Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Sururi ‘Profesor Mangrove’ Semarang: Wariskan Kelestarian Alam untuk Anak-Cucu
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Lakon Lokal

Sururi ‘Profesor Mangrove’ Semarang: Wariskan Kelestarian Alam untuk Anak-Cucu

R. Izra
Last updated: Januari 6, 2026 3:21 pm
By R. Izra
2 Min Read
Share
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Bagi banyak orang, mendidik anak adalah soal sekolah dan pekerjaan. Bagi  Sururi, mendidik anak lebih dari itu: ia menanamkan nilai hidup melalui tindakan nyata bercocok tanam mangrove, bersabar mnghadapi cobaan, dan memegang teguh prinsip.

Perjalanan hidupnya dimulai dari pesantren, nyantrik, dan kerja keras yang datang dari bawah. Tidak ada gelar akademik, ia justru dikenal luas sebagai tokoh mangrove di Semarang.

Sebutan “profesor mangrove” sering disematkan padanya, meskipun ia sendiri menolak gelar itu.

Bacaaja: Kenalan Sama Pak Sururi, Orang Biasa dengan Aksi Luar Biasa Jaga Pesisir Semarang
Bacaaja: Kata Mas Tri Sastra Nggak Bikin Kaya, tapi Kenapa Masih Banyak yang Bertahan?

Pesan paling kuat yang ia sampaikan kepada anak-anaknya bukan kata sambil tugas pagi atau nasehat kosong, tetapi contoh nyata.

Ketika anak-anak melihat ia bangun pagi menanam, merawat, dan bernegosiasi soal bibit, mereka belajar tentang kerja keras, ketekunan, dan integritas.

Kebiasaan keluarga juga tak lepas dari nilai spiritual. Sebelum makan, anak-anak selalu didoakan dulu.

Itu bukan sekadar ritual, tetapi bagian dari falsafah hidup: bahwa manusia hidup bukan hanya karena kerja, tetapi karena barokah dan doa.

Hasilnya luar biasa. Anak-anaknya tumbuh menjadi sosok yang mandiri dan berguna: dari guru bersertifikasi, PNS, hingga pekerja swasta yang stabil.

Tidak satu pun yang anti terhadap kerja keras bahkan beberapa ikut terjun menanam mangrove di waktu luang mereka.

Kini, meskipun usianya tak lagi muda dan tenaga tidak sekuat dulu, Sururi tetap mengawasi jalannya usaha mangrove yang telah berjalan puluhan tahun.

Ia percaya bahwa apa yang dimulai dengan niat baik akan terus mengalir manfaatnya, bahkan untuk generasi setelahnya.

Ia mengaku takut jika kelak tidak ada yang meneruskan. Namun, melihat anak-anaknya yang tumbuh dengan dasar nilai yang kuat, ia yakin pengabdian kepada alam tidak akan berhenti begitu saja. (dul)

You Might Also Like

Mangrove Ditanam Bareng, Bengawan Donan Dijaga dari Abrasi

Peta Pengalihan Sejumlah Jalan di Semarang saat Pawai dan Pembukaan MTQ Nasional

5 Spot Wisata Paling Diburu saat Libur Lebaran di Semarang: dari Lawang Sewu sampai Saloka

Turunan Gombel Lama Ditutup April-November, Jalan Bakal Diperbaiki Total

2.242 Peserta Siap Ramaikan MTQ Nasional di Semarang

TAGGED:kelestarian alamlakon lokalmangroveprofesor mangroveSemarangsururi
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article CEO yang Menyamar dan Fantasi Kenaikan Kelas
Next Article Kosa kata 'kapitil' sekarang resmi masuk dalam KBBI. ‘Kapitil Resmi Masuk KBBI, tapi Kosa Kata Ini Gak Bisa Dipakai Sembarangan

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Mooncake Festival 2026 Hidupkan Kawasan Pecinan Semarang

Sekda Banyumas Mundur Usai Diperiksa KPK

ILUSTRASI KERACUNAN MBG: Anggota TNI dan Polri mengevakuasi salah satu siswa yang diduga keracunan MBG di SMA 2 Kudus, Kamis, (29/1/2026). (Foto: Ist)

Korban Keracunan MBG di Batang Terus Meningkat Capai 498 Orang, Masih Bisa Tambah Lagi

Kemarau Makin Seret, Polres Banjarnegara Kirim 25 Ribu Liter

Mendadak Kontraksi, Ibu Melahirkan di Dalam KRL

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Dito (berkaus tahanan) kembali ditangkap karena menjadi begal di Semarang. (bae)
Hukum

Begal Sadis Halmahera Memang Gak Ada Kapoknya, Dito Sudah 4 Kali Masuk Penjara

April 8, 2026
SEGEL RUSUN--Satpol PP menyegel kamar di Rusun Kudu, Kota Semarang, Rabu (19/8/2026). (ist)
Info

Puluhan Rusun Kudu Semarang Disegel, Satpol PP: Penghuni Gak Mau Bayar

Agustus 19, 2026
CEK STADION--Wali Kota Semarang dan rombongan mengecek Stadion Tri Lomba Juang yang akan direnovasi, Rabu (10/6/2026). (ist)
Olahraga

Stadion TLJ Tutup Dua Bulan untuk Perbaikan Trek Lari, Agustina: Masyarakat Tetap Terlayani

Juni 11, 2026
Warga menyeberang sungai dengan getek karena jembatan penghubung kampung di Mangkang Wetan putus imbas banjir. (ist)
Info

2 Pekan Warga Mangkang Semarang Terisolasi, Jembatan Putus Disapu Banjir

Januari 27, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Sururi ‘Profesor Mangrove’ Semarang: Wariskan Kelestarian Alam untuk Anak-Cucu
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?