BACAAJA, SEMARANG- PSIS Semarang akhirnya bisa bernapas lega. Kepastian bertahan di kompetisi Championship musim depan datang lebih cepat setelah pesaing terdekat mereka, Persiba Balikpapan cuma mampu bermain imbang 1-1 melawan PSS Sleman di Stadion Batakan, Balikpapan, Minggu (26/4/2026).
Sempat tertinggal lebih dulu melalui Gustavo Tocantins menit ke-75, Persiba mampu menyamakan skor melalui gol Arsa Ahmad di menit ke-89. Meskipun wasit memberikan tambahan waktu hingga 8 menit, kedua tim gagal mencetak gol kemenangan. Skor 1-1 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Baca juga: PSIS Nunggu Bantuan PSS Buat Selamat
Hasil itu jadi “kunci pengaman” buat PSIS. Persiba yang kini ada di peringkat sembilan cuma mengoleksi 19 poin. Sementara PSIS duduk di posisi delapan dengan 23 poin, jarak yang sudah nggak mungkin dikejar mengingat kompetisi tinggal menyisakan satu laga.
Bahkan secara hitung-hitungan, skenario terbaik Persiba pun mentok di 22 poin kalau menang di laga terakhir. Artinya, PSIS tetap unggul kendati kalah pada laga terakhir kontra PSS Sleman, Sabtu, (2/5/2026).
Buat manajemen Laskar Mahesa Jenar, ini jelas jadi kabar yang ditunggu-tunggu. Target utama musim ini menghindari play-off degradasi resmi tercapai.
Sesuai Target
“Pastinya kami syukuri karena ini memang target kami musim ini,” ujar COO PSIS, Faris Julinar. Meski sudah aman, bukan berarti tim bisa santai. Manajemen tetap wanti-wanti agar pemain tampil serius di laga terakhir, termasuk saat menghadapi PSS Sleman di awal Mei nanti.
Targetnya pun nggak setengah-setengah: sapu bersih dua laga terakhir dengan enam poin. “Saya sudah kasih arahan, dua pertandingan terakhir harus maksimal,” tegas Faris.
Baca juga: Misi Kas Hartadi: Selamatkan PSIS!
Biar makin panas, manajemen juga sudah siapin bonus spesial buat pemain. Harapannya jelas: musim ditutup dengan performa manis, bukan sekadar selamat.
Sepak bola memang unik, kadang yang bikin tenang bukan kemenangan sendiri, tapi kegagalan orang lain. PSIS sudah lolos dari tekanan, sekarang tinggal satu hal: mau sekadar “selamat”, atau sekalian bikin penutup musim yang bikin bangga? (tebe)

