BACAAJA, SEMARANG – Rasa sakit gigi sering datang tanpa aba-aba. Saat nyeri mulai berdenyut dan membuat aktivitas terganggu, banyak umat Muslim memilih mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui doa dan dzikir sebagai bentuk ikhtiar batin.
Amalan dzikir ketika sakit bukan sekadar rutinitas ibadah. Bagi banyak orang, bacaan tersebut menjadi penenang yang membantu menghadapi rasa tidak nyaman sambil tetap berusaha mencari pengobatan yang tepat.
Sakit gigi sendiri bisa muncul karena berbagai penyebab. Mulai dari gigi berlubang, radang gusi, infeksi, hingga gangguan pada saraf gigi yang menimbulkan rasa nyeri berkepanjangan.
Dalam ajaran Islam, setiap penyakit dipandang sebagai ujian sekaligus pengingat agar manusia semakin mendekat kepada Sang Pencipta. Karena itu, doa dan dzikir dianjurkan untuk mengiringi proses penyembuhan.
Salah satu amalan yang diajarkan Rasulullah SAW ketika merasakan sakit adalah meletakkan tangan pada bagian yang terasa nyeri sambil membaca kalimat basmalah sebanyak tiga kali.
Setelah itu, dilanjutkan dengan membaca doa perlindungan yang berbunyi:
بِاسْمِ اللَّهِ
Latin: Bismillah (3 kali)
Artinya: Dengan menyebut nama Allah.
Kemudian dilanjutkan:
أَعُوذُ بِاللَّهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ
Latin: A’udzu billahi wa qudratihi min syarri ma ajidu wa uhadziru (7 kali)
Artinya: Aku berlindung kepada Allah dan kekuasaan-Nya dari keburukan yang aku rasakan dan yang aku khawatirkan.
Doa tersebut berasal dari hadits sahih dan sering diamalkan ketika seseorang mengalami rasa sakit pada bagian tubuh tertentu, termasuk ketika nyeri gigi terasa begitu mengganggu.
Selain membaca dzikir tersebut, umat Islam dianjurkan menghadirkan keyakinan penuh bahwa kesembuhan sejati datang dari Allah SWT. Keyakinan itu menjadi energi positif yang membantu seseorang tetap kuat menghadapi ujian kesehatan.
Tak sedikit ulama juga menganjurkan doa lain yang berisi permohonan agar rasa sakit segera diangkat dan digantikan dengan kesehatan.
Doa itu berbunyi:
اللَّهُمَّ أَذْهِبْ عَنْهُ سُوءَ مَا يَجِدُ وَفُحْشَهُ بِدَعْوَةِ نَبِيِّكَ الْمُبَارَكِ الْمَكِينِ عِنْدَكَ
Latin: Allahumma adzhib ‘anhu suu-a ma yajidu wa fuhsyahu bida’wati nabiyyikal mubarakil makini ‘indaka.
Artinya: Ya Allah, hilangkan darinya keburukan yang ia rasakan dan penderitaannya dengan doa Nabi-Mu yang mulia di sisi-Mu.
Bacaan tersebut biasanya dibaca beberapa kali sambil memohon kesembuhan dengan penuh harap dan ketulusan.
Meski demikian, para ulama mengingatkan bahwa doa bukan pengganti pengobatan medis. Islam mengajarkan keseimbangan antara tawakal dan usaha nyata.
Karena itu, ketika sakit gigi berlangsung lama atau semakin parah, pemeriksaan ke dokter gigi tetap menjadi langkah yang dianjurkan.
Dokter dapat membantu menemukan penyebab utama nyeri sehingga penanganan yang diberikan lebih tepat dan efektif.
Di sisi lain, dzikir tetap memiliki peran penting dalam menjaga ketenangan hati selama menjalani proses pengobatan.
Bukan rahasia lagi, sakit gigi sering membuat seseorang sulit makan, sulit tidur, bahkan sulit berkonsentrasi saat bekerja.
Dalam kondisi seperti itu, mengingat Allah SWT melalui dzikir dapat membantu meredakan kegelisahan yang muncul akibat rasa sakit yang berkepanjangan.
Islam juga sangat menaruh perhatian pada kesehatan mulut dan gigi. Salah satu sunnah yang terkenal adalah bersiwak untuk menjaga kebersihan rongga mulut.
Rasulullah SAW bersabda:
السِّوَاكُ مَطْهَرَةٌ لِلْفَمِ مَرْضَاةٌ لِلرَّبِّ
Latin: As-siwaku mathharatun lil fami mardhatun lir rabb.
Artinya: Siwak membersihkan mulut dan mendatangkan keridhaan Allah.
Pesan tersebut menunjukkan bahwa menjaga kesehatan gigi bukan hanya urusan fisik, tetapi juga bagian dari ajaran kebersihan dalam Islam.
Di era modern, kebiasaan bersiwak bisa diwujudkan dengan menjaga kebersihan gigi secara rutin, menyikat gigi dua kali sehari, dan memeriksakan kesehatan gigi secara berkala.
Langkah sederhana itu mampu membantu mencegah berbagai gangguan yang berujung pada rasa nyeri.
Selain menjaga kebersihan, pola makan juga perlu diperhatikan. Mengurangi makanan yang terlalu manis atau terlalu dingin dapat membantu menjaga kesehatan gigi lebih lama.
Memperbanyak minum air putih juga menjadi kebiasaan baik karena membantu membersihkan sisa makanan yang menempel di rongga mulut.
Sebagian orang juga merasa lebih nyaman mengonsumsi air hangat ketika sakit gigi karena memberikan sensasi menenangkan pada area mulut dan tenggorokan.
Walau begitu, air hangat tetap bukan pengobatan utama. Jika keluhan berlanjut, pemeriksaan medis tetap menjadi pilihan terbaik.
Ada pula doa kesembuhan yang sering dibaca saat seseorang sedang sakit, baik untuk diri sendiri maupun orang lain.
Doa tersebut berbunyi:
أَسْأَلُ اللَّهَ الْعَظِيمَ رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ أَنْ يُعَافِيَكَ وَيَشْفِيَكَ
Latin: As’alullahal ‘azhim rabbal ‘arsyil ‘azhim an yu’afiyaka wa yasyfiyaka.
Artinya: Aku memohon kepada Allah Yang Maha Agung, Tuhan Pemilik Arsy yang agung, agar memberikan kesehatan dan kesembuhan kepadamu.
Doa ini kerap dibaca dengan harapan Allah SWT memberikan kesembuhan dan mengangkat rasa sakit yang sedang dirasakan.
Pada akhirnya, sakit gigi memang bisa menjadi ujian yang cukup mengganggu. Namun dengan ikhtiar medis yang tepat, menjaga kebersihan mulut, serta memperbanyak doa dan dzikir, seorang Muslim dapat menghadapi kondisi tersebut dengan lebih tenang dan penuh harapan. (*)

