/2026). Massa menyampaikan 5 tuntutan rakyat, serta menyorot peran TNI-Polri yang banyak menduduki jabatan sipil, sebagai bagian dari gejala militerisme. (dul)

Mahasiswa Turun ke Jalan, Wagub Jateng Janji Tak Tutup Telinga

Aset Fadia Arafiq Mulai Disita, Rumah hingga Toko Ritel

Sidang MK Memanas, MBG Disebut Geser Prioritas Pendidikan

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Sepak Bola

Piala U-13 Semarang Jadi Jalan Ninja ke Sepak Bola Profesional

April 27, 2026
TERTAWA ALA NEGERI WACANDA - Pertunjukan tetaer Keraton Siluman yang penuh kritik sosial yang dibungkus dalam canda tawa, sukses mengocok perut penonton di UPGRIS, Sabtu (23/5/2026). (dul)
Info

Tawa Renyah Pecah di UPGRIS! Keraton Siluman Bikin Penonton Gergeran Gak Bisa Diam

Mei 24, 2026
Gambar ilustrasi warga yang sedang memberikan suaranya dalam pemilu. Usulan Cak Imin mengenai kepala daerah dipilih atau ditunjuk presiden atau pemerintah pusat, berpotensi pada kemunduran demokrasi dan menyalahi konstitusi. Foto: dok/ist.
Unik

Cak Imin Usul, Gubernur Dipilih Presiden. Upaya Mundurkan Demokrasi?

Juli 26, 2025
Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto. (bae)
Hukum

Rasain! AKBP Basuki Dipecat Gara-gara Main Perempuan, Imbas Kematian Dosen Untag

Desember 4, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Aset Fadia Arafiq Mulai Disita, Rumah hingga Toko Ritel
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?