Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Skandal Terbaru Meta: Aplikasi Facebook dan Instagram Diduga Intip Aktivitas Browser Pengguna Android
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Unik

Skandal Terbaru Meta: Aplikasi Facebook dan Instagram Diduga Intip Aktivitas Browser Pengguna Android

Meta, perusahaan teknologi yang menaungi Facebook, Instagram, dan WhatsApp, kembali diterpa isu serius terkait pelanggaran privasi pengguna.

Nugroho P.
Last updated: Juni 6, 2025 2:57 pm
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
Meta Ketahuan Mata-matai Aktivitas Browsing Pengguna di HP Android, Termasuk Samsung Galaxy, (Doc: Istimewa)
SHARE

NARAKITA, JAKARTA – Meta, perusahaan teknologi yang menaungi Facebook, Instagram, dan WhatsApp, kembali diterpa isu serius terkait pelanggaran privasi pengguna. Berdasarkan hasil investigasi dari sejumlah pakar keamanan digital internasional, Meta disebut-sebut telah melacak aktivitas browsing pengguna Android secara diam-diam sejak akhir 2024.

Investigasi ini mengungkap bahwa pengguna perangkat Android, termasuk lini Samsung Galaxy, menjadi target dari praktik pelacakan tersebut. Meskipun aktivitas dilakukan dari balik aplikasi populer seperti Facebook dan Instagram, pelacakan tetap berlangsung meski pengguna mengaktifkan mode penyamaran atau rutin menghapus jejak digital.

Sistem pelacakan yang digunakan mampu mengabaikan fitur-fitur proteksi dasar, seperti Incognito Mode dan penghapusan cookies. Hal ini membuat perlindungan privasi yang selama ini diandalkan pengguna menjadi nyaris tak berguna.

Menurut laporan yang dikutip dari Sam Mobile, pelacakan ini berjalan melalui mekanisme tersembunyi yang dipasang di aplikasi Meta. Begitu pengguna membuka salah satu aplikasi, sistem Meta akan menautkan aktivitas browsing ke akun mereka tanpa pemberitahuan apa pun.

Lebih jauh, sistem ini diduga memanfaatkan server lokal buatan Meta yang berjalan di perangkat Android. Dari sini, Meta dapat menyuntikkan skrip ke browser pengguna untuk merekam metadata, cookie, hingga kata kunci yang diketik.

Gunes Acar, salah satu peneliti terlibat dalam investigasi, mengatakan bahwa praktik ini terjadi tanpa persetujuan eksplisit dari pengguna maupun dari pemilik situs yang dikunjungi. “Tidak ada transparansi dalam implementasinya,” ujarnya.

Tujuan dari pelacakan ini diyakini berkaitan erat dengan strategi iklan. Dengan mengetahui kebiasaan browsing pengguna, Meta dapat menyuguhkan iklan yang sangat tertarget di Facebook dan Instagram, seperti produk yang baru saja dicari di situs lain.

Sebagai contoh, jika seseorang mencari jaket atau gadget tertentu, tak lama kemudian iklan produk serupa akan muncul di lini masa Facebook mereka. Praktik ini dijalankan melalui teknologi pelacak bernama Meta Pixel, yang kini terpasang di lebih dari 5 juta situs web.

Setelah laporan investigasi ini mencuat ke publik, Meta dikabarkan langsung menarik sebagian besar skrip pelacak dari sistem aplikasinya. Namun, langkah ini justru dinilai sebagai bentuk ketidakterbukaan, karena baru dilakukan setelah kontroversi mencuat.

Kritik tajam pun muncul dari berbagai pihak, termasuk dari Google. Sebagai pemilik Android dan Play Store, Google menyatakan keberatan keras atas metode pelacakan yang dianggap melanggar ketentuan privasi sistem operasi mereka.

Google juga memastikan tengah mengembangkan sistem perlindungan baru untuk Chrome, browser miliknya, guna menanggulangi teknik pelacakan tersembunyi seperti ini di masa depan.

