Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Rahayu Saraswati Mundur dari DPR: Klarifikasi, Permintaan Maaf, dan Harapan
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Nasional

Rahayu Saraswati Mundur dari DPR: Klarifikasi, Permintaan Maaf, dan Harapan

Rahayu Saraswati resmi mundur dari DPR RI usai permintaan maaf atas pernyataan kontroversial soal “mental kolonial” terkait lapangan kerja. Meski mundur, ia tetap berkomitmen perjuangkan anak muda dan isu sosial lewat jalur lain di luar parlemen.

baniabbasy
Last updated: September 11, 2025 5:13 pm
By baniabbasy
3 Min Read
Share
Rahayu Saraswati resmi mundur dari DPR RI usai permintaan maaf atas pernyataan kontroversial soal “mental kolonial” terkait lapangan kerja., Rabu (10/9/2025).
Rahayu Saraswati resmi mundur dari DPR RI usai permintaan maaf atas pernyataan kontroversial soal “mental kolonial” terkait lapangan kerja. Meski mundur, ia tetap berkomitmen perjuangkan anak muda dan isu sosial lewat jalur lain di luar parlemen.
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Kabar panas datang dari dunia politik Tanah Air. Rahayu Saraswati Dhirakanya Djojohadikusumo—atau yang biasa kita panggil Sara—resmi mengundurkan diri dari kursi anggota DPR RI pada Rabu, 10 September 2025. Pengumuman mengejutkan ini disampaikan langsung lewat video di akun Instagram pribadinya @rahayusaraswati.

Dalam video tersebut, Sara dengan rendah hati mengakui kata-katanya yang pernah viral di sebuah podcast enam bulan lalu ternyata menyakiti banyak pihak, terutama mereka yang berjuang keras menghidupi keluarga. “Kesalahan sepenuhnya ada di saya,” ujarnya sambil memohon maaf sebesar-besarnya atas pernyataannya yang kontroversial itu. Ia juga resmi mengajukan pengunduran diri kepada fraksi Partai Gerindra.

Meski mengundurkan diri, Sara masih ingin menyelesaikan satu misi penting: pembahasan dan pengesahan RUU Kepariwisataan yang tengah dikerjakannya sebagai Wakil Ketua Komisi VII DPR RI. Di sela-sela pernyataan tersebut, ia juga menyampaikan terima kasih mendalam kepada masyarakat Jakarta Barat, Jakarta Utara, dan Kepulauan Seribu yang telah memilih dan memberikan kepercayaan padanya selama ini.

Lebih lanjut, Sara pastikan bahwa sisa dana dari Dapil-nya akan tetap dipakai untuk kegiatan sosial seperti bantuan alat kesehatan, pelatihan kewirausahaan, dan pemberdayaan anak muda sampai dana tersebut habis. “Saya tetap berkomitmen berjuang lawan perdagangan orang, pengelolaan sampah berkelanjutan, krisis iklim, energi terbarukan, pemberdayaan pemuda, dan keterwakilan perempuan,” tegasnya.

Nah, kenapa sih Sara sampai ambil keputusan besar ini? Semua berawal dari pernyataannya di podcast yang sempat bikin heboh netizen. Ia bilang, kalau masih nunggu pemerintah buat ngasih kerjaan, itu mental kolonial! Menurut Sara, anak muda harus lebih kreatif dan jadi pengusaha yang bisa buka lapangan kerja sendiri.

Pernyataan itu sempat menuai amarah dan debat panas di media sosial. Tapi Sara tetap konsisten mendorong anak muda buat berani jadi entrepreneur, jangan cuma mengeluh nggak ada kerjaan.

Pas banget nih, pengunduran diri Sara berbarengan dengan kekosongan kursi Menteri Pemuda dan Olahraga usai perombakan kabinet. Sara sendiri sempat disebut-sebut calon menteri waktu Prabowo belum resmi jadi presiden. Bahkan, rumor beredar kalau dia bakal jadi Menteri Sosial, Kesejahteraan Perempuan dan Anak. Tapi ya, itu cuma bocoran di medsos dan gak jadi kenyataan.

