Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: 80 Juta Dolar buat Hak Siar Piala Dunia? DPR Minta TVRI Buka-bukaan
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

80 Juta Dolar buat Hak Siar Piala Dunia? DPR Minta TVRI Buka-bukaan

Biaya hak siar Piala Dunia bikin alis naik. Di tengah pembahasan anggaran TVRI, Anggota Komisi VII DPR RI Andhika Satya Wasistho menyorot angka lisensi siaran yang disebut tembus 80 juta dolar AS.

T. Budianto
Last updated: Juni 23, 2026 7:19 pm
By T. Budianto
4 Min Read
Share
Anggota Komisi VII DPR RI, Andhika Satya Wasistho. (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, JAKARTA– Nonton Piala Dunia memang selalu ditunggu jutaan orang Indonesia. Tapi kali ini, yang jadi sorotan bukan aksi di lapangan, melainkan harga tiket masuknya ke layar kaca.

Anggota Komisi VII DPR RI, Andhika Satya Wasistho mempertanyakan biaya hak siar Piala Dunia yang disebut mencapai 80 juta dolar AS, angka yang dinilainya jauh lebih mahal dibanding sejumlah negara lain, termasuk Tiongkok.

Sorotan itu disampaikan Andhika dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VII DPR RI bersama LPP TVRI, LPP RRI, dan LKBN Antara terkait pembahasan RKA-KL dan RKP-KL Tahun Anggaran 2027 di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, belum lama ini.

Legislator dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah II tersebut mengaku baru menerima data mengenai besaran biaya lisensi hak siar Piala Dunia. Menurutnya, proses pengadaan hak siar selama ini terkesan minim transparansi sehingga perlu dijelaskan secara terbuka kepada DPR maupun publik.

Baca juga: Piala Dunia Ramai Ditonton Tapi Belum Mampu Dongkrak Ekonomi

“Kalau data ini benar, Indonesia membayar sekitar 80 juta dolar AS. Angka itu sangat jauh dibanding negara-negara lain,” ujarnya. Politikus Partai Golkar ini lantas membandingkan biaya yang dikeluarkan sejumlah negara di kawasan.

Thailand disebut hanya membayar sekitar 40 juta dolar AS, Malaysia sekitar 35 juta dolar AS, sementara Tiongkok yang memiliki jumlah penonton jauh lebih besar justru dikabarkan hanya mengeluarkan sekitar 60 juta dolar AS.

Perbandingan itu, menurutnya, memunculkan pertanyaan besar mengenai dasar penetapan nilai hak siar di Indonesia. “Kalau alasannya karena jumlah penonton Indonesia besar, lalu kenapa Tiongkok yang pasarnya jauh lebih besar justru membayar lebih murah?” katanya.

Akuntabilitas Anggaran

Ia menegaskan, persoalan tersebut bukan semata-mata soal nominal, melainkan juga menyangkut akuntabilitas penggunaan anggaran negara. Karena itu, TVRI diminta menjelaskan mekanisme dan perhitungan nilai kontrak agar tidak menimbulkan persepsi pemborosan.

“Jangan sampai nantinya ini terkesan seperti ada pemborosan, dan ke depan bisa jadi ada permasalahan terkait hal tersebut. Transparansi harus menjadi perhatian,” tegas Andhika.

Selain menyoroti hak siar Piala Dunia, Andhika juga mengingatkan bahwa TVRI sebagai lembaga penyiaran publik memiliki tanggung jawab yang berbeda dengan televisi komersial.

Tambahan anggaran yang diajukan diharapkan mampu memperkuat pelayanan publik melalui modernisasi pemancar, peningkatan kualitas jaringan, digitalisasi produksi, hingga penguatan siaran daerah yang masih menghadapi keterbatasan akses televisi digital.

Baca juga: Piala Dunia Selalu Punya Cara Menyatukan Banyak Orang

Dalam kesempatan yang sama, ia juga mendorong TVRI meningkatkan kontribusi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Menurutnya, target PNBP sekitar Rp400 miliar masih belum sebanding dengan kebutuhan operasional lembaga penyiaran publik.

Andhika bahkan mengusulkan agar target tersebut dinaikkan menjadi sedikitnya Rp600 miliar, mengingat usulan anggaran TVRI mencapai sekitar Rp1,2 triliun.

Ia berharap TVRI terus berinovasi dan memperkuat kinerja sehingga mampu meningkatkan pendapatan tanpa meninggalkan fungsi utamanya sebagai penyedia informasi publik yang berkualitas, merata, dan dapat diakses seluruh masyarakat Indonesia.

Di sepak bola, kemenangan ditentukan lewat gol. Tapi dalam urusan anggaran, yang dicari bukan skor tertinggi, melainkan alasan paling masuk akal. Sebab publik ingin menikmati Piala Dunia dengan bangga, bukan bertanya-tanya kenapa harga siarannya terasa lebih mahal daripada euforia yang dibawanya. (tebe)

You Might Also Like

MBG Bikin Sampah Kian Menumpuk, Pemprov Jateng Akui Banyak Makanan Terbuang Sia-sia

Ngobrol Santai, Stadion Aman: Polisi, PSIS, dan Suporter Duduk Bareng

Puan di Depan Jokowi & Prabowo: “Kritik Itu Cahaya, Bukan Bara”

Geger PBJS Kesehatan Warga Miskin, Dirut Buka Suara: yang Nonaktifkan PBI Kemensos

Ricuh di Pati, Prabowo: Ya Sayang Aja Sampai Segitunya

TAGGED:headlinekomisi VII DPRofficial broadcastPiala Duniatvri
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Nilai Lolos Jalur Prestasi SMAN 3 Semarang Turun
Next Article 228 Ribu Siswa Lolos SPMB Jateng

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Beruang Madu Nyasar Kampung, Evakuasi Mulus Berakhir Pulang ke Habitat Alami

Punya Prestasi Internasional, Eh Gak Lolos SPMB Bikin Tanda Tanya Besar

Seratus Dapur MBG Hilang Jejak, Titiknya Bikin Publik Geleng Kepala Terus

Pelarian Taufik Tamat, Dedi Mulyadi Minta Hukuman Berat Menanti Pelaku

Drumband Viral Bikin Heboh, Panitia Akhirnya Buka Cerita Sebenarnya

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Agro Wisata Tambi Masuk 6 Besar Nasional, Dapat Visitasi Tim Kemenpar dan Juri WIA 2025

Oktober 1, 2025
Hukum

22 Siswa SMK Pelaku Perusakan Sekolah di Kebumen Diamankan

Mei 11, 2026
Info

PBI Nonaktif, Pemkot: Santai, Warga Tetap Bisa Berobat

Februari 8, 2026
BIKIN KAGUM - Semangat dan antusiasme siswa Japan Indonesia Driving School (JIDS) di bawah naungan LPK Hiro, Karanganyar, bikin rombongan KBRI Tokyo kagum.
Info

Kunjungi JIDS LPK Hiro, KBRI Tokyo Salut Lihat Semangat Calon Driver Profesional Jepang

Juni 8, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: 80 Juta Dolar buat Hak Siar Piala Dunia? DPR Minta TVRI Buka-bukaan
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?