Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Rebahan Bareng di Taman, Cara Gen Z Lepas Penat Lagi Naik Daun
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Unik

Rebahan Bareng di Taman, Cara Gen Z Lepas Penat Lagi Naik Daun

Konsepnya sederhana, tapi menarik perhatian banyak orang. Peserta datang ke taman, melepas alas kaki, menggelar tikar, lalu menghabiskan waktu dengan berbaring sambil menikmati suasana sekitar.

Nugroho P.
Last updated: Juli 5, 2026 6:31 am
By Nugroho P.
5 Min Read
Share
ilustrasi Gen Z rebahan di taman, cara mudah melepas penat.
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Rebahan yang dulu sering dicap identik dengan malas, sekarang justru berubah jadi bagian dari gaya hidup sehat ala Gen Z. Di tengah tekanan kerja dan aktivitas yang padat, banyak anak muda mulai melihat istirahat sebagai kebutuhan, bukan kemewahan.

Fenomena ini terlihat dari munculnya tren baru bernama lie down club atau klub rebahan yang sedang ramai diperbincangkan di New York, Amerika Serikat.

Konsepnya sederhana, tapi menarik perhatian banyak orang. Peserta datang ke taman, melepas alas kaki, menggelar tikar, lalu menghabiskan waktu dengan berbaring sambil menikmati suasana sekitar.

Tak ada target produktivitas, tak ada tuntutan harus melakukan sesuatu. Mereka hanya diajak bernapas lebih tenang, bermeditasi, atau sekadar menikmati momen tanpa gangguan.

Tren ini muncul sebagai respons atas meningkatnya kasus burnout yang dialami anak-anak muda akibat tekanan pekerjaan dan budaya serba cepat.

Di era sekarang, banyak orang merasa harus terus aktif dan produktif setiap waktu. Akibatnya, rasa lelah mental pun semakin sulit dihindari.

Klub rebahan yang dikenal dengan nama Club Rest Stop itu digagas oleh Maaliyah Symoné, seorang praktisi Reiki sekaligus fasilitator terapi suara atau sound bath.

Ia ingin menghadirkan ruang aman yang bisa dipakai siapa saja untuk benar-benar beristirahat tanpa rasa bersalah.

Pada akhir Juni lalu, sekitar 40 orang berkumpul di Central Park untuk mengikuti kegiatan tersebut selama dua jam penuh.

Mereka mengisi waktu dengan meditasi, latihan pernapasan, terapi suara menggunakan mangkuk kristal dan mangkuk bernyanyi Tibet, serta tentu saja, rebahan bersama di atas rumput.

Di tengah riuhnya Kota New York yang dipenuhi suara kendaraan dan hiruk-pikuk aktivitas, suasana tenang itu justru terasa kontras sekaligus menenangkan.

Maaliyah mengaku banyak orang yang datang karena merasa kelelahan secara mental dan membutuhkan ruang untuk berhenti sejenak dari rutinitas.

“Ternyata ada begitu banyak orang yang kelelahan,” ujarnya seperti dikutip New York Post.

Video promosi Club Rest Stop yang diunggah ke TikTok pun langsung menarik perhatian warganet.

Ratusan komentar berdatangan, sebagian besar mengaku tertarik untuk ikut merasakan pengalaman rebahan bersama di ruang terbuka.

Ada yang mengaku sudah sangat lelah dengan tekanan dunia kerja dan merasa hampir tidak punya waktu untuk beristirahat.

Sebagian lainnya bahkan langsung meminta agar namanya dimasukkan dalam daftar peserta kegiatan berikutnya.

Menurut Maaliyah, tujuan utama dari komunitas ini bukan sekadar mengajak orang rebahan, melainkan mengubah cara pandang terhadap arti istirahat itu sendiri.

Ia menilai masih banyak orang yang menganggap beristirahat sebagai sesuatu yang memalukan atau identik dengan kemalasan.

Padahal, tubuh dan pikiran juga membutuhkan jeda agar bisa kembali bekerja dengan lebih sehat dan seimbang.

Karena itu, ada satu aturan sederhana yang berlaku di Club Rest Stop, yakni semua orang wajib berbaring.

Saat semua orang melakukan hal yang sama, rasa canggung maupun perasaan bersalah untuk beristirahat perlahan menghilang.

Ide tersebut lahir dari pengalaman Maaliyah selama bertahun-tahun mendampingi klien yang mengalami burnout, khususnya mereka yang bekerja di industri hiburan.