Sekarang, walau nggak jadi anggota DPR lagi, Sara berjanji akan terus berjuang untuk anak muda lewat organisasi sayap Gerindra yang dipimpinnya, PP Tunas Indonesia Raya (Tidar), dan berbagai aktivitas pemberdayaan lainnya.

Fraksi Gerindra sendiri menyatakan proses pengunduran diri Sara masih harus melalui mekanisme partai dan aturan Undang-Undang. Mereka juga mengaku akan memprosesnya dengan serius, sesuai aturan internal dan hukum yang berlaku.

Pokoknya, dari Sara kita belajar: perjuangan buat Indonesia yang lebih baik nggak harus dari kursi DPR. Kalau masih ada ketidakadilan dan rakyat belum bahagia, perjuangan harus terus jalan, bro!

Jadi, gimana menurut kamu? Apakah langkah Sara ini justru membuka jalan baru buat pergerakan anak muda di Indonesia?(*)

You Might Also Like

PSIS Selamat dari Zona Panas, Rival Kepeleset di Detik Terakhir

Jangan Lupakan Sejarah! Dulu Pilkada lewat DPRD Dihapus karena Politik Uang

Mau Liburan ke Jogja? Siap-siap Macet Ya, Bakal Diserbu 7 Juta Wisatawan

Kader PDIP Diajak Ingat Siapa yang Harus Diperjuangkan

Pilot Malaysia Penyelundup 70.000 Ekstasi Terancam Hukuman Mati, Sudah Tiga Kali Beraksi

TAGGED:anak Hasyim DjoyohadikusumoheadlineKeponakan PrabowoSaraswati MundurSraswati Mundur untuk maju
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian kanan dan Wakil Ketua Komisi Esti Wijayati saat memimpin RDP dengan Iluni FHUI, IKA USU, ABP, PTSI, di Ruang Rapat Komisi Gedung Senayan Jakarta.jpg (1) Sekolah Rakyat: Solusi Pendidikan Gratis untuk Anak Muda dari Keluarga Miskin Minimalisir Angka Putus Sekolah
Next Article Anggota DPR RI Rahayu Saraswati mundur dari kursi DPR. Ini Mundur untuk Maju atau bagaiman? Rahayu Saraswati Mundur dari DPR: Mundur untuk Maju atau Mundur untuk Ngopi Dulu, Ya?

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

BARANG BUKTI - Petugas kepolisian menunjukkan barang bukti celurit dan sepeda motor yang digunakan remaja asal Sragen yang acung-acungkan senjata tajam di Underpass Joglo, Kota Solo.

Viral Acungkan Celurit di Underpass Joglo Solo, Dua Remaja Sragen Klepek-klepek Ditangkap Polisi

RESMIKAN PONPES--Jaksa Agung Muda Intelijen Kejaksaan Agung RI, Reda Manthovani, merangkul santri tunanetra dalam acara peresmian Pondok Pesantren Sahabat Mata di Semarang, Selasa (29/9/2026). (ist)

Pesantren Khusus Tunanetra di Semarang, Santri Dibekali Keterampilan

DITUNTUT BERALAH: Bupati Cilacap nonaktif Syamsul Auliya Rachman dituntut bersalah dalam sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor Semarang, Selasa (29/9/2026). (bae)

Bupati Cilacap Dituntut 7 Tahun Penjara, Hak Dipilih Dicabut 3 Tahun

Lisa Punya Bayi Lagi, Anak Gajah Lahir Sehat

Siswa Sekolah Rakyat Tak Kuat Tinggal di Asrama, Pilih Mundur

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ekonomi

HUT ke-81 RI, Naik Trans Jateng Cuma Bayar 19 Persen

Agustus 12, 2026
Info

Halalbihalal Pemprov Jateng Jadi Ajang Konsolidasi Kepala Daerah

Maret 25, 2026
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa.
Info

Mensesneg Sebut Anggaran MBG Dipangkas, Menkeu Purbaya: Belum Tentu

Juni 15, 2026
Ilustrasi perbandingan karyawan SPPG dan guru honorer.
Info

Pendidikan Kalah Sama Makan Siang? Guru Honorer Curhat Sulitnya jadi PPPK saat SPPG Diprioritaskan

Januari 23, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Rahayu Saraswati Mundur dari DPR: Klarifikasi, Permintaan Maaf, dan Harapan
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?