Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Bos Instagram Blak-blakan: AI Bikin Feed Estetik di IG Tamat
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Tumbuh

Bos Instagram Blak-blakan: AI Bikin Feed Estetik di IG Tamat

R. Izra
Last updated: Januari 3, 2026 3:48 pm
By R. Izra
4 Min Read
Share
Ilustrasi orang sedang melihat Instagram.
Ilustrasi orang sedang melihat Instagram.
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Feed Instagram yang dulu penuh foto estetik, tone senada, kulit mulus, dan landscape cakep? Maaf ya, itu resmi game over.

Setidaknya, itu yang dibilang langsung sama Head of Instagram, Adam Mosseri.

Lewat rangkaian 20 slide pesan akhir tahun di akun Instagram pribadinya, Mosseri menyebut kalau wajah Instagram sekarang udah jauh beda dari yang kita bayangkan.

Bacaaja: Skandal Terbaru Meta: Aplikasi Facebook dan Instagram Diduga Intip Aktivitas Browser Pengguna Android
Bacaaja: Bos Google Bilang Investasi AI Sudah Lebay dan Irasional, tapi . . .

“Kecuali kamu di bawah 25 tahun dan aktif pakai IG, kamu mungkin masih ngebayangin Instagram sebagai feed foto rapi dan estetik. Tapi feed itu sudah mati,” tulisnya.

Menurut Mosseri, pengguna sudah lama berhenti menjadikan feed sebagai tempat pamer momen hidup. Sekarang, interaksi yang benar-benar personal justru pindah ke DM.

Foto sepatu seadanya, selfie blur, sampai candid random justru lebih sering dibagikan karena terasa lebih nyata.

Masuknya konten berbasis AI bikin pergeseran ini makin kencang. Visual yang terlalu sempurna sekarang bukan lagi sesuatu yang spesial.

Dengan tools seperti Midjourney atau Sora, siapa pun bisa bikin foto atau video super realistis cuma dalam hitungan detik.

“Konten yang kelihatan keren sekarang mudah dibuat dan jadi membosankan,” kata Mosseri. Orang, katanya, mulai haus sama hal yang terasa real.

Feed Instagram pun perlahan kebanjiran konten sintetis. Foto cakep, video sinematik, sampai wajah manusia palsu makin susah dibedain mana asli, mana buatan mesin.

Di titik ini, Mosseri menilai kreator nggak bisa lagi ngandelin estetika doang.

“Raw bukan cuma gaya, tapi bukti keaslian,” tulisnya.

Masalahnya, AI terus berkembang. Mosseri mengakui, ke depan platform media sosial bakal makin kesulitan ngebedain konten asli dan buatan AI.

“Dulu saya selalu menganggap foto dan video itu rekaman nyata. Sekarang, asumsi itu sudah nggak berlaku lagi,” ujarnya.

Usulkan ide agak lain

Sebagai solusi, Mosseri justru mengusulkan ide yang agak beda. Ia menyebut kamera digital dan smartphone idealnya bisa menandai foto asli secara kriptografis sejak pertama kali diambil, supaya keaslian konten bisa diverifikasi.

Di sisi lain, Meta—induk Instagram—juga lagi ada di posisi serba salah. Mereka agresif mengembangkan AI lewat fitur seperti AI Studio, tapi di saat yang sama pelabelan konten AI di Instagram masih dianggap belum konsisten dan belum sepenuhnya bisa dipercaya.

Unggahan Mosseri ini langsung memantik debat panas di kolom komentar. Banyak netizen setuju kalau keaslian bakal selalu menang.

“Konten manusia yang mentah jauh lebih terasa koneksinya. Jadi manusia, itu algoritma yang sebenarnya,” tulis seorang pengguna.

Tapi nggak sedikit juga yang balik nyalahin Instagram. Menurut mereka, masalah utamanya bukan AI, tapi algoritma IG sendiri yang bikin feed makin nggak relevan.

