Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Main Pagi Kena Matahari, Mata Anak Bisa Lebih Aman dari Minus
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Tips

Main Pagi Kena Matahari, Mata Anak Bisa Lebih Aman dari Minus

Para dokter mata mengingatkan bahwa paparan sinar matahari ternyata punya manfaat besar untuk kesehatan mata anak selama masa pertumbuhan.

Nugroho P.
Last updated: Juli 5, 2026 5:58 am
By Nugroho P.
5 Min Read
Share
ilustrasi meihat matahari pagi.
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Kasus mata minus pada anak makin sering jadi perhatian belakangan ini. Bukan cuma karena faktor keturunan, tapi juga perubahan gaya hidup yang bikin anak lebih banyak menatap layar daripada bermain di luar rumah.

Mulai dari belajar, menonton video, sampai bermain gim, hampir semuanya kini dilakukan lewat gadget. Akibatnya, waktu anak untuk menikmati aktivitas di luar ruangan semakin berkurang.

Di tengah kondisi itu, para dokter mata mengingatkan bahwa paparan sinar matahari ternyata punya manfaat besar untuk kesehatan mata anak selama masa pertumbuhan.

Dokter Konsultan Spesialis Mata Mayapada Eye Centre, dr. Zoraya Ariefia Feranthy, mengatakan aktivitas di luar ruangan bisa membantu menurunkan risiko perkembangan mata minus pada anak.

Menurutnya, manfaat tersebut bukan sekadar anggapan lama, melainkan sudah didukung berbagai penelitian ilmiah dari sejumlah negara.

Karena itu, anak-anak dianjurkan tetap memiliki waktu bermain di luar rumah dan tidak terus-menerus beraktivitas di dalam ruangan.

“Banyak paparan matahari pada anak justru dapat menghambat mata minus. Hal ini terbukti ilmiah dan inilah mengapa anak lebih disarankan berkegiatan di bawah matahari,” kata dr. Zoraya dalam sebuah kegiatan media di Jakarta.

Penelitian dari Australia juga menunjukkan hasil yang menarik. Anak-anak yang memanfaatkan jam istirahat sekolah untuk bermain di luar ternyata memiliki tingkat mata minus yang lebih rendah dibanding mereka yang tetap berada di dalam kelas.

Temuan tersebut memperlihatkan bahwa lingkungan dan pola aktivitas sehari-hari punya pengaruh besar terhadap perkembangan kesehatan mata selama masa tumbuh kembang.

Selain mengurangi screen time, sinar matahari juga disebut memberikan efek biologis yang membantu mengendalikan pertumbuhan bola mata.

Menurut dr. Zoraya, ada mekanisme tertentu di dalam mata yang aktif ketika anak mendapatkan paparan cahaya alami dari matahari.

Mekanisme itu akan memberikan sinyal agar bola mata tidak terus memanjang secara berlebihan.

Padahal, pemanjangan bola mata merupakan salah satu penyebab utama meningkatnya minus pada seseorang.

Semakin panjang bola mata, semakin besar pula risiko mata minus bertambah tinggi seiring bertambahnya usia.

Sebaliknya, jika proses tersebut bisa dikendalikan, perkembangan miopia berpotensi berjalan lebih lambat.

Dr. Zoraya mengibaratkan paparan sinar matahari seperti rem alami yang membantu menghambat pertumbuhan minus pada mata anak.

Meski demikian, bukan berarti anak harus berlama-lama berada di bawah terik matahari sepanjang hari.

Yang lebih penting adalah konsistensi memberikan kesempatan bagi anak untuk rutin melakukan aktivitas di luar ruangan.

Para orangtua juga tak perlu khawatir jika anak berkeringat saat bermain di luar rumah karena aktivitas fisik justru membawa banyak manfaat bagi kesehatan.

Selain menjaga kebugaran tubuh, bermain di luar juga membantu anak lebih aktif bergerak dan mengurangi ketergantungan pada gadget.

Terkait durasi, dr. Zoraya menyebut waktu ideal untuk beraktivitas di bawah sinar matahari sekitar 90 menit setiap hari.

Waktu terbaiknya adalah pada pagi hari sebelum pukul 10.00, ketika paparan matahari masih relatif nyaman bagi tubuh.

