Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Pengin Nggak Puasa Ramadhan? Jawaban Buya Yahya Nyelekit Nih
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Pengin Nggak Puasa Ramadhan? Jawaban Buya Yahya Nyelekit Nih

Buya Yahya pernah jawab pertanyaan semacam itu dengan kalimat yang bikin orang langsung mikir ulang. Jawabannya terdengar ekstrem, tapi justru di situlah pesannya.

Nugroho P.
Last updated: Februari 18, 2026 8:50 pm
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
, KH Yahya Zainul Ma'arif atau yang akrab disapa Buya Yahya.
SHARE

RAMADHAN  datang tiap tahun, tapi selalu aja ada yang cari celah biar bisa “libur” puasa. Alasannya macem-macem, dari yang terdengar serius sampai yang sebenarnya cuma pembenaran diri. Padahal, puasa itu bukan agenda opsional.

Di bulan ini, setiap muslim yang baligh dan berakal memang punya kewajiban menahan lapar, haus, dan hawa nafsu. Bukan sekadar rutinitas tahunan, tapi bentuk taat yang jelas banget perintahnya.

Puasa juga bukan cuma urusan perut kosong. Ini soal komitmen, soal nurut sama aturan Allah meski badan lagi pengin yang sebaliknya.

Dalam beberapa ceramahnya, KH Yahya Zainul Ma’arif atau yang akrab disapa Buya Yahya, sering banget ngebahas soal ini. Gaya bicaranya santai, tapi isinya tegas dan kadang nyelekit.

Ada saja orang yang mikir keras, gimana caranya tetap bisa makan siang di bulan Ramadhan tanpa ngerasa bersalah. Seolah-olah hukum agama bisa diakalin kayak aturan parkir.

Dalam tayangan di kanal YouTube @albahjah-tv, Buya Yahya pernah jawab pertanyaan semacam itu dengan kalimat yang bikin orang langsung mikir ulang. Jawabannya terdengar ekstrem, tapi justru di situlah pesannya.

“Kalau Anda pengin siang hari enggak puasa, enak makan ke mana-mana boleh, tapi Anda jadi gila dulu,” ucapnya tegas.

Maksudnya jelas, dalam syariat Islam orang yang benar-benar hilang akalnya memang tidak dibebani kewajiban. Termasuk kewajiban puasa.

Tapi tentu yang dimaksud bukan pura-pura. Orang yang benar-benar mengalami gangguan jiwa sampai tak sadar hukum, memang tidak terkena dosa maupun pahala karena tak punya kemampuan memahami perintah.

Sementara orang yang sehat, sadar, dan sengaja cari alasan biar bisa makan di siang hari Ramadhan, itu cerita lain. Itu bukan bebas kewajiban, tapi justru sedang nekat melanggar.

Buya Yahya juga menegaskan, orang gila bukan “boleh” makan, tapi memang tidak dibebani aturan karena tak memahami syariat. Jadi jangan dipelintir seolah itu tiket bebas puasa.

Puasa sendiri adalah salah satu rukun Islam. Bukan ibadah tambahan, tapi fondasi utama yang nggak bisa ditawar tanpa alasan syar’i.

Lucunya, banyak orang bilang puasa itu berat. Tapi kalau lagi kerja lembur demi target, atau nahan lapar karena lagi sibuk banget, ternyata kuat-kuat aja.

Di situ sebenarnya kelihatan, berat atau nggaknya sering kali soal niat. Kalau dari awal sudah ogah-ogahan, ya pasti terasa panjang banget dari subuh sampai magrib.

Sebaliknya, kalau dijalani dengan kesadaran, puasa justru terasa lebih ringan. Karena yang ditahan bukan cuma makan dan minum, tapi juga emosi dan keinginan yang berlebihan.

Puasa itu latihan mental. Latihan buat sabar, buat ngerem diri, dan buat ngerasain sedikit apa yang dirasakan orang-orang yang tiap hari hidup dalam kekurangan.

Ada juga yang lupa, Islam itu nggak kaku tanpa solusi. Kalau memang sakit atau dalam perjalanan jauh, ada rukhsah alias keringanan buat nggak puasa dan menggantinya di hari lain.

Artinya, agama ini realistis. Tapi keringanan itu buat yang benar-benar punya uzur, bukan buat yang sekadar malas.

Kalau badan sehat, nggak ada halangan, tapi tetap milih ninggalin puasa, itu bukan soal mampu atau nggak. Itu soal mau atau nggak.

Ramadhan sejatinya bukan beban tahunan. Justru ini momen upgrade diri, bersih-bersih hati, dan nambah tabungan pahala.

Sayang banget kalau kesempatan sebulan penuh ini cuma dilewati dengan keluhan. Apalagi sampai sibuk cari cara biar bisa lolos dari kewajiban.

Pada akhirnya, yang rugi bukan orang lain. Yang kehilangan justru diri sendiri, karena melewatkan momen emas yang nggak datang tiap hari.

Jadi daripada mikir gimana caranya nggak puasa, mungkin lebih keren kalau mikir gimana caranya puasa tahun ini lebih berkualitas dari tahun kemarin. (*)

You Might Also Like

Jelang Pembukaan Seleksi CASN 2026, Pemprov: Jangan Percaya Calo Berkedok Orang Dalam

Kemplang Pajak Rp5,2 Miliar, Direktur Perusahaan Solar di Semarang Ditahan Kejaksaan

Rawa Pening Disiapkan Jadi Proyek Percontohan

Diduga Aniaya Perempuan, Oknum Polisi Tegal Jalani Pemeriksaan Internal

Keluarga Mozza Minta Luthfi Kawal Kasus Sampai Tuntas

TAGGED:buya yahyaceramah buya yahyagilaislammokelpuasatidak puasa
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Menu Kampung Bikin Buka Puasa Auto Nostalgia
Next Article Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa. Jawaban Purbaya saat Dicecar Dasco soal Dana Pemulihan Bencana Sumatra

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Hati Lagi Berat? Coba 7 Cara Ini

Kerja Terasa Hambar? Ini Penyebab dan Solusinya

Data 38 Ribu Pegawai FBI Diklaim Dicuri Hacker

Mau Ngonten TikTok? 5 HP Ini Bisa Diandalkan

Baju Kusut Bisa Rapi Tanpa Setrika, Ini Triknya

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Hukum

Nama Sherly Tjoanda Mencuat, KPK Kejar Jejak Suap Pajak Nikel

Januari 15, 2026
Ekonomi

Mau Dagang Kok Minta Izin Dulu? DPR Sentil ART Prabowo-Trump

Maret 2, 2026
Pendidikan

Kursi Masih Banyak Kosong, SMPN 3 Plered Ungkap Penyebab Sebenarnya

Juli 9, 2026
Sepak Bola

Empat Pemain PSIS Masuk Ruang Perawatan

Februari 17, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Pengin Nggak Puasa Ramadhan? Jawaban Buya Yahya Nyelekit Nih
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?