BACAAJA, SEMARANG- PSIS Semarang telah resmi menunjuk Kas Hartadi sebagai pelatih kepala baru untuk menuntaskan sisa musim Pegadaian Championship 2025/26.
Keputusan ini diumumkan Selasa (21/4/2026) malam setelah posisi pelatih sebelumnya ditinggalkan Andri Ramawi yang memilih mundur. Tanpa banyak waktu buat adaptasi, Kas Hartadi langsung tancap gas.
Ia dijadwalkan memimpin latihan mulai Rabu (22/4/2026), fokus ke dua laga krusial: lawan Kendal Tornado FC dan PSS Sleman. Situasi PSIS Semarang sendiri lagi nggak aman-aman banget. Di klasemen sementara Grup 2, mereka nangkring di posisi delapan dengan 20 poin.
Baca juga: Sisa Dua Laga, PSIS Tunjuk Kas Hartadi Jadi Nahkoda
Masalahnya, jarak ke zona play off degradasi cuma dua angka. Sedikit kepleset, bisa langsung kebawa arus ke bawah. Manajemen pun nggak mau ambil risiko. Pengalaman Kas Hartadi jadi alasan utama.
Nama ini bukan pemain baru di dunia kepelatihan, pernah pegang tim-tim seperti Sriwijaya FC, Persik Kediri, Dewa United, sampai PSMS Medan.
Jadi Pembeda
Asisten manajer PSIS, Moch Reza Handhika bilang, keputusan ini bukan sekadar “tambal sulam”. Manajemen percaya, pengalaman Kas Hartadi menghadapi tekanan bisa jadi pembeda, terutama buat ngangkat mental pemain yang lagi drop.
Selain urusan taktik, faktor psikologis jadi kunci. Dua laga sisa ini bukan cuma soal strategi, tapi juga soal siapa yang lebih siap secara mental. Tantangannya? Waktu. Dengan persiapan yang super mepet, Kas Hartadi harus cepat membaca kondisi tim dan langsung nemu formula yang pas. Nggak ada ruang buat trial-error terlalu lama.
Baca juga: Tinggal Tiga Laga, PSIS Ditinggal Pelatih
Laga lawan Kendal Tornado FC, Sabtu (25/4/2026) bakal jadi ujian pertama. Hasil di pertandingan ini bisa jadi penentu arah, mau menjauh dari zona bahaya atau makin terseret.
Di saat musim hampir selesai, PSIS malah ganti “supir”. Berani? Jelas. Nekat? Bisa jadi. Tapi di dunia sepak bola, kadang keputusan paling mepet justru jadi penentu. Tinggal satu hal: ini comeback story… atau plot twist yang bikin fans makin deg-degan. (tebe)