“Orang-orang yang saya follow malah jarang muncul. Feed isinya iklan dan konten random,” keluh seorang netizen.

Beberapa bahkan mendesak Instagram mengembalikan feed kronologis, atau setidaknya menyediakan tab khusus tanpa campur tangan algoritma. Ada juga yang bilang Instagram sekarang kehilangan sisi “sosial”-nya.

“Dulu IG buat senang-senang. Sekarang rasanya kayak kerja, penuh strategi dan tekanan performa,” tulis pengguna lain.

Di tengah pro-kontra itu, satu hal kelihatan jelas: Instagram lagi ada di fase transisi besar. Era feed estetik mungkin sudah selesai, tapi pertarungan antara konten manusia dan konten AI baru saja dimulai.

You Might Also Like

Menkeu Purbaya Tolak Tax Amnesty Jilid III: “Udah Dua Kali, Masa Mau Diulang Lagi?”

Fullback Anyar Merapat! PSIS Datangkan Alwi Fadillah dan Rangga Sumarna

Puan-Anindya Ngobrol Serius Tapi Santai: Yuk, Bisnis Jalan, Program Negara Aman

Bitcoin Keok! Turun 13% dalam 5 Hari, Level Terendah Sejak April 2025

Yuk Liburan ke Luar Negeri Lagi! Bandara Ahmad Yani Resmi Buka Penerbangan Internasional

TAGGED:AIfeed instagramheadlineIGinstagram
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Tersangka pengeroyokan pesilat Pagar Nusa diamankan Polres Demak. 7 Pengeroyok Pesilat Pagar Nusa Akhirnya Ketangkap, Kata Polisi Ada yang Keliru
Next Article PSIS Gas Pol Cari Nafas, Persipal Ogah Jadi Penonton

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Ilustrasi olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) kecelakaan lalu lintas. (grafis/wayu)

Kronologi Mobil KH Anwar Zahid Kecelakaan di Bojonegoro, Dihantam Truk Trailer saat Menuju Banjarnegara

DEMO--Massa dari kelompok Pati Ora Sepele (POS) berorasi meminta koruptor dihukum berat. (bae)

Bakal Rame Terus Nih Sidang Sudewo, Dikawal Fans dan Haters sampai Vonis

Desa yang Diminta Mandiri, Tetapi Dikunci dari Luar

Jateng Banjir Wisatawan, Diserbu 30,95 Juta Orang Plesiran dalam Tiga Bulan

Ilustrasi polisi sedang melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP.) (grafis/wayu)

Kasus Kematian Sutrimo Penjaga Rumah Febrie Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya, Keluarga Curigai Hal Ini

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Petugas mengevakuasi bangkai kendaraan yang melintang di Jalan Prof Hamka, Silayur, Ngaliyan, Kota Semarang, Jumat (10/4/2026). Truk yang diduga rem blong memicu kecelakaan beruntun, sehingga membuat kemacetan parah di lokasi. (dul)
Fokus

Rencana Jalan Lingkar Gagal, Gak Ada Solusi Lain: Kendaraan Besar ‘Terpaksa’ Tetap Lewat Silayur

April 15, 2026
Ekonomi

PKB Didiskon 5 Persen Sampai Akhir 2026

Februari 23, 2026
Info

Pemkot Salurkan Bantuan Korban Banjir Tugu dan Ngaliyan

Mei 16, 2026
PERKUAT KOLABORASI - Direksi PLN Icon Plus dan IconGreen mempererat sinergi sekaligus menyamakan visi dalam mengembangkan solusi energi berkelanjutan di lingkungan PLN Group.
Tumbuh

Gas Transisi Energi Hijau, PLN Icon Plus dan IconGreen Kompak Perkuat Kolaborasi

Juli 14, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Bos Instagram Blak-blakan: AI Bikin Feed Estetik di IG Tamat
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?