Namun, kondisi tersebut memang tidak selalu mudah dilakukan karena sebagian besar anak sudah berada di sekolah sejak pagi.

Karena itu, jam istirahat sekolah bisa dimanfaatkan sebagai alternatif agar anak tetap mendapatkan paparan cahaya alami.

Menurutnya, bermain di luar selama sekitar 30 menit saat jam istirahat sudah jauh lebih baik dibanding tidak sama sekali.

Durasi tersebut tetap memberikan manfaat positif bagi kesehatan mata dan bisa menjadi kebiasaan yang baik jika dilakukan secara rutin.

Orangtua pun dianjurkan untuk mendukung anak agar tidak menghabiskan seluruh waktu luangnya di depan layar ponsel atau komputer.

Membiasakan anak bermain sepeda, berlari, atau sekadar beraktivitas di halaman rumah bisa menjadi langkah sederhana yang berdampak besar.

Di tengah era digital seperti sekarang, menjaga keseimbangan antara penggunaan teknologi dan aktivitas luar ruangan menjadi tantangan tersendiri bagi keluarga.

Namun, langkah kecil seperti mengajak anak menikmati sinar matahari pagi ternyata bisa menjadi investasi penting untuk kesehatan mata mereka di masa depan. (*)

You Might Also Like

Fenomena Balita Rabun: Mata Minus Datang Lebih Cepat, Negara Datang Terlambat

Semut Datang Terus? Coba Amalkan Doa Nabi Sulaiman AS Ini

Buah Favorit Bisa Jadi Kunci Berat Badan Tetap Aman dan Nyaman

Pagi atau Sore? Rahasia Olahraga Sehat Ternyata Ikuti Jam Tubuh Alami

Jangan Sepelekan, Ini Tanda Remeh dari Gejala Tumor Otak

TAGGED:kesehatankesehatan anakmata minusmata sehatmataharitips
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Seribu Mangrove, Seribu Harapan: Rotary Club Semarang Bimasena Satukan Komunitas Jaga Pesisir
Next Article Anak Ogah Makan Sayur? Trik Santai Ini Malah Lebih Ngena

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

SEGEL RUSUN--Satpol PP menyegel kamar di Rusun Kudu, Kota Semarang, Rabu (19/8/2026). (ist)

Puluhan Rusun Kudu Semarang Disegel, Satpol PP: Penghuni Gak Mau Bayar

Mobil polisi keluar dari area PN Semarang sesaat setelah pengungkapan kasus sabu di pengadilan, Selasa (18/8/2026) sore. (bae)

Polisi Sebut ‘Salam Tempel’ Sabu di PN Semarang Sudah Lama Direncanakan

ILUSTRASI KEBAKARAN: Petugas pemadam kebakaran Pemkab Jepara berupaya melakukan pemadaman api di pabrik bahan baku tas dan sepatu PT Chengqi Industrial Indonesia di Desa Pringtulis, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah yang terbakar, Sabtu (17/1/2026). (Damkar Jepara)

Rp33,4 Miliar Hangus Jadi Abu, Estimasi Kerugian 447 Kasus Kebakaran di Jateng

POLISI - Ilustrasi anggota Polri (polisi).

Kelakuan! Dua Oknum Polisi Nyaris Dihajar Massa, Ketahuan Peras Warga Gresik dengan Dalih Judol

ILUSTRASI - Ilustrasi tim SAR gabungan mengevakuasi pendaki gunung di atas ketinggian. (ai)

Tragis! Remaja 16 Tahun Tewas Terjatuh ke Kawah Gunung Slamet

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Tips

Deadline Mengejar, Lambung Ikut Kena Imbas

Agustus 14, 2026
Tips

3 Waktu Emas Minum Kopi Hitam Tanpa Gula Biar Manfaatnya Maksimal

September 19, 2025
Tips

Urutan Tahlil Singkat Plus Arab Latin Artinya Biar Nggak Bingung Pas ‘Nyekar’

Maret 18, 2026
Tips

Curhat ke AI Bisa Jadi Bumerang Remaja

Agustus 15, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Main Pagi Kena Matahari, Mata Anak Bisa Lebih Aman dari Minus
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?