Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Piala Dunia Ramai Ditonton Tapi Belum Mampu Dongkrak Ekonomi
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Fokus

Piala Dunia Ramai Ditonton Tapi Belum Mampu Dongkrak Ekonomi

Piala Dunia 2026 masih sukses membuat jutaan penggemar sepak bola rela begadang demi mendukung tim favoritnya. Tapi ada satu hal yang berbeda dibanding edisi-edisi sebelumnya.

T. Budianto
Last updated: Juni 22, 2026 3:41 am
By T. Budianto
3 Min Read
Share
SEMARAK PIALA DUNIA: Sejumlah anak mengikuti permainan bertema sepak bola di kawasan Gayamsari Kota Semarang saat Piala Dunia Rusia 2018. (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Piala Dunia 2026 tetap menarik perhatian pecinta sepak bola di Indonesia. Namun, gaung turnamen terbesar dunia itu dinilai belum mampu memberi dorongan besar terhadap perputaran ekonomi seperti yang pernah terjadi pada edisi-edisi sebelumnya.

Pengamat sepak bola, Amir Machmud NS, mengatakan dampak ekonomi pasti dirasakan negara-negara penyelenggara. Tahun ini, keuntungan tersebut lebih banyak mengalir ke Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko yang menjadi tuan rumah.

Sementara di Indonesia, situasinya dinilai berbeda. Menurut Amir, Piala Dunia kali ini berlangsung saat kondisi ekonomi masyarakat belum sepenuhnya pulih sehingga efeknya terhadap konsumsi dan belanja publik tidak terlalu besar.

Baca juga: Demam Piala Dunia Bisa Jadi Suntikan Semangat buat Kompetisi Lokal

“Untuk kali ini kita melihat tidak menjadi pendorong kekuatan ekonomi yang hebat, apalagi terselenggara di tengah kelesuan ekonomi kita,” ujarnya saat dimintai komentar via telepon, Sabtu (20/6/2026).

Ia mencontohkan, pada Piala Dunia edisi-edisi sebelumnya masyarakat terlihat lebih antusias membeli atribut tim favorit. Kaus, bendera, hingga berbagai pernak-pernik sepak bola mudah ditemukan di banyak tempat.

Kini, fenomena tersebut mulai berkurang. Penjualan merchandise dan atribut pendukung tim nasional peserta Piala Dunia tidak seramai tahun-tahun sebelumnya.

“Dulu kaus-kaus yang menyimbolkan tim-tim dunia seperti Brasil, Portugal, atau Inggris cukup banyak beredar. Sekarang ini berkurang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” katanya.

Jarang Terlihat

Amir juga melihat suasana kampung bertema Piala Dunia yang dulu cukup mudah ditemui kini tidak sebanyak sebelumnya. Jika pada edisi 2018 dan 2022 banyak lingkungan warga yang memasang dekorasi khusus, tahun ini pemandangan serupa relatif lebih jarang terlihat.

Meski begitu, ia menilai minat masyarakat mengikuti perkembangan Piala Dunia tidak ikut surut. Banyak orang tetap menonton pertandingan dan mengikuti kabar tim favorit mereka, meski tidak diwujudkan dalam bentuk belanja atau perayaan yang besar.

“Euforianya tidak berkurang dari sisi keinginan untuk mengikuti perkembangan sepak bola dunia. Orang tetap ingin tahu hasil pertandingan dan tim kesayangannya,” jelasnya.

Baca juga: Piala Dunia Jadi Momentum TVRI Bangkit, Blank Spot Siap Dikejar

Menurut Amir, di tengah berbagai tantangan ekonomi yang dihadapi masyarakat, Piala Dunia setidaknya memberi ruang hiburan sejenak.  Turnamen ini menjadi kesempatan bagi banyak orang untuk mengalihkan perhatian dari rutinitas dan persoalan sehari-hari sambil menikmati pertandingan dari tim-tim terbaik dunia.

Piala Dunia memang masih bisa membuat orang rela begadang sampai dini hari. Tapi kali ini, yang paling disiplin menjaga pertahanan bukan cuma lini belakang tim favorit, melainkan juga isi dompet para suporternya. (bae)

You Might Also Like

Pasar Maling Naik Kelas, Disiapkan Jadi Tempat Nongkrong

Tarif 0% Produk Asal AS Ancam Kedaulatan Pangan Indonesia

Marcus Rashford Bikin Kejutan! Jadi Pemain Terbaik Kemenangan Barcelona Vs Newcastle di Liga Champions

Prabowo Gas Utang Jumbo Rp781,9 T, Pecahin Rekor Sejak Pandemi

Dapur MBG Kebanyakan, Anggaran Bakal Dikurangi

TAGGED:amir machmud nsheadlinepiala dunia 2026sepak bola
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Piala Dunia Tak Lagi Milik Raksasa Lama, Kekuatan Baru Bermunculan

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Piala Dunia Ramai Ditonton Tapi Belum Mampu Dongkrak Ekonomi

Piala Dunia Tak Lagi Milik Raksasa Lama, Kekuatan Baru Bermunculan

Beasiswa Santri? Gus Yasin Kasih Sinyal Tegas: Jangan Coba-coba Titip Nama!

Golkar Sentil, PDIP Balas: Kami Nggak Kecanduan Kursi Kekuasaan

Wayang Jawa-Betawi Satukan Perantau di Blok M Hub

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ekonomi

“THR” Ojol 2026 Kapan Cair? Kemnaker: Tinggal Nunggu Tanggal Mainnya

Februari 28, 2026
KANTOR TVRI--Gedung utama Kantor operasional TVRI Jawa Tengah tampak menjulang di Jalan Pucang Gading Raya, Demak. (bae)
Fokus

Piala Dunia Jadi Momentum TVRI Bangkit, Blank Spot Siap Dikejar

Juni 18, 2026
Info

Nipah Belum Masuk Jateng, Luthfi: Aman Iya, Lengah Jangan

Februari 4, 2026
Info

Mulai 2026 RSUD Mijen Terima Pasien BPJS

Desember 16, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Piala Dunia Ramai Ditonton Tapi Belum Mampu Dongkrak Ekonomi
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?