Di sisi lain, Google memperingatkan bahwa pengembang aplikasi, termasuk Meta, wajib mematuhi standar privasi Android. Jika tidak, aplikasi mereka bisa saja dikeluarkan dari Play Store.

Ini bukan pertama kalinya Meta terlibat dalam kontroversi privasi. Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan tersebut kerap mendapat sorotan tajam atas pengumpulan data pengguna secara masif.

Banyak pengamat menyebut kejadian ini sebagai bukti bahwa dunia digital kini memerlukan regulasi yang lebih ketat untuk melindungi pengguna. Kepercayaan publik terhadap perusahaan teknologi besar pun terus diuji.

Dalam era di mana data adalah komoditas berharga, transparansi dan etika digital menjadi hal yang tak bisa dinegosiasikan. Kasus ini kembali membuka mata banyak pihak soal pentingnya kontrol atas informasi pribadi di ranah daring.

Dengan perkembangan kasus ini, para pengguna pun didorong untuk lebih selektif dalam mengatur izin aplikasi dan memilih platform digital yang lebih menghargai privasi.

Apakah Meta akan menghadapi sanksi dari otoritas atau hanya cukup dengan permintaan maaf, waktu yang akan menjawab. Namun satu hal yang pasti: kepercayaan pengguna adalah aset yang tak mudah untuk dibangun kembali. (*)

You Might Also Like

Pesona Puan Dengan Kebaya Lime, Selendang Merah, Vibes Pejuang Kemerdekaan

Guys.. Nyamuk Jantan Baik, yang Hisap Darah Nyamuk Betina

Cabai Nempel di Lidah, Cerita Lama Jadi Kebiasaan Baru

Buka Puasa Nggak Harus Kurma, Santai Aja, Kata Gus Baha Ini juga Bisa

Kota Lama & Lawang Sewu Bakal Disambung Jalur Hits, Wisata Semarang Makin Estetik!

TAGGED:AIfacebookinstagrammeta
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Bagaimana Hukum Menyimpan Daging Kurban Setelah Hari Tasyrik?
Next Article Si Bawor dari Banyumas, Perjalanan Sapi Kurban Presiden Prabowo hingga ke Meja Warga

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

BREAKING NEWS: Rektor Unsoed Diciduk KPK dalam OTT, Ada Uang Ratusan Juta

Meski Saat Haid, Pahala Ibadah Sholat Perempuan Tetap Bisa Mengalir

Doa Belum Terkabul? Coba Cek Diri Sendiri

Ilustrasi keracunan MBG. (wahyu/grafis)

Korban Keracunan MBG di Berastagi Alami Gangguan Saraf Otak, 3 Korban Dirujuk ke Medan

Ilustrasi polusi udara

Seberapa Bersih Udara yang Kita Hirup di Dalam Rumah?

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Unik

Magisnya Valley Rahong 12 Camp Riverside: Ngopi, Glamping, dan Arung Jeram dalam Pelukan Alam Pangalengan

Mei 25, 2025
Unik

Bersiap Terbit, 60 Penulis Banjarnegara Angkat Budaya Lokal Lewat Buku Karya Bersama

Juni 13, 2025
Badan Legislasi DPR bareng Menteri Hukum dan PPUU DPD ngadain rapat buat evaluasi Prolegnas RUU Prioritas 2025. Dari 42 RUU, sudah banyak yang jalan, termasuk RUU seru soal industri, pekerja platform, dan perampasan aset. Foto: dok/ist.
Unik

Baleg DPR Gas Pol Evaluasi Prolegnas 2025, RUU Perampasan Aset Masuk Prioritas

September 10, 2025
Viral

5 Penemuan Brilian yang Bikin Dunia Berubah Total

September 12, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Skandal Terbaru Meta: Aplikasi Facebook dan Instagram Diduga Intip Aktivitas Browser Pengguna Android
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?