BACAAJA, SEMARANG – Menjaga berat badan ideal ternyata bukan cuma soal rajin olahraga atau hitung-hitungan kalori setiap hari. Pilihan makanan yang masuk ke piring juga punya peran besar, termasuk kebiasaan mengonsumsi buah.
Banyak ahli gizi menyebut buah sebagai salah satu teman terbaik saat menjalani pola hidup sehat. Selain rasanya segar, kandungan serat dan air di dalamnya juga membantu tubuh merasa kenyang lebih lama.
Ahli diet terdaftar dari Keck Medicine of USC, Rachel Lander-Canseco, mengatakan konsumsi buah dan sayur secara rutin bisa membantu menjaga kesehatan sekaligus menurunkan risiko berbagai penyakit kronis.
Ia menyarankan agar kebutuhan harian dipenuhi dengan lima porsi buah dan sayuran setiap hari sebagai bagian dari pola makan seimbang.
Menurut Rachel, buah termasuk pilihan makanan yang ramah untuk program pengelolaan berat badan karena umumnya rendah kalori tetapi kaya nutrisi penting.
Kandungan serat dalam buah membantu memperlambat rasa lapar, sementara kadar air yang tinggi membuat tubuh terasa lebih kenyang tanpa tambahan kalori berlebihan.
Rachel juga mengingatkan masyarakat agar tidak takut mengonsumsi buah hanya karena kandungan gula alaminya.
“Jangan takut dengan gula dalam buah. Buah kaya akan serat, vitamin, dan mineral, jadi manfaat yang Anda dapatkan jauh lebih besar,” kata Rachel Lander-Canseco.
Ia menegaskan tidak ada satu jenis buah ajaib yang langsung membuat berat badan turun drastis dalam waktu singkat.
Yang lebih penting justru konsistensi memilih camilan sehat dan menjadikan buah sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari dibanding makanan tinggi lemak atau tinggi gula.
Salah satu buah yang sering masuk rekomendasi adalah semangka. Buah ini dikenal punya kandungan air yang sangat tinggi, mencapai sekitar 90 persen dari total isinya.
Dalam setiap 100 gram semangka, jumlah kalorinya hanya sekitar 30 kalori sehingga cocok dijadikan teman saat cuaca panas maupun ketika sedang mengatur pola makan.
Kandungan air yang melimpah juga membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi sekaligus memberikan rasa kenyang lebih lama.
Pilihan berikutnya adalah jambu biji, buah tropis yang kaya serat dan memiliki kadar gula relatif lebih rendah dibanding beberapa jenis buah lainnya.
Jambu biji juga mengandung berbagai fitokimia yang dipercaya membantu melawan peradangan serta mendukung kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Selain itu, buah ini kerap dikaitkan dengan upaya pencegahan penyakit metabolik seperti diabetes dan beberapa jenis kanker.
Jeruk bali juga termasuk buah yang cukup populer dalam pola makan sehat. Kandungan vitamin C, asam folat, dan kaliumnya membuat buah ini punya nilai gizi yang tinggi.
Varian jeruk bali berwarna merah dan merah muda bahkan mengandung likopen serta vitamin A yang baik untuk menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah.
Bagi yang rutin berolahraga, pisang bisa menjadi pilihan camilan yang praktis sekaligus mengenyangkan.
Satu buah pisang ukuran sedang rata-rata mengandung sekitar 105 kalori dan tiga gram serat yang membantu menjaga rasa kenyang lebih lama.
Tak heran kalau pisang sering dijadikan menu sebelum maupun sesudah latihan karena mampu memberikan tambahan energi dengan cepat.
Tomat juga layak masuk daftar meski banyak orang masih menganggapnya sebagai sayuran.
Secara ilmiah, tomat termasuk buah yang rendah kalori dan kaya antioksidan yang baik bagi tubuh.
Kandungan serat dan airnya yang tinggi membuat tomat membantu mengurangi rasa lapar sekaligus mendukung pola makan sehat.
Kelompok buah beri juga menjadi favorit dalam berbagai program pengelolaan berat badan.
Buah seperti stroberi, blueberry, maupun raspberry memiliki kandungan gula yang relatif rendah dibanding banyak buah lainnya.
Selain itu, sejumlah penelitian menyebut buah beri dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin dan menurunkan risiko diabetes tipe dua.
Meski demikian, Rachel menegaskan bahwa buah terbaik sebenarnya adalah buah yang paling disukai dan bisa dikonsumsi secara konsisten.
Menurutnya, seseorang akan lebih mudah mempertahankan pola hidup sehat jika makanan yang dipilih memang sesuai selera dan tidak terasa sebagai beban.
Pada akhirnya, keberhasilan menjaga berat badan tetap bergantung pada keseimbangan antara kalori yang masuk dan kalori yang dibakar tubuh setiap hari.
Buah hanyalah salah satu bagian dari pola hidup sehat yang perlu dipadukan dengan aktivitas fisik dan kebiasaan makan yang lebih bijak.
Rachel pun mengingatkan agar masyarakat tidak terlalu pusing memikirkan aturan yang rumit selama masih bisa menikmati makanan sehat secara konsisten.
“Makanlah buah yang Anda sukai dalam porsi yang Anda inginkan, dan jangan terlalu memikirkan hal-hal kecil,” ujarnya. (*)