Ia melihat banyak orang menganggap pemulihan mental harus dilakukan lewat cara mahal seperti liburan mewah, spa, atau retret kesehatan.

Padahal, menurutnya, proses memulihkan pikiran bisa dimulai dari langkah yang sangat sederhana dan tidak membutuhkan biaya besar.

Cukup meluangkan waktu lima menit untuk berhenti sejenak, menarik napas dalam-dalam, melakukan peregangan ringan, atau memejamkan mata di tempat yang tenang.

Kebiasaan kecil itu dipercaya mampu membantu tubuh dan pikiran menghadapi tekanan yang datang dari aktivitas sehari-hari.

Popularitas Club Rest Stop pun terus meningkat. Hanya dalam waktu lima minggu sejak viral di media sosial, lebih dari 700 orang mendaftarkan diri untuk mendapatkan informasi kegiatan berikutnya.

Fenomena ini sekaligus menunjukkan bahwa generasi muda mulai menempatkan kesehatan mental sebagai prioritas penting di tengah budaya serba cepat yang melelahkan.

Kini, rebahan bukan lagi sekadar aktivitas menghabiskan waktu, melainkan cara sederhana untuk memberi ruang bagi tubuh dan pikiran agar bisa bernapas lebih lega. (*)

You Might Also Like

Viral! Pria Tua Tendang Kucing sampai Mati di Blora, Polisi: Pelaku Diduga Lawyer

Di HUT Bhayangkara ke-79, Prabowo Titip Pesan Kuat untuk Polri Seperti Ini!

Usai Jaga, Dokter Muda Undip Ikut Demo di Semarang: Harga Obat Naik saat Rupiah Lemah

Dikira Bikin Rematik, Mandi Malam Malah Banyak Disalahpahami Orang

Sururi ‘Profesor Mangrove’ Semarang: Wariskan Kelestarian Alam untuk Anak-Cucu

TAGGED:gen zrebahantaman
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Nyeri Sehabis Makan Santan? Bisa Jadi Empedu Lagi Kasih Kode
Next Article Ansor Semarang Tawarkan Solusi Ketahanan Pangan

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

SEGEL RUSUN--Satpol PP menyegel kamar di Rusun Kudu, Kota Semarang, Rabu (19/8/2026). (ist)

Puluhan Rusun Kudu Semarang Disegel, Satpol PP: Penghuni Gak Mau Bayar

Mobil polisi keluar dari area PN Semarang sesaat setelah pengungkapan kasus sabu di pengadilan, Selasa (18/8/2026) sore. (bae)

Polisi Sebut ‘Salam Tempel’ Sabu di PN Semarang Sudah Lama Direncanakan

ILUSTRASI KEBAKARAN: Petugas pemadam kebakaran Pemkab Jepara berupaya melakukan pemadaman api di pabrik bahan baku tas dan sepatu PT Chengqi Industrial Indonesia di Desa Pringtulis, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah yang terbakar, Sabtu (17/1/2026). (Damkar Jepara)

Rp33,4 Miliar Hangus Jadi Abu, Estimasi Kerugian 447 Kasus Kebakaran di Jateng

POLISI - Ilustrasi anggota Polri (polisi).

Kelakuan! Dua Oknum Polisi Nyaris Dihajar Massa, Ketahuan Peras Warga Gresik dengan Dalih Judol

ILUSTRASI - Ilustrasi tim SAR gabungan mengevakuasi pendaki gunung di atas ketinggian. (ai)

Tragis! Remaja 16 Tahun Tewas Terjatuh ke Kawah Gunung Slamet

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Tips

Tetap Tenang Bro… Sukses Tak Selalu Datang di Usia Muda, Senja Bisa Jadi Puncak

Desember 14, 2025
Unik

Menjelang Kongres PWI, Suasana Dibikin Guyub: Integritas Jadi Janji Bareng

Agustus 30, 2025
Unik

Soal Ancaman Trump ke BRICS, Menkeu Tegaskan Sikap Hati-hati RI

Juli 7, 2025
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Rini Widyantini dalam rapat kerja dengan Komisi II DPR RI di kompleks Parlemen Senayan Jakarta, 30 Juli 2025. Foto: dok/ist
Unik

Begini Nasib Honorer (Non-ASN) Yang Tidak Lolos PPPK dan CASN

Juli 8, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Rebahan Bareng di Taman, Cara Gen Z Lepas Penat Lagi Naik Daun
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?